Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.992
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Manchester City kian perkasa.
Pemain Manchester City Phil Foden merayakan gol keempat timnya bersama rekan-rekan satu regu saat menang melawan Liverpool di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 7 Februari 2021. (Pool via REUTERS/LAURENCE GRIFFITHS)
City sendiri terlihat harap menjadikan performa saat ini sebagai fondasi untuk jadi regu yg mendominasi Inggris, bahkan Eropa, hingga beberapa musim ke depan.Jakarta (ANTARA) - "Jika Manchester City menang di Anfield, mereka pasti dapat menang di mana pun."
Kalimat itu dilontarkan komentator Inggris yg memandu pertandingan Liverpool melawan City di Stadion Anfield saat City memimpin 2-1 sebelum menang 4-1, Minggu pekan lalu.
Menang akbar melawan pemenang bertahan Liga Premier yg sebelum ini sangat sulit dikalahkan di kandangnya adalah penegasan bahwa City dapat mengalahkan siapa pun & di mana pun, selain sudah berubah kembali jadi kekuatan dominan seperti masa sebelum Liverpool merajalela musim lalu, walaupun sudah ada dua regu sebelumnya yg sukses memecahkan rekor tak pernah kalah The Reds di Anfield, yakni Brighton pada 4 Februari dam Burnley pada 22 Januari.
Dilatih oleh Pep Guardiola yg pernah mengarsiteki dua raksasa dunia Barcelona & Bayern Muenchen, City belakangan ini sulit sekali diimbangi di sektor mana pun, baik pada sepertiga terakhir lapangan, di tengah, maupun pertahanan.
Mereka menyerang bergelombang dari segala arah, namun begitu kehilangan bola atau lawan merancang serangan, secepat kilat mereka meneror lawan begitu bola balik dikuasai lawan hingga lawan kesulitan menusuk pertahanan mereka.
Pemain-pemain mereka seperti lebih dari 11 orang karena sering ada di setiap sudut lapangan. Mereka bareng menyerang, bareng juga saat bertahan. Mereka tak henti berlari, mengisi setiap celah & ruang, mengganggu lawan, & tak segan bertarung memperebutkan bola.
Mereka juga cerdik bermanuver. Setiap kali berada di mulut gawang lawan, empat hingga lima pemain mereka sudah siap menunggu bola & sedia memanfaatkan peluang setipis apa pun.
Mereka persis Liverpool musim lalu. Andai saja Liverpool tak kehilangan Virgil van Dijk & sejumlah pemain pilar, Liga Inggris musim ini mungkin kembali cuma dapat jadi ajang bertarungnya The Reds & City seperti dalam tiga musim terakhir.
Kalau pun dapat ditembus lawan, bek-bek mereka yg tangguh yg dikomandani Ruben Diaz & John Stones, siap menjegal mereka, dalam tempo yg nyaris sering tepat waktu. Diaz & Stones bahkan sudah berubah jadi duet pertahanan paling tangguh di Inggris.
Kedatangan Ruben Diaz ke Stadion Etihad dianggap sama dengan kedatangan van Dijk di Anfield, sama-sama membawa akibat langsung kepada regu sehingga regu mereka jadi sangat sulit ditembus, kendati lawan memiliki regu serang yg tajam.
Cuma kebobolan 14 kali dari 22 pertandingan liga adalah buktinya. Tak ada regu Liga Inggris yg kebobolan gol sesedikit itu. Tottenham yg jadi regu kedua yg paling sedikit kebobolan pun berselisih jauh dengan kebobolan 22 gol.
Sejak takluk 2-5 kepada Leicester pada 27 September 2020, City tidak pernah lagi kebobolan di atas dua gol baik, dalam pertandingan liga maupun pertandingan Liga Champion, Piala Liga & Piala FA.
Dan kebobolan dua gol itu pun cuma terjadi saat dikalahkan 0-2 oleh Tottenham Hotspur pada 22 November 2020.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: City unggul lima poin seusai runtuhkan Anfield
Baca juga: Guardiola bangga Manchester City akhirnya patahkan keangkeran Anfield
Selanjutnya: City memang tengah meretas jalan sukses merengkuh banyak gelar
Berita diatas dikutip dari internet, jika Manchester City kian perkasa adalah spam, mohon beritahu kami.
