• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Manusia Menemukan Api, Memasak Makanan, & Terjadi Perubahan Besar

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Manusia Menemukan Api, Memasak Makanan, & Terjadi Perubahan Besar



Kapan manusia perdana kali memanfaatkan api untuk memasak makanan, masih jadi perdebatan di antara kalangan ilmuwan.Untuk memasak diperlukan api. Tapi api adalah hal yg sulit untuk diidentifikasi dalam catatan arkeologis. Buktinya sudah benar-benar lenyap sebagai asap & abu yg dapat tersapu oleh angin.
Selain itu, sisa-sisa pembakaran jadi sulit untuk dibedakan dengan yg disebabkan oleh peristiwa kebakaran secara alami. Karena itulah para arkeolog umumnya mencari tanda-tanda pembakaran di dalam gua. Untuk meminimal kemungkinan sisa-sisa api yg disebabkan oleh kebakaran hutan.

Bukti perapian purba

Perapian tertuayang sudah ditemukan berusia 400.000 tahun di Eropa.Meskipun sisa-sisa kayu yg terbakar, batu & makanan di sebuah situs di Israel menunjukkan bahwa hominin sudah mengpakai apisejak 790.000 tahun yg lalu.

Neanderthal yg berevolusi dariHomo erectussekitar 250.000 tahun yg lalu tentusaja menciptakan perapian,karena perapian sudah ditemukan di kebanyakan situs Neanderthal. Beberapa di antaranya bahkan terdapat tulang yg terbakar.


Bukti terbaru terkait makanan yg dimasakberusia 170.000 tahun.Manusia modern awal, memanggang tanaman bertepung di dalam sebuah gua di Pegunungan Lelombo, Afrika Selatan. Temuan ini juga menunjukkan perilaku kebersamaan dalam berbagi makanan dalam komunitas sesama penghuni gua.

Namun jejak memasak makanan dapat jauh lebih purba lagi. Terdapat buktisistem perapian yg agak samar.Ditemukan pada sebuah sedimen di dalam gua di Wonderwerk di Afrika Selatan. Usianya mencapai 1 juta tahun. Francesco Berna, seorang arkeolog di Universitas Boston di Massachusetts, & rekan-rekannya menemukan abu dari rumput, dedaunan, semak-semak & potongan tulang yg sudah terbakar. Diperkirakan merupakan jejak-jejak yg sudah ditinggalkan oleh Homo Erectus.

Perubahan bentuk anatomi akibat makanan

Sebagai alternatif untuk menelusurinya juga dapat ditemukan pada perubahan gigi & rahang hominin.Geraham menyusutdan tengkorak tumbuh sekitar 1,9 juta tahun yg lalu.Menurut Richard Wranghamdi Universitas Harvard, mencerminkan sebuah momen bahwa hominin mengembangkan rasa untuk makanan yg dimasak. Karena ini membutuhkan lebih sedikit mengunyah. Makanan jadi lebih mudah dicerna, sehingga dapat mencukupi energi untuk mempertahankan otak yg lebih besar. Jejaknya dapat terlihat pada gigi bungsu yg datang paling terakhir di mulut kita. Gigi ini awalnya sangat menolong nenek moyang kita yg makan makanan keras & tidak dimasak yg menggerus gigi mereka anehnya, gigi bungsu ini kemunculannya tetap terpelihara hingga sekarang ketika hampir semua makanan yg dikonsumsi manusia dimasak terlebih dulu.

Homo erectusmengembangkan tulang rusuk & panggul yg lebih sempit, usus akbar yg lebih pendek, & usus kecil yg lebih panjang.Ini menciptakan usus manusia purba mengecildan mempercepat proses pencernaan makanan. Usus yg lebih pendek memungkinkan lebih banyak energi untuk dialihkan dari usus ke organ-organ penting tubuh lainnya, seperti otak.

Para ilmuwan telahmenemukanbahwa laju aliran darah menuju otak mungkin merupakan indikasi kemampuan kognitif yg lebih baik daripada ukuran dari otaknya saja.

Roger S. Seymourdari University of Adelaide,mengatakan:AntaraArdipithecusyang berusia 4,4 juta tahun danHomo sapiens, otak jadi hampir lima kali lebih besar, tetapi laju aliran darahnya bertambah akbar sembilan kalinya. Ini menunjukkan bahwa setiap gram materi otak memerlukan energi hampir dua kali lipatnya, yg sudah jelas karena aktivitas sinaptik yg lebih akbar & pemrosesan informasinya.

Nampaknya ini masuk akal & dapat dikaitkan dengan perkembangan otak manusia. Sejalan dengan yg diungkapkan olehSuzana Herculano-Houzeldari Vanderbilt University, dalamtullisannya:

Jika orang terus mengonsumsi makanan mentah, seperti primata lainnya, mereka perlu menghabiskanlebih dari sembilan jam setiap hari untukmencari, mengumpulkan, memetik, & makan untuk memberi asupan energi terhadap16 miliar neuron kortikal mereka.Lupakan menemukan listrik atau membangun pesawat terbang.Tidak akan ada waktuuntuk melihat bintang-bintang & bertanya-tanya tentang apa yg mungkin terjadi.Sepupu kera akbar kita, sering menyenangi masakan mentah, masih memiliki paling banyaksetengah neuron kortikal seperti kita & mereka makan lebih dari delapan jam per hari.

Sumber​














Hari ini 09:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.