• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Manassa Rintis Digitalisasi Naskah Nusantara

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Ocj7.jpg
Masyarakat Pernaskahan Nusantara bersama pihak terkait sedang merintis digitalisasi manuskrip naskah Nusantara di luar negeri untuk melestarikan naskah itu.

"Pelestarian naskah-naskah Nusantara yang berada di luar negeri, itu penting. Meskipun membutuhkan danang yang tidak sedikit, upaya tersebut perlu dilakukan," kata Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Oman Fathurahman di Yogyakarta, Kamis.

Selain masalah danang, menurut dia di sela-sela penutupan Simposium Internasional Ke-14 Manassa, masih ada beberapa persoalan lain seperti perawatan, teknologi, dan rendahnya kesadaran masyarakat bahkan kalangan istana (keraton) tentang arti penting naskah kuno.

Ia mengatakan banyak warga yang terbentur persoalan ekonomi kemudian menjual atau tidak bisa merawat dengan baik naskah kuno yang dimilikinya.

"Di beberapa istana (keraton) juga ada yang belum terbuka ketika kami akan melakukan revitalisasi naskah-naskah tersebut. Kami berharap mereka akan semakin terbuka," katanya.

Peneliti naskah dari Ecole Francaise d¿Extreme-Orient (EFEO) Prancis, Henry Chambert Loir mengatakan lebih dari 10.000 naskah Nusantara saat ini tersebar di luar negeri.

"Dari jumlah itu sekitar separuhnya berada di Belanda dan beberapa lokasi lain seperti perpustakaan di Inggris. Meskipun berada di luar negeri kondisi naskah-naskah tersebut terawat dengan baik," katanya.

Menurut dia ada yang perlu disyukuri karena naskah-naskah yang cukup tua tersebut terawat dan dibawa dengan sah seperti dibeli.

"Naskah yang rata-rata umurnya cukup tua seperti dibuat abad ke-17 Masehi dibawa ke luar negeri dengan cara-cara yang sah seperti dibeli. Kesadaran masyarakat di luar negeri cukup bagus terkait naskah-naskah kuno maupun peninggalan sejarah lainnya," katanya.

Ketua Panitia Simposium, Sudibyo mengatakan Simposium Internasional Ke-14 Manassa itu menghasilkan beberapa rekomendasi penting. Rekomendasi itu di antaranya masukan kepada pemerintah untuk mengubah beberapa nama monumen di antaranya Arjuna Wijaya di Jakarta.

"Mungkin seharusnya Arjuna Jaya, karena tokoh itu bukan Arjuna Sasrabahu tetapi Pandawa. Hal itu merupakan salah satu rekomendasi yang akan kami sampaikan selain beberapa rekomendasi lainnya," kata dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM itu.
 
wah,, padahal itu warisan nenek moyang juga yang harus dilestarikan..:)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.