kazhuueuill
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 298172
- Sejak
- 13 Agt 2025
- Pesan
- 3.951
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 38
Kalau kamu pernah berkunjung ke Provinsi Lampung, pasti setuju kalau daerah ini bukan cuma terkenal dengan pantai dan kopi robustanya, tapi juga kulinernya yang unik dan penuh cita rasa. Makanan khas Lampung punya ciri khas tersendiri — perpaduan antara rasa gurih, pedas, dan rempah yang kuat. Menariknya, banyak hidangan di sini yang masih dibuat dengan cara tradisional dan menggunakan bahan-bahan lokal yang segar.
Nah, kalau kamu penasaran apa saja makanan khas Lampung yang wajib dicoba (atau bahkan bisa kamu buat sendiri di rumah), yuk, kita bahas satu per satu!
1. Seruit — Ikon Kuliner Khas Lampung
Kalau bicara kuliner Lampung, Seruit hampir pasti disebut pertama. Hidangan ini sering disajikan di acara keluarga atau pertemuan adat. Seruit terdiri dari ikan sungai seperti baung atau layis yang dibakar, lalu disajikan dengan sambal terasi, mangga muda, dan tempoyak (fermentasi durian).Yang bikin seru, cara makannya itu bareng-bareng alias “nyeruit”. Biasanya satu piring besar diletakkan di tengah, dan semua anggota keluarga makan bersama. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan khas masyarakat Lampung.
Buat yang belum terbiasa, rasa tempoyaknya memang cukup kuat — asam dan tajam. Tapi justru di situlah letak keunikannya. Banyak orang yang awalnya ragu, tapi lama-lama malah ketagihan.
2. Tempoyak — Fermentasi Durian yang Legendaris
Kalau kamu penggemar durian, makanan ini bisa jadi pengalaman kuliner yang menarik. Tempoyak adalah hasil fermentasi daging durian yang disimpan beberapa hari hingga muncul aroma khas.Biasanya tempoyak dijadikan sambal atau campuran masakan seperti pepes tempoyak ikan patin. Rasa asam dan aroma fermentasinya berpadu sempurna dengan gurihnya ikan dan pedasnya cabai.
Walau awalnya tercium menyengat, tapi jangan salah — begitu dicicipi, rasanya unik dan bikin nagih. Tempoyak ini juga banyak ditemukan di daerah lain seperti Palembang dan Bengkulu, tapi versi Lampung dikenal punya rasa yang lebih tajam dan berani.
3. Gulai Taboh — Hangat dan Penuh Rempah
Gulai Taboh termasuk makanan khas Lampung yang kaya akan bumbu. Terbuat dari santan, ikan, dan sayur-sayuran seperti kacang panjang, daun keladi, atau rebung.Cita rasanya gurih dengan aroma rempah yang menggoda. Cocok banget disantap saat cuaca dingin atau hujan. Dalam beberapa versi, ada yang menambahkan udang atau daging sapi agar lebih berisi.
Kalau kamu berkunjung ke rumah warga Lampung, nggak jarang Gulai Taboh disajikan sebagai menu utama di acara keluarga atau hajatan besar.
4. Engkak Ketan — Manis, Lembut, dan Tradisional
Beralih ke camilan, Lampung juga punya kue khas yang populer banget, yaitu Engkak Ketan. Kue ini terbuat dari tepung ketan, santan, dan telur, lalu dipanggang berlapis-lapis hingga menghasilkan tekstur lembut dan legit.Sekilas mirip dengan kue lapis legit, tapi versi Lampung ini punya aroma santan dan gula aren yang khas. Engkak ketan biasanya disajikan di acara penting seperti pernikahan atau Lebaran.
Kalau kamu suka kue tradisional yang manis tapi nggak bikin enek, Engkak Ketan wajib banget dicoba.
5. Pisro — Pedas Gurih yang Menggoda
Selanjutnya ada Pindang Serani Ikan Rayo (PISRO), makanan khas pesisir Lampung yang kaya cita rasa. Ikan rayo atau ikan laut lainnya dimasak dengan bumbu pedas dan asam dari belimbing wuluh serta cabai merah.Sensasi segar dan pedasnya bikin nasi cepat habis! Pisro biasanya disantap hangat-hangat bersama sambal tambahan. Kalau kamu penyuka makanan pedas, ini bakal langsung jadi favorit.
6. Keripik Pisang — Oleh-oleh Wajib dari Lampung
Kalau kamu ke Lampung tapi belum beli keripik pisang, rasanya belum lengkap. Ini adalah camilan khas yang sudah jadi ikon oleh-oleh dari kota ini.Keripik pisang Lampung punya banyak varian rasa — mulai dari cokelat, keju, susu, hingga balado. Produksinya tersebar di berbagai daerah seperti Tanjung Karang dan Bandar Lampung.
Bahkan sekarang sudah banyak UMKM lokal yang mengemasnya dengan modern, sehingga cocok buat dijadikan oleh-oleh kekinian. Selain rasanya renyah, harganya juga terjangkau.
7. Sambal Lampung — Pedasnya Bikin Kangen
Lampung dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cabai terbaik di Indonesia, jadi nggak heran kalau sambalnya terkenal pedas. Sambal Lampung biasanya dibuat dari cabai rawit merah, terasi, dan sedikit jeruk limo.Kelebihannya adalah aroma yang khas dan pedasnya yang “nempel” di lidah. Banyak wisatawan yang akhirnya membawa pulang sambal botolan khas Lampung karena rasanya sulit ditiru di daerah lain.
Kalau kamu suka sambal, coba deh sekali mencicip sambal Lampung — dijamin kamu bakal mencari-cari lagi.
8. Menyelami Kearifan Lokal Lewat Kuliner
Hal yang menarik dari makanan khas Lampung bukan cuma soal rasa, tapi juga nilai-nilai budaya di baliknya. Banyak hidangan lahir dari tradisi kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur terhadap alam.Misalnya, tradisi “nyeruit” yang mengajarkan pentingnya makan bersama sebagai bentuk keharmonisan. Begitu juga dengan kebiasaan menggunakan bahan lokal seperti ikan sungai, santan, dan rempah alami — semua menggambarkan kedekatan masyarakat Lampung dengan alamnya.
Jadi, saat kamu mencicipi makanan khas Lampung, sebenarnya kamu sedang menikmati “cerita” tentang kehidupan dan tradisi mereka.
Kalau kamu tertarik mengenal lebih banyak ragam kuliner dari daerah ini, kamu bisa baca selengkapnya di artikel ini.