Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan bahayanya konsumsi telur. Telur disebut-sebut dapat meningkatkan risiko kematian.
Telur merupakan salah satu sumber protein yg murah & mudah didapat. Telur juga jadi bahan makanan yg dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Telur yg beredar di pasaran banyak jenisnya. Misalnya telur ayam, bebek & ayam kampung. Umumnya, telur ayam jadi yg paling banyak dikonsumsi.
Dilansir dari Daily Mail UK (9/2), para peneliti menemukan bahwa konsumsi setengah butir telur, termasuk kuning & putih telur, dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 7%. Bahkan, risiko kematian ini akan meningkat 2 kali lipat kalau seseorang mengonsumsi 1 butir telur utuh.
Baik diolah dengan cara direbus, digoreng maupun cara lainnya,telurtetap diklaim dapat meningkatkan risiko kematian. Peneliti asal Tiongkok yg memimpin penelitian ini mempercayai bahwa penyebabnya berasal dari kadar lemak & kolesterol yg tinggi dalam telur.
Para peneliti mengerjakan penelitian ini dengan mengambil data melalui kuesioner kepada lebih dari 500 ribu orang Amerika. Kuesioner diambil pada tahun 1995-1996 & diobservasi selama 16 tahun.
Data dari hasil penelitian yg diterbitkan dalam PLOS ONE ini menunjukkan bahwa 129.328 partisipan yg mengisi kuesioner sudah meninggal. Hal ini dikaitkan dengan asupan telur & kolesterol yg dikonsumsi.
"Dalam penelitian ini, asupan telur & kolesterol dikaitkan dengan penyebab penyakit kardiovaskular & kanker yg lebih tinggi dibanding yg lainnya," mengatakan Profesor Yu Zhang.
Peningkatan kematian yg terjadi pada partisipan ini dikaitkan dengan pengaruh telur & asupan kolesterol. Sebenarnya, hubungan antara kolesterol & telur ini sudah diperdebatkan selama bertahun-tahun.
Telur banyak ditambahkan pada pedoman pola makan nasional di beberapa negara. Nyatanya, telur & secara spesifik kuning telur justru mengandung kolesterol yg cukup tinggi & berbahaya.
Setelah diteliti lebih dalam, para partisipan diketahui mengonsumsi telur & tambahan 300 miligram kolesterol per hari. Pola makan yg seperti ini dikatakan dapat meningkatkan 19% risiko kematian dalam 16 tahun ke depan.
Secara khusus, risiko kematian ini disebabkan oleh kanker & penyakit kardiovaskular yg masing-masing naik sebesar 24% & 16%. Sedangkan, pada putih telur ayam tidak ditemukan kolesterol seperti di kuning telur yg mengandung 186 miligram kolesterol.
"Temuan kami menyarankan untuk membatasi asupan kolesterol & mengganti telur utuh dengan putih telur atau sumber protein alternatif lainnya untuk kesehatan kardiovaskular & kelangsungan hidup jangka panjang," mengatakan para peneliti.
Para peneliti menganjurkan untuk mengonsumsi putih telur saja atau beralih ke sumber protein lainnya yg lebih sehat & tidak memicu peningkatan risiko kematian. Misalnya dengan konsumsi kacang-kacangan yg dapat mengurangi risiko kematian hingga sepertiganya.
Telur sebenarnya dapat jadi salah satu opsi sumber protein kaya vitamin & mineral yg dapat ditambahkan dalam pola makan sehari-hari. Tetapi ketika anda menggorengtelur, itu akan menambahkan kadar lemaknya sekitar 50%.
Hanya saja penelitian ini mendapat kritik dari Dr Ada Garcia, dosen senior Public Health Nutrition di University of Glasgow yg tidak terlibat dalam penelitian.
Menurutnya metodologi & kesimpulan penelitian dapat jadi kurang tepat. Dr Garcia mengatakan ada banyak faktor lain yg jauh lebih penting untuk dipertimbangkan sebagai penyebab kematian partisipan.
"Kelebihan berat badan atau obesitas, merokok atau mengonsumsi terlalu banyak alkohol, & tidak aktif secara fisik adalah faktor yg jauh lebih penting untuk dipertimbangkan untuk pencegahan penyakit kronis & kematian terkait," ujarnya.
Ia juga menyebut kesimpulan dari penelitian ini berlebihan. "Menyalahkan telur saja untuk peningkatan risiko penyakit kardiovaskular adalah pendekatan yg simplistik & reduksionis kepada konsep diet & pencegahan penyakit," pungkasnya.
Sumber Detik.com https://www.detik.com
Hari ini 06:34