• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Manusia Kerdil Bone, Siapakah Mereka?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
OH926.jpg

Salah satu dinding goa yang diduga menjadi perkampungan suku Oni, manusia kerdil di pedalaman hutan belantara Bone, Sulawesi Selatan

Orang-orang berukuran kerdil ternyata tidak hanya dikenal di wilayah Kerinci Seblat, Sumatera Barat atau Liang Bua di Flores. Bila di Kerinci mereka dikenal sebagai "orang pendek", di Flores sebagai Homo floresiensis, maka fenomena orang kerdil di Bone, Sulawesi Selatan dikenal sebagai "suku Oni."

Cerita mengenai keberadaan orang-orang kerdil yang hidup di gua-gua di tengah hutan ini masih simpang siur. Sebagian warga yang bermukim di sekitar pegunungan Bone menjuluki mereka sebagai mahluk setengah siluman karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai mahluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih kecil.

Adjiep Padinding, budayawan yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan menuturkan, suku Oni dahulu dikenal sebagai orang-orang yang sangat baik dan mau bergaul dengan warga Dusun Dekko. "Dulu itu kalau ada warga yang mau adakan pesta perkawinan, selalu pinjam perabot dari suku Oni, seperti piring, mangkuk dan yang lainnya. Tapi karena warga peminjam sering tak jujur, hubungan baik itu tidak berlanjut," katanya.

Warga yang dipinjami perabot, menurut Adjiep, seringkali tidak mengembalikan barang-barang yang disebutkan sangat bagus. Akibat ketidakpercayaan itu, anggota suku Oni membatasi pergaulan dengan warga desa.

Keberadaan suku Oni pertama kali diungkapkan oleh Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka. Ia mengaku pernah berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 cm ini, bahkan ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan Tanjung Palette.

"Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, sekitar 17 tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk ke dalam perkampungan mereka. Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus berjalan sekitar 3 kilometer. Saat hendak masuk memang agak sulit karena mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja, tapi di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan bertingkat-tingkat," jelas Lukman.

Dikatakan Lukman, tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke dalam goa ini. Mereka yang ingin masuk harus melalui seorang perantara dan harus orang yang tak punya niat jahat. Masih menurut Lukman, bahasa yang digunakan suku ini berbeda dengan bahasa kampung sekitarnya, sehingga komunikasi tidak mudah dilakukan.

Cerita lain menyebutkan, suku Oni bisa "dipancing" keluar tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang diletakkan di mulut goa. Namun beberapa orang yang mencoba cara ini tidak mendapati kehadiran mereka.

Apakah suku Oni benar ada? Seperti halnya kisah "orang pendek" di Kerinci, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar ada. Keberadaan mereka hanya diketahui dari cerita warga yang mengaku pernah melihatnya.

"Saya sering dapat laporan dari warga bahwa kalau malam malam ada orang kecil bawa obor dan ambil air di sumur," ujar Amrullah, Mantan Kepala Kelurahan Palette yang kini menjabat Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Dinas Sosial kabupaten Bone ini, Selasa (08/05/2012). "Siapakah mereka, tidak ada yang tahu."
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.