Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.170
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Maradona pesepakbola jalanan terhebat.
Seorang pria berduka ketika orang-orang berkumpul untuk meratapi meninggalnya legenda sepak bola Argentina Diego Maradona di luar Stadion San Paolo di Naples, Italia, 25 November 2020. ANTARA/REUTERS/Yara Nardi
Jakarta (ANTARA) - Gol kedua Diego Maradona yg termasyur kala menghadapi Inggris dalam Piala Dunia 1986 bermula dari gerakannya yg memutar mengakali tiga pemain Inggris, diteruskan dengan sentuhan paling cekatan untuk memulai dribel luar biasa yg menggiring bola tanpa dapat dihadang para pemain Inggris.
Teknik & improvisasi semacam itu cuma dapat dipelajari dari ruang-ruang sempit di jalan-jalan & arena main sepak bola kampung, yg dipersembahkan oleh seorang pemain yg biasa menghindari tempelan ketat pemain lain ketika berlaga dalam arena-arena tanpa wasit.
Keterampilan semacam ini cuma dapat muncul dari orang yg tahu pasti bahwa dia dapat merangsek untuk memperagakan keterampilannya.
Ini juga merupakan momen aksi individual nan cemerlang & spontanitas yg banyak kalangan khawatirkan hilang dari para pemain muda dewasa ini yg lebih memilih belajar bagaimana bermanuver di barisan belakang lawan & cenderung memperhatikan hal-hal taktis.
"Akademi-akademi dipenuhi oleh para pelatih, sepak bola yg terlalu terorganisir, tertata, segalanya ketat & sentuhan satu dua. Biarkanlah mereka menggiring bola," mengatakan mantan pemain sayap Inggris Chris Waddle.
Wadlle menilai pemain-pemain sepak bola saat ini tak berani menahan bola sendirian sambil merangsek maju, sebaliknya menjalankan strategi oper ke oper yg sering kembali ke lini belakangnya sendiri. "Mereka terlalu kebanyakan berlatih & takut kehilangan bola," tambah dia seperti dikutip Reuters.
Itu sebaliknya dengan Maradona. Dia tidak pernah takut kehilangan bola atau takut cedera di lapangan sepak bola.
Dalam sepak bola klub di Argentina, Spanyol, & Italia, para pemain bertahan menempuh segala cara, dengan sah atau tidak, untuk menghentikan dia yg menciptakan mereka malah terlihat sama malangnya dengan apa yg dilakukan Peter Reid dari Inggris di Stadion Azteca di Meksiko kala itu.
Namun Maradona memiliki kepercayaan diri, tekad & arogansi untuk terus menciptakan pemain-pemain Inggris itu terlihat seperti orang-orang bodoh.
"Anda dapat tahu dia berasal dari sepak bola jalanan," mengatakan mantan satu timnya di Sevilla, Rafa Paz, yg menguliti talenta & keterampilan Maradona yg mumpuni yg tak dapat dimatikan pemain lawan.
Legenda Argentina itu jelas bukan pemain terakhir yg bermain pada level tertinggi setelah mempelajari keterampilan bermain dalam sepak bola informal.
Pemain yg mengantarkan Prancis pemenang Piala Dunia, Zinedine Zidane, juga tumbuh di distrik keras La Castellane di Marseille, bermain dalam pertandingan di Place Tartane, & penampilan Maradona pada Piala Dunia 1986 menginspirasi gelandang yg kemudian bermain di Juventus & Real Madrid itu.
"Saat itu saya berusia 14 tahun, & ketika Anda berusia 14 tahun, Anda mempedulikan segalanya. Pada saat itulah saya menyadari pemain seperti apa dia, menciptakan disparitas seperti yg dia lakukan. Dia sendirian memenangkan pertandingan," mengatakan Zidane.
"Itu hal ekstra yg dia miliki dibandingkan pemain lain. Pada 1986, dia sudah berada di level lain."
Baca juga: Messi & Ronaldo hinggakan penghormatan terakhir untuk Maradona
Baca juga: Maradona berpulang, Argentina tetapkan tiga hari masa berkabung
Baca juga: Maradona meninggal, Pele: suatu hari kita akan main bola di atas sana
Berikut: Para pemain jalanan yg lain
Berita diatas dikutip dari internet, jika Maradona pesepakbola jalanan terhebat adalah spam, mohon beritahu kami.
