Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Kita pasti sudah tahu (dan juga membuktikannya langsung), bahwa menangis bisa meredakan emosi dan menenangkan hati. Kabar bagusnya, menurut sebuah penelitian dari Universitas Minnesota, menangis nggak cuma berefek sama perasaan saja, lho. Tubuh kita pun juga ikut menyeimbangkan diri.
Ibaratnya begini. Ketika kita stress, banyak reaksi kimia yang terjadi di tubuh kita dan bisa berbahaya kalau nggak dikeluarkan. Ketika mengalami banyak tekanan, kita akan menangis. Nah, air mata mengandung protein dan berbagai hormon, termasuk hormon stres. Hormon stress ini bisa menyebabkan gangguan di dalam otak kita. Tuh, bahaya, kan? Makanya, kalau setelah menangis, biasanya syaraf tubuh kita nggak tegang lagi.
Nah, karena fungsinya ini, beberapa psikolog menyarankan untuk menangis sebagai langkah awal menyembuhkan stress. So, kalau memang beban berat sudah nggak bisa ditahan lagi, menangis lah