• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Marasai: Pemanis Alami dari Hutan Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Marasai: Pemanis Alami dari Hutan Indonesia

Jika membahas tentang tanaman yg dapat memberikan rasa manis di makanan, apa yg perdana kali muncul di kepala? Pasti antara tebu atau stevia.

Ternyata Indonesia punya tanaman endemik yg punya fungsi sama! Namanya adalah Curculigo latifolia atau biasa diketahui dengan sebutan Marasai. Meskipun secara spesifik tanaman ini diakui sebagai endemik Pulau Kalimantan, tanaman ini juga ditemukan di wilayah lain di Asia Tenggara.
Marasai: Pemanis Alami dari Hutan Indonesia

Marasai dapat menghasilkan rasa manis karena memiliki kandungan protein pemanis alami yg disebut curculin pada bagian buahnya. Uniknya, tanaman ini tidak cuma memberikan rasa manis saja, namun juga mambuat makanan atau minuman asam terasa manis setelah mengkonsumsinya.

Karena keunikannya inilah, curculin, kandungan zat pada Marasai, kini banyak dibahas dalam penelitian sebagai calon pemanis nol kalori yg kondusif bagi penderita penyakit gula.

Yang menciptakan tanaman ini begitu dilirik adalah kemampuannya yg tangguh untuk hidup di daerah dengan kondisi tanah kurang subur & teduh, mempermudah proses budidayanya bahkan di pekarangan rumah.

Sebelum diketahui sebagai tanaman yg memiliki potensi menghasilkan rasa manis, tanaman ini sudah sering dipakai oleh suku Dayak sebagai tanaman herba dengan sebutan Doyo. Akar & rimpangnya biasa dipakai untuk meredakan batuk, demam, hingga nyeri sendi. Meskipun belum ada bukti ilmiah yg kuat terkait manfaatnya sebagai tanaman herba.

Sayangnya, meskipun punya potensi akbar sebagai komoditas lokal yg bernilai tinggi, Marasai masih terbilang underrated. Semoga kedepannya berbagai potensi yg dimiliki oleh Marasai dapat digarap optimal & benar-benar manfaat yg lebih luas.

Lebih bagus lagi kalau jadi tanaman ikonik asal Indonesia!
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.