• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mari Giatkan Membeli Rokok Ilegal!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mari Giatkan Membeli Rokok Ilegal!


Penulis: Joko Yulianto
Editor: Asri Candra Wanodya

Cangkeman.net -Teruntuk Ibu Sri Mulyani yg dulu begitu saya banggakan. Bahkan saat Baginda SBY memecat sampean, saya begitu mangkel dengan pemerintahan ketika itu. Terbukti, sampean malah nangkring manis di bunk Dunia. Namun belakangan, saya melihat keputusan SBY itu tepat: lebih baik Anda di bunk Dunia. Semenjak Ibu balik ke Indonesia, asa ekonomi nasional membaik. Terbukti! Tapi, Ibu tidak punya empati pada kebahagiaan masyarakat miskin. Bu, rokok itu hiburan bagi kami warga miskin yg tidak sanggup membeli alkohol & narkoba. Wes ngrokok wae, sudah dapat menghilangkan stres akibat naiknya harga-harga kebutuhan pokok.

Curahan hati ini terjadi sebab cukai rokok resmi naik 10% pada 2023/2024. Kenaikan ini berlaku untuk golongan Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), & Sigaret Kretek Tangan (SKT) yg masing-masing memiliki kelompok atau golongan tersendiri. Awal tahun ini, saya memutuskan pindah merk rokok ke Crystal Red sebab ketidakmampuan menjangkau daya beli rokok Dunhill Hitam.

Akibat kebijakan Menteri Keuangan itu, kemungkinan tahun depan saya pindah lagi ke rokok ilegal yg perlahan mulai dijual secara mulut ke mulut. Ketika ada banyak baliho Gempur Rokok Ilegal, saya semakin semangat untuk memeriahkan kampanye mengonsumsi rokok ilegal. Setidaknya jadi pecut bagi Sri Mulyani supaya jangan sembrono bikin aturan. Niat hati harap meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, malah berisiko kehilangan banyak pendapatan negara dari cukai rokok legal.

Tahu sendiri masyarakat Indonesia kalau dikasih aturan malah suka melawan. Apalagi kenaikan harga rokok sanggup menggerakkan perlawanan secara masif pengudud senusantara. Misal, tujuan pemerintah mengurangi jumlah perokok di Indonesia, lalu apa solusi penghilang stres bagi kami warga miskin? Nyabu?
Sampean para pengambil kebijakan enak. Di anugerahi kekayaan yg dapathealingke luar negeri untuk menghilangkan stres. Tapi mbok mikir hiburan yg pantas bagi warga miskin. Perkara risiko kesehatan (stanting & kematian), sampean dapat menonton konten di YouTube Mojok. Setau saya sudah dua kali Mojok mengadakan diskusi seputar rokok yg problematik ini.

Namun bagi pengusul kebijakan, kenaikan cukai di alasi dengan pertimbangan konsumsi rokok yg jadi salah satu konsumsi terbesar dari rumah tangga miskin, yaitu mencapai 12,21% untuk masyarakat miskin perkotaan & 11,63% untuk masyarakat pedesaan. Itu lho, yg semestinya dipikir pemerintah. Cuma rokok lho hiburan kami, bukan pergi ke club, karaoke, atau jalan-jalan ke pantai. Masak ya mau dimusnahkan. Saya mending merokok daripada makan. Saya kuat tidak makan sehari, tetapi dapat gila kalau tidak merokok sehari. Apakah saya sakit-sakitan? Tidak! Apakah saya mati? Tidak!

Saya pikir percuma juga mengajak petani tembakau demo ke istana negara. Paling ya di-limpe sama bapak Jokowi. Demo ke gedung DPR paling ya dicuekin seremoni ulang tahun Puan Maharani. Wes angel. Maka bentuk protes saya ya dengan membeli rokok ilegal. Bagi pemerintah mungkin ilegal sebab tidak ada pemasukan untuk negara, namun bagi kami jelas legal daripada beli rokok di warung seharga satu kaos polos Cotton Combed 30s.

Jika pemerintah seenak-enaknya menaikan cukai rokok, biarkan kami (rakyat) empunya kedaulatan tertinggi negara seenak-enaknya melegalkan rokok ilegal. Saya kirafairbagi Ibu Sri Mulyani & jajarannya yg tidak merokok itu.

Tapi kan ada vape yg dapat menggantikan rokok?

Hei! Cukai vape juga naik. Malah naik 15%. Gokil emang pemerintah soal pungut-memungut pajak. Ketika susah memungut pajak kaum borjuis, di akhir pemerintahan, mending bikin sengsara kaum porletar. Siapa bilang bersyukur survive dari bencana pandemi Covid-19. Kami banyak dimatikan karena ketidakmampuan membeli rokok.

Tulisan ini ditulis diCangkemanpada tanggal 24 November 2022 Hari ini 20:52
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.