Kearifan Nenek Moyang Bisa Mengentaskan Kemiskinan
Written by Arif
Indramayu – Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA, Konsultan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah menyampaikan kepada para petani binaan MPM di desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (02/08/2008) bahwa sebenarnya nenek moyang kita punya kearifan dalam mengelola pertanian yang patut dilakukan kembali. Pakar dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menerangkan bahwa nenek moyang kita sejak dahulu sudah membuat teknologi pertanian yang paling efisien, yaitu dengan penggunaan ternak dan tidak adanya jengkal tanah yang dibiarkan mubazir. “Namun dengan industrialisasi pertanian, lahan kita seperti diperkosa, sehingga miskin akan hara dan produktifitasnya menjadi rendah.” ungkapnya.
Lebih lanjut Ali Agus menyatakan bahwa bentuk pertanian terintegrasi yang dilakukan nenek moyang kita itu sudah benar-benar ideal, seperti juga upaya menjaga kesuburan tanah dengan menggunakan kotoran ternak. “Sapi adalah mesin biologis yang paling canggih di dunia, masuk rumput atau jerami, keluar menjadi susu dan kotoran kotorannya bisa untuk pupuk” katanya. “Salah satu prasyarat yang dikembangkan oleh MPM Muhammadiyah adalah adanya penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk” tegasnya.
Menurutnya, dengan mengupayakan penggunaan ternak sebagai bagian dari sistem pertanian kita, kita juga akan memecahkan masalah kemiskinan dan krisis energi yang banyak kita hadapi dewasa ini. Menurutnya, saat ini saja daerah JABOTABEK sehari membutuhkan 3000 ekor sapi. “Namun sayangnya, pemerintah memenuhi kekurangannya dengan mengimpor sapi dari Australia” terangnya. “Padahal kalau kita usahakan dari petani kita, ini bisa memecahkan permasalahan kemiskinan” lanjutnya.
Sementara itu, ketika dunia mengalami krisis energi, seharusnya para petani yang juga peternak tidak perlu mengalaminya. “Kita bisa kita atasi sendiri dengan krisis energi dengan adanya gas bio, yang ketika harga BBM murah masih terus diabaikan” katanya. “Jadi kita bisa menghemat biaya rumah tangga, sehingga anggaran bisa untuk yang lain” terangnya. “Apalagi dengan pertanian cara MPM yang terbukti bisa menekan biaya produksi sampai 60 persen, dan peningkatan produksi hingga 60 persen, kita bisa menabung kan ?” lanjutnya kemudian.
Diakhir pengarahannya, Ali Agus menyatakan bahwa sayangnya kita lupa dengan pelajaran nenek moyang kita. “Inilah yang disebut local wisdom nenek moyang kita sangat bijaksana, yang salah satu modelnya adalah integrated farming. (arif)
sumber :
www.muhammadiyah.or.id