• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Manusia Padang Gurun

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
Manusia Padang Gurun

1 Raja-Raja 17:1;2 Raja-Raja 1:8


Elia adalah nabi yang melayani di Israel Utara sekitar abad 9 SM. Ia muncul di hadapan Raja Ahab dengan berita penghukuman. Ia menyatakan bahwa karena besarnya dosa keluarga Raja Ahab dan bangsa Israel yang menyembah Baal, akan datang kekeringan panjang dimana tidak akan ada embun atau hujan sampai Elia berkata bahwa hujan akan Turun.
"Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." (1 Raj 17:1). Dari Yakobus 5:17, kita mengetahui bahwa hujan tidak turun selama tiga hari setengah tahun. Satu periode waktu yang sangat panjang!

Nama Elia berasal dari kata Ibrani "Eliyyahu", yang berarti "Yahweh is my God"atau "Yahweh adalah Allahku". Latar belakang keluarga Elia tidak diketahui, hanya dijelaskan bahwa ia berasal dari Tisbe--Gilead, yaitu sebuah daerah di sebelah Timur Yordan. kemunculan Elia sama seprti kemunculan Melkisedek, yang muncul secara tiba-tiba dengan tidak menyebutkan siapa ayah dan ibunya. Mereka juga sama-sama muncul sebagai pribadi yang berkenan di hadapan allah. Namun kita, mengetahui bahwa sebelum Elia muncul secara tiba-tiba di hadapan Raja Ahab, ia berkelana di padang Gurun.

Dalam 2 Raja-Raja 1:8 orang mengenal Elia sebagai seorang yang memakai pakaian bulu dan ikat pinggang kulit. Didalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembabtis yang juga hidup di padang gurun Yudea memiliki ciri-ciri yang sama dengan Elia. "Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan."(Mrk 1:6). Jadi, ciri diatas bisa dikatakan bahwa Elia adalah seorang "manusia padang gurun". Ciri lain yang dimiliki oleh "manusia padang gurun " seprti Elia dan Yohanes adalah sama-sama menyerukan suara kenabian, yang menuntut pertobatan umat Tuhan tanpa kompromi terhadap dosa. Elia secara Frontal menyuarakan suara kenabian kepada umat yang sudah jatuh dan menjauh dari Tuhannya. Lihatlah sikap dan tindakan Elia yang begitu tegas terhadap kejahatan keluarga Raja Ahab, dimana dengan penuh keberanian ia menegor dan menyampaikan penghukuman Tuhan kepada Raja Ahab sekeluarga yang tidak mau bertobat. Lihatlah keberanian Yohanes Pembabtis yang menegor dosa Herodes, meskipun kerena keberanian itu kepalanya harus dipenggal.

Untuk dapat hidup kudus di zaman yang penuh dengan kecemaran ini, kita perlu memiliki keradikalan seperti yang dimiliki oleh Elia, yaitu sikap sama sekali tidak kompromi dengan dosa. Jika ya, baiklah kita katakan ya dan jika tidak seharusnya kita katakan tidak. Janganlah kita mencari pembenaran dengan cara membungkus dosa dengan cover kemunafikan yang indah. kita harus berani tampil beda dengan cara tetap berpegang pada kebenaran, meskipun sebagai akibatnya kita bisa dijauhi, dianiaya atau kehilangan nyawa.

DOA
Tuhan, aku membulatkan hatiku untuk takut akan Engkau dan berjalan dalam ketetapan-ketetapanMu dengan sepenuh hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin
 
nice kk^^ menambah pengetahuan kita
 
Shalom, Kk Stanza yang so cool (coz ga pernah balezin VM gw... :()

Berseri nggak nih Manusia Padang Gurun na? thread yang bagus....soalna manusia padang gurun kalo menurut gw ga hanya Elia ajah..masih ada Musa juga... :)
 
