Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Bagi Anda para penyuka makanan pedas, pasti Anda pernah mendengar mitos yang menyebutkan bahwa Anda dilarang untuk banyak makan cabai sebab bijinya mampu membuat Anda terkena radang usus buntu. Mitos ini memang menggelikan sekali. Namun walaupun menggelikan, banyak orang yang masih mempercayainya.
Pertanyaannya, benarkah makan biji cabai atau tak sengaja menelan biji cabai bisa menyebabkan usus buntu?
"Dalam beberapa kasus, radang usus buntu disebabkan oleh biji atau zat-zat tak tercerna lainnya yang nyasar masuk ke dalam usus buntu. Walaupun begitu, kasus tersebut sangatlah langka. Hanya ada 1 kasus di antara 2.000 kasus," terang penelitian yang dilansir dari jurnal Nutrifood Research Center ini.
"Hal ini disebabkan karena tubuh memiliki pertahanan sendiri yang akan membuang sendiri senyawa tak tercerna dalam tubuh sehingga radang usus buntu karena biji tersebut amatlah jarang terjadi."
Lantas, sebenarnya apa yang menjadi penyebab utama dari radang usus buntu? Radang usus buntu disebabkan oleh cairan feses yang salah 'belok' dan terjebak di usus buntu. Selain itu penumpukkan lendir atau mucus juga bisa menjadi penyebab usus buntu. Baik lendir maupun feses tersebut akan mengeras dan membentuk fecalith atau batu fekal yang kemudian menutup akses ke dalam usus buntu. Lalu berkembanglah bakteri jahat yang kemudian terjebak dan menyebabkan peradangan.