• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Masa Belajar Berjalan

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
Di dunia ini tidak seorang manusia pun yang mencintai penderitaan. Sebisa mungkin manusia mencoba menepis penderitaan yang menghampirinya. Namun sesuatu yang berbeda dinyatakan dalam surat-surat yang ditulis oleh Rasul Petrus. Pria ini meminta umat Tuhan untuk menyambut penderitaan.

Dalam 1 Petrus 1:6, Rasul Petrus menulis, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan." Dalam pandangan Petrus, penderitaan merupakan "Sekolah Pendewasaan" bagi orang percaya. Petrus rupanya memegang nilai-nilai yang sama seperti yang Daud percaya. Raja Daud berkata, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." (Maz 119:17).

Dalam suratnya Petrus menggambarkan tiga hal yang dapat dihasilkan dari penderitaan yang nilai dan artinya sangat luar biasa bagi kehidupan orang percaya:

1. Penderitaan memperdalam iman orang percaya. Keyakinan kita diperkuat bahwa Allah dapat dipercaya dan cukup bagi kita, ketika kita tidak memiliki hal lain yang dapat diandalkan dalam kehidupan ini. (1 Petrus 1:6-7).
2. Penderitaan mendewasakan kasih kita. Kapasitas kita untuk menanggung kesulitan dan kesukaran itu bertujuan untuk menyampaikan kasih Allah melalui hidup kita kepada orang-orang lain. (1 Petrus 2:21 - 3:3).
3. Penderitaan memurnikan pengharapan kita. Keyakinan bahwa penderitaan yang kita tanggung adalah penderitaan karena kebenaran dan bagi Kristus akan memurnikan pengharapan kita.
Dalam hal ini Petrus mengingatkan orang percaya bahwa penderitaan adalah tempat peleburan dan proses pemurniaan bagi orang percaya untuk mengeluarkan yang terbaik dalam hidup kita dan membuang sisi buruk yang ada. Jika kita mengijinkan Tuhan melakukan hal ini, Dia akan mengubah setiap situasi sulit yang kita hadapi menjadi ruang operasi untuk membedah hati kita.

Seperti Ayub, seluruh hidupnya hancur dan lenyap dalam satu hari. Dia terluka, hancur, dan menderita namun tetap ingin menjaga hatinya benar. Ditengah-tengah semuanya itu, para sahabatnya tidaklah cukup membantunya untuk bangkit, bahkan semakin membuatnya lemah. Hingga akhirnya Ayub berhadapan dengan Allah dan bertanya jawab dengan-Nya. Semua rasa sakit, penderitaan, dan mungkin ketidak puasan yang dirasakannya lenyap saat dia berhadapan dengan Tuhan. Lidahnya kelu, dan semua kata lenyap. Dia akhirnya berkata, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." (Ayub 42:5-6).

Penderitaan yang dialami Ayub membuatnya mengenal Allah yang selama ini hanya dia dengar dari kata orang. Dulu dia hanya mendengar mukjizat yang dialami orang lain, kini dia mengalami sendiri mukjizat itu dalam hidupnya.

Allah tidak pernah memberikan penderitaan dalam hidup kita, seringkali penderitaan adalah hasil dari keputusan-keputusan kita yang salah. Namun semua itu Allah ijinkan agar kita belajar. Sama seperti seorang anak yang belajar berjalan, dia harus melewati masa-masa merangkat, berjalan tertatih dan berkali-kali jatuh. Semua proses yang dilalui itu membuat anak tersebut kuat. Demikian juga proses dan penderitaan yang harus kita jalani. Itu semakin membuat kita kuat. Dan seperti anak yang belajar berjalan itu, orangtua anak itu tidak pernah jauh darinya dan selalu menjaganya sekalipun mengijinkan dia untuk jatuh, demikian juga dengan Tuhan, Bapa kita. Dia selalu ada di dekat kita, dan siap mengulurkan tangan-Nya tepat pada waktu kita membutuhkan.

