• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Manfaat ASI dan Menyusui untuk Bayi dan Ibu

jennywijaya

IndoForum Newbie A
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
318
Nilai reaksi
1
Poin
18
Menyusui adalah sebuah cara alami untuk ibu memberikan manfaat ASI bagi bayi dengan kandungan zat gizi yang mereka butuhkan pada bulan-bulan pertama kehidupan mereka. Menyusui juga dapat membantu ibu pulih dengan lebih cepat setelah masa persalinan. Akademi Pediatri Amerika (AAP) dan juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan para ibu untuk memberikan ASI eksklusift pada enam bulan pertama kehidupan anak.

Setelah mendapatkan manfaat ASI eksklusif dengan optimal, ibu disarankan untuk memberikan makanan lain seperti buah, sayuran, dan gandum. Namun, bayi masih terus harus mendapatkan ASI meskipun sudah memasuki masa MPASI. Menyusui si kecil memiliki manfaat kesehatan jangka panjang dan pendek, baik untuk ibu dan juga untuk bayi. Untuk bayi, misalnya, beberapa manfaat yang bisa didapat di antaranya adalah:

  • Mengurangi infeksi. Ada korelasi atau hubungan antara bayi yang diberi ASI dan memiliki lebih sedikit infeksi pada masa kanak-kanak, seperti infeksi telinga, pernapasan, dan usus. Selain itu, bayi yang diberi ASI akan lebih sedikit menderita demam dibandingkan dengan mereka yang tidak.
  • Kekebalan tubuh yang lebih baik dalam melawan virus dan bakteri. ASI mengandung immunoglobulin, atau antibodi, dari ibu. Protein tersebut dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi sehingga sistem kekebalan dapat melindungi tubuh seorang diri.
  • Mengurangi risiko sindrom kematian anak tiba-tiba (SIDS). Bayi yang menyusui ASI memiliki risiko yang lebih rendah dalam menderita SIDS, baik pada bulan pertama dan juga tahun pertama kehidupan anak.
  • Berat tubuh yang lebih sehat. Anak-anak yang diberi ASI eksklusif memiliki laju obesitas kanak-kanak yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang diberi formula.
  • Risiko diabetes yang lebih rendah. Menyusui anak dapat mengurangi risiko menderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada anak.
Manfaat ASI tidak hanya untuk bayi saja. Ibu menyusui juga dapat mengalami beberapa manfaat dari menyusui si kecil. Beberapa manfaat yang bisa ibu dapatkan di antaranya adalah:

  • Mempercepat pemulihan. Menyusui dapat melepaskan level oxytocin yang lebih tinggi. Hormon ini dapat membantu meningkatkan kontraksi rahim yang membuat rahim untuk kembali ke ukuran kehamilan.
  • Mengurangi berat badan kehamilan dengan lebih cepat. Mereka yang menyusui si kecil secara eksklusif dapat menurunkan berat badan pasca melahirkan dengan lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui anak.
  • Mengurangi risiko depresi. Ibu menyusui juga dapat mengurangi risiko depresi pasca persalinan dengan cara menyusui bayi secara eksklusif.
  • Mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Semakin lama waktu yang digunakan oleh seorang ibu dalam menyusui anak, semakin rendah pula risiko mereka untuk menderita kanker ovarium dan kanker payudara.
  • Menurunkan laju kondisi medis tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menyusui anak selama satu hingga dua tahun juga memiliki risiko lebih rendah 10 hingga 50 persen dalam menderita kondisi medis tertentu, termasuk di antaranya adalah diabetes tipe 2, penyakit jantung, kolesterol dan trigliserida yang tinggi, arthritis, dan tekanan darah tinggi.
Manfaat ASI tidak hanya dapat dirasakan oleh anak, tetapi juga oleh ibu. Namun, apakah ada kekurangan dengan memberi ASI untuk anak? Jawaban singkatnya adalah tidak ada efek negatif dari pemberian ASI. Namun, bagi ibu yang baru memiliki anak, beberapa orang akan merasa tidak nyaman saat menyusui si kecil. Banyak orang juga akan merasa nyeri pada minggu pertama hingga 10 hari setelah mulai menyusui si kecil. Namun, hal ini biasanya hanya bersifat sementara, dan dapat membuat pemberian makan pertama anak menjadi suatu hal yang sulit. Jika terus dilakukan, ibu akan menemukan posisi menyusui yang tepat, lebih terbiasa, dan juga lebih nyaman.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.