facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
Alkisah, subuh tadi Ibu Murtasiah berangkat ke masjid untuk salat subuh sebagai rutinitas dia setiap hari. Saat keluar rumah, pintu tidak dikunci seperti biasanya. Toh sudah puluhan tahun seperti ini, rumahnya aman-aman saja.
Saat keluar rumah itu Ibu Murtasiah menyadari ada dua orang asing di depan rumah masih mengendarai sepeda motor. Tak ada sedikitpun rasa curiga karena dia menganggap dua orang itu tetangganya. Ibu Murtasiah pun melenggang ke masjid.
Keberangkatan Ibu Murtasiah ke masjid itulah momen yang sudah dinanti si maling. Kedua maling nekat masuk ke dalam rumah yang tak dikunci. Motornya ditinggal di jalan.
Dua orang maling itu beroperasi di ruang berbeda. Satu di kamar tengah, satu lagi nekat masuk kamar. Rupanya, putra Murtasiah, Fikri baru saja bangun saat itu sehingga memergoki aksi maling di kamar tengah.
Fikri yang sebelumnya mengejar salah satu maling pulang tanpa hasil. Maling pertama tadi rupanya bergerak lebih gesit.
Saat kembali ke rumah itulah, satu maling lagi baru selesai beroperasi sambil membawa buntelan dan sepatu. Kaget ketemu Fikri, maling itu cuma bisa bilang, "Mung dinggo maem mas (Cuma buat makan mas)," kata maling itu.
Aksi dua maling saat subuh itu hanya berbuah 'hasil' satu handphone Android merk Andromax. Tapi sialnya, satu motor Yamaha Mio, dua helm, satu tas, dan satu kardus milik maling ketinggalan di TKP. Pagi harinya polisi datang ke rumah Murtasiah mengambil motor itu sebagai barang bukti. Polisi juga membongkar kardus dan tas milik maling. Isinya snack dan minuman ringan yang diduga juga hasil curian.