Pemain Manchester City Phil Foden merayakan gol keempat timnya bersama rekan-rekan satu regu saat menang melawan Liverpool di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 7 Februari 2021. (Pool via REUTERS/LAURENCE GRIFFITHS)
City sendiri terlihat harap menjadikan performa saat ini sebagai fondasi untuk jadi regu yg mendominasi Inggris, bahkan Eropa, hingga beberapa musim ke depan.Jakarta (ANTARA) - "Jika Manchester City menang di Anfield, mereka pasti dapat menang di mana pun."
Kalimat itu dilontarkan komentator Inggris yg memandu pertandingan Liverpool melawan City di Stadion Anfield saat City memimpin 2-1 sebelum menang 4-1, Minggu pekan lalu.
Menang akbar melawan pemenang bertahan Liga Premier yg sebelum ini sangat sulit dikalahkan di kandangnya adalah penegasan bahwa City dapat mengalahkan siapa pun & di mana pun, selain sudah berubah kembali jadi kekuatan dominan seperti masa sebelum Liverpool merajalela musim lalu, walaupun sudah ada dua regu sebelumnya yg sukses memecahkan rekor tak pernah kalah The Reds di Anfield, yakni Brighton pada 4 Februari dam Burnley pada 22 Januari.
Dilatih oleh Pep Guardiola yg pernah mengarsiteki dua raksasa dunia Barcelona & Bayern Muenchen, City belakangan ini sulit sekali diimbangi di sektor mana pun, baik pada sepertiga terakhir lapangan, di tengah, maupun pertahanan.
Mereka menyerang bergelombang dari segala arah, namun begitu kehilangan bola atau lawan merancang serangan, secepat kilat mereka meneror lawan begitu bola balik dikuasai lawan hingga lawan kesulitan menusuk pertahanan mereka.
Pemain-pemain mereka seperti lebih dari 11 orang karena sering ada di setiap sudut lapangan. Mereka bareng menyerang, bareng juga saat bertahan. Mereka tak henti berlari, mengisi setiap celah & ruang, mengganggu lawan, & tak segan bertarung memperebutkan bola.
Mereka juga cerdik bermanuver. Setiap kali berada di mulut gawang lawan, empat hingga lima pemain mereka sudah siap menunggu bola & sedia memanfaatkan peluang setipis apa pun.
Mereka persis Liverpool musim lalu. Andai saja Liverpool tak kehilangan Virgil van Dijk & sejumlah pemain pilar, Liga Inggris musim ini mungkin kembali cuma dapat jadi ajang bertarungnya The Reds & City seperti dalam tiga musim terakhir.
Kalau pun dapat ditembus lawan, bek-bek mereka yg tangguh yg dikomandani Ruben Diaz & John Stones, siap menjegal mereka, dalam tempo yg nyaris sering tepat waktu. Diaz & Stones bahkan sudah berubah jadi duet pertahanan paling tangguh di Inggris.
Kedatangan Ruben Diaz ke Stadion Etihad dianggap sama dengan kedatangan van Dijk di Anfield, sama-sama membawa akibat langsung kepada regu sehingga regu mereka jadi sangat sulit ditembus, kendati lawan memiliki regu serang yg tajam.
Cuma kebobolan 14 kali dari 22 pertandingan liga adalah buktinya. Tak ada regu Liga Inggris yg kebobolan gol sesedikit itu. Tottenham yg jadi regu kedua yg paling sedikit kebobolan pun berselisih jauh dengan kebobolan 22 gol.
Sejak takluk 2-5 kepada Leicester pada 27 September 2020, City tidak pernah lagi kebobolan di atas dua gol baik, dalam pertandingan liga maupun pertandingan Liga Champion, Piala Liga & Piala FA.
Dan kebobolan dua gol itu pun cuma terjadi saat dikalahkan 0-2 oleh Tottenham Hotspur pada 22 November 2020.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: City unggul lima poin seusai runtuhkan Anfield
Baca juga: Guardiola bangga Manchester City akhirnya patahkan keangkeran Anfield
Selanjutnya: City memang tengah meretas jalan sukses merengkuh banyak gelar
- 1
- 2
- 3
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Manchester City kian perkasa adalah spam, mohon beritahu kami.