Mendengar Dan Didengar Allah
1 Raja-Raja 17:17-24; Yohanes 15:7

Ada ratusan nabi yang hidup sezaman dengan Elia, tetapi Allah memakai Elia melebihi semua nabi-nabi itu. Kemunculan awal Elia telah memberi indikasi eratnya hubungan timbal balik antara Allah dan Elia. Elia mendengarkan Allah dan Allah mendengarkan Elia. Pada masa itu jika Allah ingin menegor seseorang, maka Allah memerintahkan Elia dan ia taat sepenuhnya. Jika Allah ingin menyampaikan hukuman massal, seperti kekeringan selama 3,5 tahun. Allah memakai Elia sebagai penyambung lidah-Nya.​

Keintiman hubungan Elia dan Allah sangat dipengaruhi oleh besarnya pengharapan dan iman Elia sendiri. Ketika Elia dengan iman meminta Allah untuk mengembalikan nyawa anak janda Sarfaat. Dia mengabulkan doanya. Ketika anak itu hidup kembali, janda tersebut mengakui kebesaran Allah Israel dan juga kenabian Elia. "Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan Firman TUHAN yang kau ucapkan itu adalah benar."(1 Raja 17:24). Ketika Elia meminta Api turun dari sorga untuk membakar korban petang yang dipersiapkannya, Dalam sekejap api turun menyambar dan menghabiskan korban persembahan itu. Dan ketika Elia berdoa agar hujan turun hari itu juga, ia menerimanya. Di puncak Gunung Karmel, gunung sakral bagi orang Israel, Elia menghadap Allah dengan posisinya membungkuk ke tanah dan muka di antara kedua lututnya. Ini menunjukkan bahwa Elia bersungguh-sungguh berdoa, dan hasilnya Allah mengabulkan permintaanya. Elia sepenuh hati memegang janji yang difirmankan Allahnya. Semua peristiwa di atas membuktikan bahwa Elia memelihara hubungannya dengan Allah.

Mengapa Allah mendengarkan semua permohonan Elia? karena Elia ada di dalam Allah dan firman-nya hidup di dalam Elia. Inilah kekariban yang sejati. Keindahan kekaribban seperti ini pernah diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada Murid-muridNya."Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan akmu akan menerimanya."(Yoh 15:7).

Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah (Yoh 1:12). Anak tentu memiliki hubungan yang lebih karib dengan Bapanya, melebihi dari Siapapun. Status sebagai anak memungkinkan kita untuk meminta Bapa di Sorga untuk melakukan perkara-perkara yang mustahil untuk kita lakukan. Yang menjadi masalah adalah, apakah kita sudah menjadi anak yang berkenan di hadapan Bapa? apakah kita sudah menyendengkan telinga kita untuk mendengar isi hati-Nya dan memberikan hati kita untuk taat sepenuhnya kepada perintah-Perintah-Nya? jika Bapa mendengarkan doa anak-anakNya seperti Elia, Smith Wigglesworth, Billy Graham, Reinhard Bonnke yang taat dan mengasihiNya, maka Dia juga akan mendengarkan kita, jika kita taat sepenuhnya.

DOA
Bapa, aku sungguh merindukan untuk memiliki hubungan yang intim denganMu. Biarlah RohMu menuntunku lebih dekat denganMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
 
