Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.416
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Maradona di mata Peter Shilton, terhebat tapi tidak sportif.
Diego Maradona membawa bola dengan melewati tiga bek Inggris saat Argentina menang 2-1 dalam perempatfinal Piala Dunia 1986 di Meksiko pada 22 Juni 1986 di mana Maradona mencetak dua gol yg salah satunya diketahui dengan gol "Tahan Tuhan". (Photo by STAFF/AFP)
Jakarta (ANTARA) - Diego Maradona memang yg terhebat tetapi karena tidak mau meminta maaf atas gol "Tangan Tuhan"-nya maka dia juga tidak sportif, mengatakan mantan penjaga gawang Inggris Peter Shilton seperti dikutip Reuters.
Maradona meninggal dunia karena serangan jantung di rumahnya di Buenos Aires Rabu kemarin kurang dari satu bulan dari hari ulang tahunnya yg ke-60.
Shilton menjaga gawang Inggris saat mereka berjumpa Argentina dalam perempatfinal Piala Dunia Meksiko ketika pada menit keenam babak kedua Maradona melompat di depan dia untuk meninju bola masuk gawang setelah sang kiper keluar dari sarangnya untuk menghalau bola.
Baca juga: Trevor Steven kenang gol "Tangan Tuhan", berdamai dengan sang legenda
Baca juga: Selamat jalan, pemilik "Tangan Tuhan"!
"Jelas-jelas pelanggaran. Curang," tulis Shilton dalam Daily Mail.
"Saat dia berlari untuk selebrasi dia bahkan sempat dua kali menoleh ke belakang, seolah menantikan peluit wasit. Dia tahu yg sudah dia lakukan. Semua orang tahu, selain wasit itu & dua hakim garis itu."
Maradona kembali menjebol Inggris untuk kedua kalinya dengan gol yg tak diragukan lagi sebagai gol terbaik sepanjang masa Piala Dunia setelah membawa bola dari daerah permainan sendiri hingga melewati hadangan para pemain Inggris, tetapi Shilton menyatakan gol perdana sang legenda Argentina itu yg bermasalah.
Baca juga: Maradona, sang legenda pahlawan kaum kiri Amerika Latin
Baca juga: Maradona pesepakbola jalanan terhebat
"Saya tak peduli apa mengatakan orang, gol itulah yg memenangkan Argentina," sambung dia.
"Dia mencetak gol kedua yg brilian hampir segera setelah itu, tetapi kami masih tersentak oleh apa yg terjadi beberapa menit sebelumnya itu. Itu menghantui saya selama bertahun-tahun, saya tak mau membohong hal itu sekarang ini."
Shilton menyatakan fakta bahwa Maradona tak pernah meminta maaf menciptakan dia & rekan-rekannya dalam timnas Inggris saat itu tetap kecewa kepada Maradona.
"Sepertinya dia memiliki keagungan tetapi sayangnya tidak sportif. Kebanyakan pemain regu Inggris yg bermain di Meksiko itu merasa seperti saya," mengatakan pria yg kini berusia 71 tahun tersebut.
"Di lapangan sepak bola pemain mengerjakan hal-hal yg mungkin mereka tak boleh lakukan. Itu terjadi di kepanasan momen itu. Saya harap hal itu tidak mencoreng warisan Maradona.
Baca juga: Napoli akan tambahkan nama Diego Maradona di stadion San Paolo
Baca juga: Maradona berpulang, Argentina tetapkan tiga hari masa berkabung
Berita diatas dikutip dari internet, jika Maradona di mata Peter Shilton, terhebat tapi tidak sportif adalah spam, mohon beritahu kami.
Diego Maradona membawa bola dengan melewati tiga bek Inggris saat Argentina menang 2-1 dalam perempatfinal Piala Dunia 1986 di Meksiko pada 22 Juni 1986 di mana Maradona mencetak dua gol yg salah satunya diketahui dengan gol "Tahan Tuhan". (Photo by STAFF/AFP)
Jakarta (ANTARA) - Diego Maradona memang yg terhebat tetapi karena tidak mau meminta maaf atas gol "Tangan Tuhan"-nya maka dia juga tidak sportif, mengatakan mantan penjaga gawang Inggris Peter Shilton seperti dikutip Reuters.
Maradona meninggal dunia karena serangan jantung di rumahnya di Buenos Aires Rabu kemarin kurang dari satu bulan dari hari ulang tahunnya yg ke-60.
Shilton menjaga gawang Inggris saat mereka berjumpa Argentina dalam perempatfinal Piala Dunia Meksiko ketika pada menit keenam babak kedua Maradona melompat di depan dia untuk meninju bola masuk gawang setelah sang kiper keluar dari sarangnya untuk menghalau bola.
Baca juga: Trevor Steven kenang gol "Tangan Tuhan", berdamai dengan sang legenda
Baca juga: Selamat jalan, pemilik "Tangan Tuhan"!
"Jelas-jelas pelanggaran. Curang," tulis Shilton dalam Daily Mail.
"Saat dia berlari untuk selebrasi dia bahkan sempat dua kali menoleh ke belakang, seolah menantikan peluit wasit. Dia tahu yg sudah dia lakukan. Semua orang tahu, selain wasit itu & dua hakim garis itu."
Maradona kembali menjebol Inggris untuk kedua kalinya dengan gol yg tak diragukan lagi sebagai gol terbaik sepanjang masa Piala Dunia setelah membawa bola dari daerah permainan sendiri hingga melewati hadangan para pemain Inggris, tetapi Shilton menyatakan gol perdana sang legenda Argentina itu yg bermasalah.
Baca juga: Maradona, sang legenda pahlawan kaum kiri Amerika Latin
Baca juga: Maradona pesepakbola jalanan terhebat
"Saya tak peduli apa mengatakan orang, gol itulah yg memenangkan Argentina," sambung dia.
"Dia mencetak gol kedua yg brilian hampir segera setelah itu, tetapi kami masih tersentak oleh apa yg terjadi beberapa menit sebelumnya itu. Itu menghantui saya selama bertahun-tahun, saya tak mau membohong hal itu sekarang ini."
Shilton menyatakan fakta bahwa Maradona tak pernah meminta maaf menciptakan dia & rekan-rekannya dalam timnas Inggris saat itu tetap kecewa kepada Maradona.
"Sepertinya dia memiliki keagungan tetapi sayangnya tidak sportif. Kebanyakan pemain regu Inggris yg bermain di Meksiko itu merasa seperti saya," mengatakan pria yg kini berusia 71 tahun tersebut.
"Di lapangan sepak bola pemain mengerjakan hal-hal yg mungkin mereka tak boleh lakukan. Itu terjadi di kepanasan momen itu. Saya harap hal itu tidak mencoreng warisan Maradona.
Baca juga: Napoli akan tambahkan nama Diego Maradona di stadion San Paolo
Baca juga: Maradona berpulang, Argentina tetapkan tiga hari masa berkabung
Berita diatas dikutip dari internet, jika Maradona di mata Peter Shilton, terhebat tapi tidak sportif adalah spam, mohon beritahu kami.