• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Makin Sulitnya Beli Mobil Baru di China

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. AD5356QU
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

AD5356QU

IndoForum Beginner C
No. Urut
281096
Sejak
27 Mei 2013
Pesan
794
Nilai reaksi
9
Poin
18
q8hf.jpg
Pemerintah Beijing terus berupaya untuk mengurangi jumlah populasi mobil baru di jalan raya. Rencananya, mereka siap memangkas jumlah pembelian kendaraan sampai 38 persen mulai 2014.

Langkah itu diambil untuk menekan ledakan kendaraan yang berimbas pada kemacetan serta meningkatnya emisi buang alias polusi.

Menurut harian lokal Beijing Daily, Rabu 6 Ibukota China itu akan mengurangi jumlah pemberian pelat nomor baru. Dari 240.000 nomor saat ini menjadi 150.000 pada tahun depan.

Jumlah itu akan terus dikurangi hingga beberapa tahun ke depan. Hingga tercapau target 90.000 unit per tahun pada 2017 untuk kendaraan bermesin konvensional. Sedangkan sisinya akan diperuntukan bagi mobil bertenaga terbaru seperti gas dan hybrid.

"Mereka memiliki target membatasi total jumlah kendaraan menjadi 6 juta unit. Sehingga masih banyak yang harus dikurangi setiap tahunnya," kata John Zeng, Direktur Pelaksana Lembaga Peneliti LMC Automotive yang berbasis di Shanghai.

Pemerintah pusat menargetkan hanya 6 juta unit mobil yang dijual per tahun di China pada akhir 2017. Pengetatan pembelian akan terus dilakukan terutama di kota-kota besar seperti Guangzhou dan Shanghai.

Beijing juga mulai melelang pelat nomor mobil baru sejak Januari 2011, dengan kuota 20.000 unit per bulan. Shanghai dan Guangzhou juga sudah memberlakukan hal itu, sedangkan delapan kota lain mulai melakukan kebijakan serupa.

Upaya lain yang bakal dilakukan pemerintah kota Beijing adalah melakukan pembatasan penggunaan kendaraan komersial berbadan besar dan mempelajari mekanisme pajak lalu lintas baru.

Keputusan ini tentu membuat produsen kendaraan semakin sulit menjual produknya. Padahal, mereka menjadikan China sebagai pasar terbesar di dunia. Bahkan banyak dari mereka rela menggelontorkan investasi cukup besar untuk membangun pabrik di negeri Tirai Bambu itu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.