Mengalami Depresi Hebat
1 Raja-Raja 19:1-8, 11-16​

Sesuai dengan permitaan Elia, Raja Ahab memerintahkan rakyatnya dan nabi-nabi Baal naik ke Gunung karamel untuk meyaksikan dan mengikuti kompetisi yang diajukan Elia. Kompetisi ini akan membuktikan mana Allah yang sejati, apakah Baal atau Allah Elia. Singkat cerita, di kompetisi itu Allah Elia terbukti sebagai Allah yang sejati. Allah Elia mampu menurunkan api dari langit untuk membakar habis korban persemabhan beserta air yang ada di parit di sekeliling mezbah yang dibuat Elia, sedangkan Baal tidak. setelah melihat bahwa Allah Elia adalah Allah yang hidup, segenap rakyat yang berkumpul bersujud dan mengaku, " TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"(1 Raj 18 :39). Setelah itu Elia memrintahkan rakyat untuk menagkap serta membunuh 450 orang nabi Baal itu yang sudah menyesatkan bangsa itu di sungai Kison.
Pembantaian terhadap nabi-nabi Baal itu membuat amarah Izebel naik sampai ke ubun-ubun. Izebel mengancam akan membunuh Elia dan tiba-tiba saja Elia merasa takut pada ancaman itu. Beberapa sarjana Alkitab mengatakan bahwa Elia mungkin mengalami "Bipolar disorder ", yaitu suatu keadaan dimana suasana hatinya mudah berubah secara darstis. Baru saja dia mengalami perasaaan senang karena menang atas nabi-nabi Baal, tetapi kemudian dia langsung terjerembab ke lembah ketakutan. Ketakutan yang berkembang sampai ke tingkat depresi itu mmebaea Elia berjalan hingga ke padang gurun. Rasa lelah dan tekanan jiwa yang semakin berat membuat Elia semakin putus asa, sampai-sampai ia ingin mati. Saat Elia sudah putus asa, Allah mengirimkan seorang malaikat untuk menemuinya dan memberinya makan. Setelah dua kali makan, Elia di perintahkan untuk pergi ke Gn. Horeb. Gn. Horeb adalah nama lain dari Gn. Sinai. Menurut tardisi Yahudi, Gn. Horeb merupakan lambang kehadiran Allah. Di gunung inilah Elia menemukan perlindungan dan tuntunan dari Allah. Di gunung ini akhirnay Elia di pulihkan dan siap melakukan tugas-tugasnya selanjutnya. Mencari wajah Allah merupakan tindakan yang paling tepat ketika tekanan hidup menghimpit jiwa kita.​
.
Ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari masa depresi yang dialami oleh Elia.​
  • Pertama, makanan yang disediakan oleh malaikat ketika Elia ada di padang gurun, meneguhkan bahwa Allah senantiasa memnuhi kebutuhan anak-anak-Nya. Dengan demikian kita tahu pasti bahwa Allah peduli pada kita, terutama saat hati kita berbeban berat atau kecewa.
  • Kedua, kehadiran Allah saat angin sepoi-sepoi basah berhembus yang dibarengi oleh pertanyaan koreksi lembut, mengajarkan bahwa Allah mengoreksi kita karena Dia mengasihi kita
.
  • Ketiga, dimasa depresi itu Allah malah mengutus Elia untuk mengurapi Yehu dan Elisa. Pada tahap ini Dia mengajar kita bahwa jalan keluar dari tekanan yang berat adalah dengan terus melakukan tugas kita. Saat kita memandang keluar dari diri kita, saat itulah kita keluar dari perangkap mengasiani diri sendiri yang sebenarnya menjadi sumber depresi.

DOA​
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tetap setia mendampingiku untuk menjalani hari-hariku yang berat. Terpujilah nama-Mu oleh karena kasih setiaMu yang besar. Amin
 
Mempersiapkan Generasi Penerus
1 Raja-Raja 19:16, 19-21

John Maxwell berkata bahwa kepemimpinan tidaklah di dasarkan pada jabatan, tetapi pengaruh. Jadi orang yang memiliki pengaruh yang besar, meskipun tanpa jabatan tetap disebut pemimpin. Seorang pemimpin yang baik akan mempengaruhi dan mempersiapkan calon-calon pemimpin yang akan membantu dan menggantikan tugas serta tanggung jawabnya di kemudian hari.
Prinsip inilah yang diajarkan Allah kepada kita melalui perintah yang diberikan-Nya secara langsung kepada Elia. Ketika Allah melihat bahwa waktu Elia untuk melayani-Nya sudah cukup, Dia memerintahkan hamba-Nya itu merekrut dan mengurapi Elisa untuk menggantikan posisinya."Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan Engkau." (1 Raj 19:16) Pemberdayaan terhadap Elisa berhasil dengan Gemilang. Elisa melakukan mujizat dua kali lipat dari yang dilakukan oleh Elia. Ada tiga faktor yang mendukung suksesnya pemberdayaan tersebut.

