yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
DARAH adalah cairan yang beredar di seluruh tubuh membawa nutrisi dan oksigen ke semua sel dan jaringan, dan pada saat yang sama menghilangkan bahan limbah dan karbondioksida.
Sel darah putih atau leukosit, memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh seseorang. Sel darah putih melawan infeksi dalam proses yang dikenal sebagai fagositosis di mana mereka mengelilingi organisme asing dan menghancurkannya.
Sel darah putih juga membantu dalam produksi, transportasi dan distribusi antibodi dalam rangka membangun sistem kekebalan tubuh. Ketika terjadi infeksi akut, sel-sel darah putih memproduksi colony-stimulating factor (CSF), yang selanjutnya merangsang sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah putih. Produksi ini dapat dua kali lipat dalam beberapa jam.
Namun, terlalu banyak sel darah putih tidak selalu berarti hal yang baik. Jumlah sel darah putih normal adalah antara 4.500 dan 10.000 sel per mikroliter. Dengan tidak adanya penyakit, mereka membentuk hanya sekitar 1% volume total darah dalam tubuh, demikian seperti yang dilansir Steadyhealth.
Ada lima jenis sel darah putih dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh. Mereka adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. Pada orang normal, jumlah sel darah putih berkisar:
Ini penting Anda ketahui karena berfungsi sebagai indikator untuk penyakit tertentu. Sebagai contoh, jumlah neutrofil tinggi akan menunjukkan infeksi, kanker atau stres fisik. Ssementara jumlah limfosit yang tinggi akan menunjukkan AIDS. Jumlah monosit dan eosinofil tinggi biasanya menunjukkan infeksi bakteri.
Tinggi jumlah sel darah putih dapat mengindikasikan infeksi, peradangan, trauma, kerusakan jaringan (luka bakar), penggunaan obat tertentu, seperti kortikosteroid, antibiotik atau obat anti-kejang, alergi, penyakit sumsum tulang kronis seperti gangguan myeloproliferative, leukemia akut atau kronis, serta penyakit divertikular.
Sel darah putih atau leukosit, memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh seseorang. Sel darah putih melawan infeksi dalam proses yang dikenal sebagai fagositosis di mana mereka mengelilingi organisme asing dan menghancurkannya.
Sel darah putih juga membantu dalam produksi, transportasi dan distribusi antibodi dalam rangka membangun sistem kekebalan tubuh. Ketika terjadi infeksi akut, sel-sel darah putih memproduksi colony-stimulating factor (CSF), yang selanjutnya merangsang sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah putih. Produksi ini dapat dua kali lipat dalam beberapa jam.
Namun, terlalu banyak sel darah putih tidak selalu berarti hal yang baik. Jumlah sel darah putih normal adalah antara 4.500 dan 10.000 sel per mikroliter. Dengan tidak adanya penyakit, mereka membentuk hanya sekitar 1% volume total darah dalam tubuh, demikian seperti yang dilansir Steadyhealth.
Ada lima jenis sel darah putih dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh. Mereka adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. Pada orang normal, jumlah sel darah putih berkisar:
• Neutrofil: 3150-6200
• Limfosit: 1500 hingga 3000
• Monosit: 300 sampai 500
• Eosinofil: 50 sampai 250
• Basofil: 15 sampai 50, per mikro liter darah.
• Limfosit: 1500 hingga 3000
• Monosit: 300 sampai 500
• Eosinofil: 50 sampai 250
• Basofil: 15 sampai 50, per mikro liter darah.
Ini penting Anda ketahui karena berfungsi sebagai indikator untuk penyakit tertentu. Sebagai contoh, jumlah neutrofil tinggi akan menunjukkan infeksi, kanker atau stres fisik. Ssementara jumlah limfosit yang tinggi akan menunjukkan AIDS. Jumlah monosit dan eosinofil tinggi biasanya menunjukkan infeksi bakteri.
Tinggi jumlah sel darah putih dapat mengindikasikan infeksi, peradangan, trauma, kerusakan jaringan (luka bakar), penggunaan obat tertentu, seperti kortikosteroid, antibiotik atau obat anti-kejang, alergi, penyakit sumsum tulang kronis seperti gangguan myeloproliferative, leukemia akut atau kronis, serta penyakit divertikular.