Hari ini, jika Anda membutuhkan uluran tangan-Nya itu dan pelukan penghiburan dari Bapa Sorgawi, berdoalah, "Bapa, aku membutuhkanMu, peluk dan hibur hatiku. Tuntun aku melewati masa-masa sulit ini, dan berikan kekuatan hingga tiba saatnya kemenangan itu ku capai dengan kasih karunia-Mu. Amin."

sumber: Jawaban
 
yg paling ga ngenakin semasa pertumbuhan manusia(balita tentunya) itu adalah belajar berjalan...
knapa..??? karena kita pasti jatuh dan jatuh lagi..
tinggal kitanya...klo jatuh mau bangkit lagi gak?? heheheh...
ada yg model gini....klo si anak kecil jatuh...dia nunggu mamanya yg angkat dia baru dia mau bangun...nah klo mamanya ga ada..??? apa yg terjadi???
so....bisa di jadikan acuan utk pertumbuhan rohani kita..

nice thread...

GBU

regards,

novert.
 
Gw gk percaya ahh,...
knapa kita harus mnderita buat bahagia,...
bukankah Tuhan itu cinta,knapa kita harus mnderita dulu untuk dapat merasakan cinta Tuhan,.. what a kind of bullshit is that,...
kenapa kita harus di takut2i seumur hidup,bahwa kita harus menderita,kita ini orang berdosa,...
apa yang Tuhan ingin tunjukan dengan menciptakan dosa,dan penderitaan jika itu memang yang anda pikirkan,,,,

trus bnyak dosa bisa masuk neraka????

satu lagi ilmu teologi agama manapun selain penderitaan yang saya tidak setuju,...

buat apa kita di bakar di neraka,.. apa tujuan Tuhan,apa bagusnya buat dia,bukankah kita ciptaanNya,bukankah jika(jika neraka ada)kita masuk kesana membuat dia menjadi bukan yang paling sempurna lagi,bahwa ciptaannya gagal,...

Tolong jangan memandang rendah Dia,jgn katakan kita harus menderita untuk mendapatkan cintanya yang tak bersyarat,....

Tolong,.. karena saya mencintai Tuhan,....

terima kasih,...


I SAW
 
Gw gk percaya ahh,...
knapa kita harus mnderita buat bahagia,...
bukankah Tuhan itu cinta,knapa kita harus mnderita dulu untuk dapat merasakan cinta Tuhan,.. what a kind of bullshit is that,...
kenapa kita harus di takut2i seumur hidup,bahwa kita harus menderita,kita ini orang berdosa,...
apa yang Tuhan ingin tunjukan dengan menciptakan dosa,dan penderitaan jika itu memang yang anda pikirkan,,,,
menderita utk bahagia menurut sy ada tuh..
ga usah jauh2...DIa turun ke dunia utk menderita...untuk mati di kyu salib..untuk merasakan siksaan yg luar biasa yg seharusnya kita yg merasakan..utk merasakan cinta kasih Tuhan adakalanya kita jg harus menderita kok...menyalibkan keinginan daging itu jg suatu bentuk penderitaan...gimana ga menderita...wong yg enak2 kudu kita tahan kan hehehe...1 lagi, Dia ga meciptakan dosa..justru manusialah yg membuat dosa..dosa ada karena manusia sdh melangga ketentuan Allah..
dan Dia jg ga menciptakan penderitaan kok...hanya Dia mengizinkan penderitaan itu ada di bahu kita supaya kita lebih lagi berharap dan berserah sepenuhnya kepadaNya..


trus bnyak dosa bisa masuk neraka????
upah dosa = MAUT, jadi jelas..klo kita ga bertobat,neraka adalah tempat kita nantinya..

buat apa kita di bakar di neraka,.. apa tujuan Tuhan,apa bagusnya buat dia,bukankah kita ciptaanNya,bukankah jika(jika neraka ada)kita masuk kesana membuat dia menjadi bukan yang paling sempurna lagi,bahwa ciptaannya gagal,...
Dia itu adalah pribadi yg super konsekwen..
Dia ga ada toleransi dgn dosa..tapi bukannya Dia ga mencintai ciptaanNya...no no no...
justru sangat mencintai..klo ga cinta ngapain Dia susah2 turun ke dunia hanya utk nyerahin nyawaNya..???
ciptaanNya ga ada yg penah gagal karena Dia ga pernah gagal..

Tolong jangan memandang rendah Dia,jgn katakan kita harus menderita untuk mendapatkan cintanya yang tak bersyarat,...
Yesus pernah bicara..barang siapa yg mengikut Dia, harus menderita bersamanya dan memikul salib..
mo dapetin cintaNya yg tanpa syarat..??? kasihi sesama kita dgn tanpa syarat juga...

GBU...

regards,

novert.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.