  • Pertama, Elia mutlak taat pada perintah Allah.Karena ketaatan kepada Allah yang dilayaninya, Elia pergi memanggil Elisa yang sedang membajak. Ketaatan kepada Allah membuat para pemimpin tidak merasa takut disaingi atau digantikan oleh bawahannya
.
  • Kedua, Elisa meresponi panggilan dengan hati yang rela untuk dibentuk.Ketika Elia memanggil Elisa untuk mengikutinya, Elisa segera meresponi panggilan itu tanpa penundaan. Elisa rela meninggalkan keluarganya, kedudukannya sebagai pemilik serta statusnya sebagai atasan dan menjadi pelayan Elia (1 Raj 19:21). Ini menunjukkan bahwa Elisa memiliki hati yang mau di bentuk. Relakan hati Anda untuk dibentuk Allah, karena Dia hanya dapat memakai orang yang rela di bentuk untuk menjadi alat yang besar di tangan-Nya.
  • Ketiga, Elisa setia mendampingi bapa rohaninya sampai akhir.Elisa melihat, memperhatikan dan mengenali pola pelayanan Elia dari dekat karena mereka selalu bersama-sama. menjelang pengangkatanya, tiga kali Elia memerintahkan Elisa untuk meninggalkannya, tetapi Elisa berkukuh untuk terus mendampinginya sampai Allah sendiri yang memisahkan mereka. Keteguhan ini akhirnya membuat Elia mencari tahu apa yang diinginkan muridnya itu darinya dan Elisa menjawabnya dengan jujur,"Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." (2Raj 2:9). Firman Tuhan berkata,"Jadilah kepadamu menurut imanmu",maka jadilah kepada Elisa menurut imannya. Elisa mendapatkan urapan dobel porsi, sehingga ia melakukan mujizat dua kali lebih banyak dari Elia.
Sangat menyedihkan jika seseorang pemimpin besar pulang ke rumah Bapa tanpa mempersiapkan orang yang akan meneruskan tugas dan tanggung jawab besarnya. tentu banyak pihak yang akan dirugikan jika kursi kepemimpinan itu kosong atau diduduki orang yang tidak tepat. sudahkan Anda menemukan dan mempersiapkan calon pengganti Anda?

DOA
Tuhan Yesus, beri aku kepekaan untuk memilih calon penerus atas tanggung jawabku dan kemampuan untuk membimbingnya. Dalam NamaMu yang kudus aku berdoa. Amin.
 
Manusia Pemberani
1 Raja-Raja 18:1, 7-18; 2Raja-Raja 1:16


Sejak penampilan yang pertama, Elia sudah menunjukkan bahwa di dalam dirinya ada keberanian yang mencolok. Setelah Elia memberitahu Raja Ahab bahwa tidak akan ada hujan akibat dosa penyembahan berhala, ia menyingkir ke Sungai Kerit dan Sidon. Ternyata saat Elia di sana, Izebel, isteri Raja Ahab memrintahkan untuk membunuh semua nabi-nabi Tuhan, tetapi ada 100 orang nabi yang di sembunyikan oleh Obaja, orang kepercayaan RAja Ahab yang hatinya takut akan Tuhan. Raja Ahab sendiri memrintahkan pegawai-pegawainya untuk mencari Elia ke seluruh wilayah kekuasaannya. Elia menjadi "the most wanted person"atau orang yang paling dicari oleh pemerintah Israel pada masa itu "....sesungguhnya tidak ada bangsa atau kerajaan, yang tidak didatangi suruhan tuanku Ahab untuk mencari engkau.Dan apabila orang berkata: Ia tidak ada, maka ia menyuruh kerajaan atau bangsa itu bersumpah, bahwa engkau tidak ditemukan di sana."(1 Raj 18:10).
Tiga tahun setelah pertemuan terakhir antara Elia dan Raja Ahab, Tuhan memerintahkan Elia untuk menampakkan dirinya di hadapan raja yang geram hati melihatnya. Waktu itu Samaria sedang dilanda oleh kelaparan yang hebat. Tanpa didampingi oleh siapa pun, dengan penuh keberanian Elia menampakkan dirinya di hadapan Raja Ahab. Sedikit pun ia tidak gentar berdiri di hadapan orang yang sangat menginginkan kematiannya. Dalam pertemuan itu, Raja Ahab menuduh Elia sebagai pribadi yang mencelakakan Israel, tetapi dengan lantang Elia menjawab,"Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah -perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal." (1Raj 18:18). Di beberapa peristiwa lainnya, seperti pada waktu Raja Ahab dan Izebel berbuat dosa, Elia memperdengarkan suara kenabiannya yang tajam. Setelah peristiwa perampasan kebun anggur Nabot yang dialkukan secara paksa, Elia kembali menegor Raja Ahab dengan berani. Kali ini keberaniannya membuahkan hasil. Raja Ahab akhirnya merendahkan diri, memakai pakaian berkabung serta berpuasa setelah Elia menyampaikan bahwa Tuhan akan membinasakan Keluarga besarnya. hukuman ditangguhkan ketika Raja Ahab merendahakan diri di hadapan Tuhan. (1Raj 21:27-29).
Marilah kita belajar dari Elia, Pribadi yang berani mengumandangkan kebenaran dalam segala keadaan. Sebenarnya ketika kita berdiri di pihak Tuhan, tidak ada yang perlu kita takutkan, karena Tuhan berkuasa menjaga hidup dan mati kita. Jika kita melihat jalan yang ditempuh oleh saudara, teman, atau bahkan atasan kita salah, mintalah agar Tuhan memberikan kita Hikmat dan tekad untuk mengatakan kebenaran. Dengan kasih tuntunlah mereka kembali ke jalan yang benar dan lurus. Tuhan memberkati orang yang berani berkata benar.

