Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di lomba antarkampus bergengsi seperti Campus League Futsal fase Regional Yogyakarta 2025 tentunya bukan cuma soal adu cepat, adu gol, & adu gengsi antarkampus. tetapi di balik tensi lapangan yg panas, ada ruang belajar & evaluasi yg berjalan diam-diam, salah satunya ewat layar video.
Di area Transit Room GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), para pemain tak cuma berkeringat di lapangan, tetapi berada juga di depan monitor, karena setelah pertandingan, mereka dapat langsung menonton ulang laga yg baru saja selesai, mengerjakan evaluasi cepat, bahkan merancang strategi baru tanpa harus menunggu lama. Fitur ini jadi salah satu perkembangan Campus League pada musim nol yg benar-benar mempermudah regu untuk belajar dari permainan sendiri.
Belajar Langsung dari Laga Sendiri
Kapten regu futsal putra UII, Ariel Brega Utama, menyebut video pertandingan jadi salah satu kunci dari persiapan timnya. Video penting banget buat evaluasi & juga buat baca lawan. Kami nonton permainan mereka supaya tahu gimana cara menghadapi. Kalau lawan punya pemain tinggi-tinggi, strategi kami langsung disesuaikan. Video berpengaruh banget ke persiapan, ujarnya.
Dengan sistem video yg langsung tersedia di venue, regu dapat meninjau permainan secepatnya. Setiap momen penting terekam, dari skema gol hingga kesalahan kecil di lini pertahanan. Semua jadi bahan belajar yg nyata, jadi sumbernya bukan cuma catatan evaluasi dari ingatan saja tetapi ada visual yg mendukung.
Analisis Jadi Budaya Baru
Fasilitas siaran langsung & rekaman berkualitas tinggi ini juga memperkuat kultur analisis di level kampus. Setiap pertandingan di Campus League diproduksi dengan standar profesional, & rekamannya dapat langsung diakses lewat Channel YouTube Campus League.
Pelatih regu futsal putri Universitas Negeri Malang (UM), Arif Rahmat Hidayatullah, pun mengungkapkan kalau ia menjadikan rekaman ini sebagai bahan pembelajaran utama.
Saya sering lihat rekaman pertandingan dari YouTube Campus League. Penting sekali supaya regu tahu apa yg harus diperbaiki & disiapkan buat laga berikutnya,
katanya.
Pendekatan ini juga dimanfaatkan oleh squad putra Universitas Atma Jaya Yogyakarta, seperti yg diungkapkan oleh sang pelatih Coach Yosep Guntur Gathut Sujati. Menurutnya, video menolong pemain belajar bertanggung jawab atas performanya. Di video semua jelas dari keputusan yg terburu-buru hingga pelanggaran. Jadi evaluasi lebih jernih, tanpa alasan. Kalau mau maju, ya harus berani lihat diri sendiri, ujarnya.
Bikin Strategi Makin Matang
Bagi pelatih Universitas Tidar (Untidar), Nanang Oktanto, video pertandingan bukan cuma alat evaluasi, tetapi juga alat perencanaan. Kami sering replay pertandingan perdana hingga terakhir. Kesalahan perseorangan kelihatan jelas, lalu kami catat, evaluasi, & perbaiki di latihan. Hasilnya nyata, pertandingan terakhir kami menang, katanya.
Dengan dukungan fasilitas modern seperti ini, Campus League bukan cuma jadi ajang futsal terbesar antar kampus tetapi dapat juga jadi ruang belajar paling konkret bagi generasi atlet muda supaya kedepannya memiliki kemampuan analisa & evaluasi performa yg lebih matang, karena di lomba ini, semua orang belajar, mulai dari setiap gol, dari setiap kekalahan, & dari setiap tayangan ulang yg membuka mata.