666
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 19114
- Sejak
- 19 Jul 2007
- Pesan
- 2.522
- Nilai reaksi
- 67
- Poin
- 48
Malaysia Peringatkan Negara Asing Tidak Campur Tangan
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Pemerintah Malaysia pada Senin memperingatkan negara-negara asing tidak campur tangan dalam politiknya, setelah New Delhi mengutarakan kecemasan atas tindakan polisi terhadap etnik minoritas India di Malaysia.
"Ini adalah Malaysia. Kami akan menangani persoalan-persoalan dan masalah-masalah kami sesuai dengan undang-undang kami, Negara-negara lain harus berhati-hati tentang hak-hak kami," kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, yang dikutip kantor berita Bernama.
Pekan lalu Perdana Menteri (PM) India, Manmohan Singh, mengatakan bahwa pihak New Delhi terganggu oleh laporan-laporan tentang penggunaan kekerasan terhadap para pemrotes di negara yang multi-budaya itu.
Amerika Serikat (AS) juga mendukung hak rakyat Malaysia untuk melakukan protes-protes damai dan mengecam ancaman untuk menggunakan undang-undang keamanan dalam negeri yang keras untuk menahan para pemrotes untuk waktu yang tidak terbatas tanpa diadili.
Tetapi, Syed Hamid Albar mengatakan, Malaysia punya hak untuk menangani masalah-masalah dalam negerinya secara layak, dan negara-negara lain harus menghormati kedaulatan negaranya.
Paling tidak 8.000 warga India melakukan protes termasuk wanita dan orang muda berkumpul di Menara Petronas Kuala Lumpur bulan lalu, mendapat perlawanan keras dari polisi, yang memukul mereka dengan tongkat dan menggunakan gas air mata dan meriam air.
Kendatipun etnik Melayu menguasai bidang politik dan penduduk China di bidang bisnis, etnik India mengeluh mereka menduduki tempat ketiga berkaitan dengan kekayaan dan pendidikan dan kesempatan-kesempatan.
http://www.antara.co.id/arc/2007/12/...campur-tangan/
Malaysia Peringatkan Etnis India Tak Libatkan Negara Lain
MALAYSIA - Departemen Luar Negeri Malaysia memperingatkan kepada pemerintahan negara lain jangan mencampuri urusan dalam negeri Malaysia. Peringatan itu dikeluarkan setelah adanya kiriman surat dari aktivis India kepada kerajaan Inggris dan PBB atas adanya tuduhan adanya pembersihan etnis di Malaysia.
Seperti yang disebutkan Associated Press, Senin (3/12/2007), Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar mengatakan, pemerintah Malaysia sanggup untuk menyelesaikan permasalahan dengan etnis India. Maka itu, Menlu mengimbau kepada mereka sebaiknya mengajukan protes kepada pemerintah saja dan tidak perlu melibatkan negara lain.
"Jika ada sesuatu hal yang merasa tidak terpenuhi, maka masih banyak jalan keluar dalam sistem kita untuk mencari kesepakatan. Malaysia tidak ingin ada campur tangan luar negeri," ujar Syed Hamid Albar.
Aktivis etnis India yang merasa menderita atas perilaku diskriminasi itu melihat, ada kebijakan yang disetujui dan ternyata merugikan penganut agama Hindu itu. Dalam surat yang disampaikan kepada Perdana Menteri Inggris Gordon Brown bulan lalu disebutkan, bukti pembersihan etnis itu adalah adanya lusinan tempat peribadatan umat Hindu yang dirobohkan.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang geram atas surat yang disampaikan aktivis India itu, menyebut mereka sebagai pembohong. Surat itu dikirimkan pemimpin Hindu Rights Action Force (Hindraf) P Uthayakumar.