DOA
Bapa, biarlah hatiku selalu berpegang pada kebenaranMu. Dalam nama Tuhan Yesus, bentuklah aku menjadi pribadi yang berani berdiri untuk menegakkan kebenaran. Amin.
 
Membela Hak Rakyat
1 Raja-Raja 21:17-25; Bilangan 36:9

Di dalam tradisi bangsa Israel, tanah warisan merupakan harta yang harus di jaga dengan segenap kekuatan karena sangat berharga.Warisan leluhur yang dimilki secara pribadi, keluarga ataupun suku merupakan pemberian dari Allah sendiri( UI 19:14). Karena itu jika ada orang lain, yang tidak mengakui atau ingin merebut paksa warisan orang lain, baik milik perorangan, keluarga atau suku di antara bangsa Israel, maka orang itu akan dihukum.
Raja Ahab sangat tertarik pada kebun anggur yang merupakan warisan yang dimiliki oleh Nabot, karena kebun anggur itu berada di samping istananya, di Yizreel. Raja Ahab begitu menginginkannya dan sangat kesal ketika Nabot menolak untuk menjualnya atau menukarkan kebun anggur itu dengan kebun anggur yang lebih baik yang ditawarkannya. Sebagai seorang penguasa Israel, Raja Ahab tentu sangat mengetahui peraturan diatas. Ia tahu persis bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa jika Nabot tidak mau melepaskan kebun anggur warisan leluhurnya. Ketika Izebel, permaisuri Ahab mengetahui penyebab kekesalan hati suaminya, ia pun mengatur strategi yang sangat licik. Ia memfitnah Nabot dengan skenario bahwa Nabot telah mengutuki Allah dan Raja Israel di depan orang-orang dursila. Skenario ini akhirnya membuat Nabot mati dilempari dengan batu. Kematian Nabot memberi keleluasaan bagi Raja Ahab untuk menagambil alih kebun anggur warisan leluhurnya. Perbuatan jahat Raja Ahab yang didukung oleh Izebel samapi di hadapan Allah dan Dia mengutus Elia untuk menegor Raja Ahab. Elia pun menyampaikan hukuman yang akan di tanggung oleh keluarganya sebagai akibat dari pembunuhan berencana itu.
Pada masa pelayanannya, Elia dengan tegas menangani kelaliman, baik secara rohani maupun fisik. Elia tampil penuh keberanian untuk membela hak Nabot yang tak berdaya. Elia menyampaikan kepada Raja Ahab,"Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."Rupanya hukuman itu belum cukup setimpal dan Elia menambahkan, " Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel."Keberanian dan sikap tegas Elia ini merupakan ungkapan pembelaan seorang nabi yang berpihak pada keadilan. disini jelaslah bahwa Elia menjadi pembela bagi rakyat kecil. Nabi yang benar akan membela orang kecil yang diperlakukan semena-mena oleh mereka yang berkuasa.
Hari ini Alkitab menceritakan bahwa ketika kejahatan merajalela atau penindasan terjadi secara luar biasa seperti yang dilakukan oleh keluarga Ahab, maka Tuhan akan menghadapinya secara luar biasa pula. Pembelaan Tuhan terhadap orang tertindas nyata. Karena itu marilah kita berlaku adil dan senantiasa berdiri membela hak-hak orang yang lemah.

