• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mari Menormalisasi Pamer Pas Bukber

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0

Konten Sensitif
Buka
8423086_20240408094742.jpg

Image byFang Y MfromPixabay

Bulan puasa. Selain identik dengan dipakainya topeng kemunafikan, sok bilang menahan nafsu, tetapi pas buka semua dilahap sampe perut mau meledak. Bulan puasa juga identik dengan suatu acara.

Bukber

Pas bulan puasa, ajakan bukber dari teman sekolah, kuliah, kerja, dapat dipastikan akan bermunculan di grup WA. Namun, beberapa tahun ini, ada pandangan negatif pada acara musiman ini. Dari yg tidak sholat magrib, dicap pemborosan, hingga disebut jadi ajang pamer.

Di thread ini, saya mau menyoroti poin terakhir saja. Pamer pas bukber? Boleh, kah?

Bagi saya, orang sah-sah aja mau pamer pas bukber. Yang penting, itu memang hasil usaha anda & tidak tipu-tipu. Jangan pamer iPhone & Aerox sewaan. Jika cuma punya Mito & Supra, ya udah. Pamerkan Mito & Supra anda.

Lalu, kalau kuping anda panas mendengar teman yg pamer, coba tarik dulu. Apa yg sebenarnya menciptakan kuping anda panas? Jangan-jangan anda iri, atau malah dengki dengan apa yg dipamerkan oleh teman kalian.

Bukber, apalagi bagi teman alumni sekolah yg frekuensi pertemuannya dalam setahun dapat dihitung dengan jari. Sudah pasti akan jadi kesempatan untuk bertukar cerita tentang apa yg terjadi selama tak saling bertemu. Entah itu tentang pekerjaan, kesialan hidup, maupun hubungan persayangan.

Misalnya anda sudah lulus 3 tahun, ya hampir dipastikan mereka sudah melangkah dari titik pas lulus sekolah. Tentang sejauh apa mereka melangkah, setiap orang pasti berbeda. Jika ada teman yg melangkah lebih jauh dari anda, masak kalian mau bilang "Jangan cepet-cepet dong suksesnya! Tungguin gw!".

Setiap perjumpaan yg tercipta setelah lama tak bertemu, bukannya memang sering diisi dengan "Life Update"?

Jangan-jangan, alasan anda benci orang yg pamer adalah, karena anda tidak punya sesuatu yg pantas dipamerkan? Eh~

Misal udah 3 tahun lulus bareng, tetapi tidak ada perubahan dengan hidup anda. Bukankah itu suatu ketidaknormalan? Bukankah ada yg tidak beres dengan anda? Coba cek, anda udah berusaha atau take action jadi lebih baik atau belum? Atau masih nyaman nganggur, rebahan sambil scroll TikTok seharian, & nyawer mbak Livy Monata buat beliin emaknya mobil.

Di lain sisi, mungkin ada teman kalian yg berani membuka usaha kecil-kecilan. Yang untungnya tidak dapat buat beli iPhone 15 Pro Max, tetapi usahanya itu dapat menghidupinya & menciptakannya tidak berhutang. Lalu, pas bukber dia cerita kalo punya usaha kecil-kecilan, itupun cerita karena ada yg tanya. mendengar hal itu, anda mencak-mencak melabelu dia sedang pamer.

Kalo skenarionya begitu, anda sebaiknya ke psikolog!!!

Bukannya bukber malah dapat jadi membuka pintu rejeki? Misal ada teman yg di tempat kerjanya lagi buka loker, & ternyata kualifikasinya cocok dengan anda. Dari situ, setidaknya kalian dapat dapat kesempatan buat melepas gelar pengangguran.

Jadi, jangan melulu memandang suatu hal dengan perspektif sempit. Apalagi meyakini cuma ada satu perspektif & memegangnya erat-erat.

Gak ikut bukber dengan alasan males denger teman pamer pencapaian, adalah tanda anda tak ubahnya tulang di bandeng presto. Lembek nan rapuh. Pengecut. Gak ada yg susah dari dengerin teman anda pamer. Kalo dia memang niat pamer, dengerin aja. Pasti ada endingnya, kok. Gak bakal dia cerita pencapaiannya hingga sahur.

Lalu kenapa saya bikin ini menjelang lebaran? yg mana ajakan bukber sudah mulai surut. Yaaa, biar anda semua dapat mempersiapken diri untuk bukber tahun depan. Biar dapat take action dari sekarang. Biar gak melulu menghakimi pencapaian orang lain atas ketidakmampuan diri sendiri.

Kalo mau bukber tanpa ada yg pamer, bukber aja di masjid. Gratis & gak bakal ada yg pamer. Saya sepanjang bulan puasa hampir sering bukber di masjid, & gak pernah orang di samping saya tiba-tiba bilang "Mas, saya tahun lalu beli Shiba Inu. Eh, kemarin to the moon, lho! Ini iPhone 15 pro saya hasil dari Shiba Inu. Itu, Aerox di depan, juga sama".

Jangan lembek. Ingat, anda bukan pusat dunia!



KEEP READ AND SOUND​


Baca Juga Thread Lainnya DISINI
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.