Sebanyak 10.000 orang dari Hindraf minggu lalu menggelar aksi unjuk rasa. Aksi yang berakhir ricuh itu dibubarkan paksa dengan menggunakan watercannon dan gas air mata oleh polisi.
http://international.okezone.com/ind...12/03/18/65512
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Pemerintah Malaysia pada Senin memperingatkan negara-negara asing tidak campur tangan dalam politiknya, setelah New Delhi mengutarakan kecemasan atas tindakan polisi terhadap etnik minoritas India di Malaysia.
"Ini adalah Malaysia. Kami akan menangani persoalan-persoalan dan masalah-masalah kami sesuai dengan undang-undang kami, Negara-negara lain harus berhati-hati tentang hak-hak kami," kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, yang dikutip kantor berita Bernama.
Pekan lalu Perdana Menteri (PM) India, Manmohan Singh, mengatakan bahwa pihak New Delhi terganggu oleh laporan-laporan tentang penggunaan kekerasan terhadap para pemrotes di negara yang multi-budaya itu.
Amerika Serikat (AS) juga mendukung hak rakyat Malaysia untuk melakukan protes-protes damai dan mengecam ancaman untuk menggunakan undang-undang keamanan dalam negeri yang keras untuk menahan para pemrotes untuk waktu yang tidak terbatas tanpa diadili.
Tetapi, Syed Hamid Albar mengatakan, Malaysia punya hak untuk menangani masalah-masalah dalam negerinya secara layak, dan negara-negara lain harus menghormati kedaulatan negaranya.
Paling tidak 8.000 warga India melakukan protes termasuk wanita dan orang muda berkumpul di Menara Petronas Kuala Lumpur bulan lalu, mendapat perlawanan keras dari polisi, yang memukul mereka dengan tongkat dan menggunakan gas air mata dan meriam air.
Kendatipun etnik Melayu menguasai bidang politik dan penduduk China di bidang bisnis, etnik India mengeluh mereka menduduki tempat ketiga berkaitan dengan kekayaan dan pendidikan dan kesempatan-kesempatan.
http://www.antara.co.id/arc/2007/12/...campur-tangan/
Malaysia Peringatkan Etnis India Tak Libatkan Negara Lain
MALAYSIA - Departemen Luar Negeri Malaysia memperingatkan kepada pemerintahan negara lain jangan mencampuri urusan dalam negeri Malaysia. Peringatan itu dikeluarkan setelah adanya kiriman surat dari aktivis India kepada kerajaan Inggris dan PBB atas adanya tuduhan adanya pembersihan etnis di Malaysia.
Seperti yang disebutkan Associated Press, Senin (3/12/2007), Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar mengatakan, pemerintah Malaysia sanggup untuk menyelesaikan permasalahan dengan etnis India. Maka itu, Menlu mengimbau kepada mereka sebaiknya mengajukan protes kepada pemerintah saja dan tidak perlu melibatkan negara lain.
"Jika ada sesuatu hal yang merasa tidak terpenuhi, maka masih banyak jalan keluar dalam sistem kita untuk mencari kesepakatan. Malaysia tidak ingin ada campur tangan luar negeri," ujar Syed Hamid Albar.
Aktivis etnis India yang merasa menderita atas perilaku diskriminasi itu melihat, ada kebijakan yang disetujui dan ternyata merugikan penganut agama Hindu itu. Dalam surat yang disampaikan kepada Perdana Menteri Inggris Gordon Brown bulan lalu disebutkan, bukti pembersihan etnis itu adalah adanya lusinan tempat peribadatan umat Hindu yang dirobohkan.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang geram atas surat yang disampaikan aktivis India itu, menyebut mereka sebagai pembohong. Surat itu dikirimkan pemimpin Hindu Rights Action Force (Hindraf) P Uthayakumar.
Sebanyak 10.000 orang dari Hindraf minggu lalu menggelar aksi unjuk rasa. Aksi yang berakhir ricuh itu dibubarkan paksa dengan menggunakan watercannon dan gas air mata oleh polisi.
http://international.okezone.com/ind...12/03/18/65512