DOA
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau datang ke dunia untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan tertindas. Terpujilah nama-Mu oleh karena Keadilan-Mu. Amin.
 
Terangkat Dan Dimuliakan
2 Raja-Raja 2:1-18; Lukas 9:28-32

Orang-orang besar dalam sejarah Alkitab senantiasa tampil dengan kepribadian yang luar biasa dan karya yang monumental, seperti sosok Elia. Tradisi iman bangsa Israel menempatkan Elia sebagai nabi yang agung setelah Musa. kedua pribadi ini sama-sama dikenal sebagai penegak Monoteisme di Israel, yaitu ajran yang menegaskan bahwa allah itu adalah Esa.
Ada du aperistiwa yang bisa dikategorikan sebagai peristiwa teristimewa yang dialami oleh Elia, yaitu saat dia diangkat ke Sorga dan saat dia turun dari Sorga.
  • Elia terangkat ke Sorga. Alkitab menceritakan bahwa Elia tidak mengalami kematian jasmani, sama seprti Henokh. Elia dan Henokh adalah dua tokoh PL yang memiliki pengalaman spektakuler, dimana oleh kuasa Allah mereka terangkat naik ke sorga (2 Raj 2:1-18; Kej 5:24). Pada waktu Elia akan terangkat ke Sorga, ia selalu didampingi oleh Elisa. Terangkatnya Elia ke sorga dengan disaksikan oleh Elisa, telah memberi pengharapan kepada setiap orang percaya bahwa setelah kehidupan di bumi ini, ada kehidupan di kekekalan. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia menyediakan tempat di dalam Rumah Bapa yang kekal, yaitu bagi setiap orang yang percaya dan setia kepadaNya( Yoh 14:12). Dengan demikian kita tidak perlu takut pada maut atau kematian, asalakan kita tetap ada di dalam Dia. Yesus menjadi jaminan kita untuk masuk ke dalam Rumah Bapa.
  • Elia Turun dari Sorga. Untuk waktu yang relatif singkat, Elia dan Musa turun dari Sorga untuk Meneguhkan Yesus. Waktu itu Yesus mengajak Petrus, Yohanes dan Yokubus ke ataas gunung untuk berdoa. Ketika Yesus berdoa, tiba-tiba Musa dan Elia muncul dan berbicara kepadaNya. Kemunculan dua pribadi yang paling dihormati oleh bangsa Israel ini adalah berkenaan dengan tujuan kematian yang akan dialami oleh Yesus di Yerusalem. " Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem." (Luk 9:30-31). Di momen itu wajah Yesus bercahaya seperti matahari dan pakaiannya menjadi putih bersinar seperti terang. Wajah Musa juga pernah memancarkan cahaya kemuliaan Allah ketika ia turun dari Gn. Sinai (Kel 34:29).Kehadiran Elia di peristiwa transfigurasi itu menunjukkan kemuliaan atau kehormatan yang disandang oleh Elia.
Ibu saya pernah mengalami pengalaman yang fenomenal itu. Ia dilingkupi terang kemuliaan Allah. Rasa penasaran membuat seorang kerabat mengikutinya dari jalan raya dan berkata, "Tadi saya lihat tubuhmu bercahaya sangat terang, karena itulah saya mengikutimu sampai rumah ini."" Saat seseorang di penuhi kemuliaan Allah, hidupnya akan memancarkan terang. Rindukah kita mengalami pengalaman yang sangat Indah seperti itu? Bergaullah dengan Allah, hiduplah dalam kekudusan, maka kemuliaan-Nya akan melingkupi kita.

DOA
Bapa yang di Sorga, aku rindu memancarkan sinar kemuliaanMu. Penuhilah aku dengan RohMu yang hidup. Didalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
 
Kk...artikel na bagus.....dah habis? atau masih ada seri na lagi?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.