Seorang pria berduka ketika orang-orang berkumpul untuk meratapi meninggalnya legenda sepak bola Argentina Diego Maradona di luar Stadion San Paolo di Naples, Italia, 25 November 2020. ANTARA/REUTERS/Yara Nardi
Jakarta (ANTARA) - Gol kedua Diego Maradona yg termasyur kala menghadapi Inggris dalam Piala Dunia 1986 bermula dari gerakannya yg memutar mengakali tiga pemain Inggris, diteruskan dengan sentuhan paling cekatan untuk memulai dribel luar biasa yg menggiring bola tanpa dapat dihadang para pemain Inggris.
Teknik & improvisasi semacam itu cuma dapat dipelajari dari ruang-ruang sempit di jalan-jalan & arena main sepak bola kampung, yg dipersembahkan oleh seorang pemain yg biasa menghindari tempelan ketat pemain lain ketika berlaga dalam arena-arena tanpa wasit.
Keterampilan semacam ini cuma dapat muncul dari orang yg tahu pasti bahwa dia dapat merangsek untuk memperagakan keterampilannya.
Ini juga merupakan momen aksi individual nan cemerlang & spontanitas yg banyak kalangan khawatirkan hilang dari para pemain muda dewasa ini yg lebih memilih belajar bagaimana bermanuver di barisan belakang lawan & cenderung memperhatikan hal-hal taktis.
"Akademi-akademi dipenuhi oleh para pelatih, sepak bola yg terlalu terorganisir, tertata, segalanya ketat & sentuhan satu dua. Biarkanlah mereka menggiring bola," mengatakan mantan pemain sayap Inggris Chris Waddle.
Wadlle menilai pemain-pemain sepak bola saat ini tak berani menahan bola sendirian sambil merangsek maju, sebaliknya menjalankan strategi oper ke oper yg sering kembali ke lini belakangnya sendiri. "Mereka terlalu kebanyakan berlatih & takut kehilangan bola," tambah dia seperti dikutip Reuters.
Itu sebaliknya dengan Maradona. Dia tidak pernah takut kehilangan bola atau takut cedera di lapangan sepak bola.
Dalam sepak bola klub di Argentina, Spanyol, & Italia, para pemain bertahan menempuh segala cara, dengan sah atau tidak, untuk menghentikan dia yg menciptakan mereka malah terlihat sama malangnya dengan apa yg dilakukan Peter Reid dari Inggris di Stadion Azteca di Meksiko kala itu.
Namun Maradona memiliki kepercayaan diri, tekad & arogansi untuk terus menciptakan pemain-pemain Inggris itu terlihat seperti orang-orang bodoh.
"Anda dapat tahu dia berasal dari sepak bola jalanan," mengatakan mantan satu timnya di Sevilla, Rafa Paz, yg menguliti talenta & keterampilan Maradona yg mumpuni yg tak dapat dimatikan pemain lawan.
Legenda Argentina itu jelas bukan pemain terakhir yg bermain pada level tertinggi setelah mempelajari keterampilan bermain dalam sepak bola informal.
Pemain yg mengantarkan Prancis pemenang Piala Dunia, Zinedine Zidane, juga tumbuh di distrik keras La Castellane di Marseille, bermain dalam pertandingan di Place Tartane, & penampilan Maradona pada Piala Dunia 1986 menginspirasi gelandang yg kemudian bermain di Juventus & Real Madrid itu.
"Saat itu saya berusia 14 tahun, & ketika Anda berusia 14 tahun, Anda mempedulikan segalanya. Pada saat itulah saya menyadari pemain seperti apa dia, menciptakan disparitas seperti yg dia lakukan. Dia sendirian memenangkan pertandingan," mengatakan Zidane.
"Itu hal ekstra yg dia miliki dibandingkan pemain lain. Pada 1986, dia sudah berada di level lain."
Baca juga: Messi & Ronaldo hinggakan penghormatan terakhir untuk Maradona
Baca juga: Maradona berpulang, Argentina tetapkan tiga hari masa berkabung
Baca juga: Maradona meninggal, Pele: suatu hari kita akan main bola di atas sana
Berikut: Para pemain jalanan yg lain
- 1
- 2
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Maradona pesepakbola jalanan terhebat adalah spam, mohon beritahu kami.