WASHINGTON - Arkeolog mengklaim telah menemukan salah satu makam penguasa terbesar abad ke-7 suku Maya di Guatemala. Temuan ini mengungkap apa yang arkeolog yakini sebagai Lady K'abel, ratu yang pernah bertahta di peradaban Maya klasik.
Makam ini terungkap selama penggalian suku Maya kuno di El Perú-Waka' di wilayah Guatemala bagian utara. Di samping makam tersebut, ditemukan juga botol putih berbentuk seperti kulit kerang dengan kepala dan lengan seorang wanita yang diukir dengan khas. Artefak tersebut memiliki empat hieroglyphs yang menunjukkan benda ini milik Lady K'abel.
"Tidak ada yang pernah dibuktikan dalam arkeologi, karena kami bekerja dengan bukti yang tidak langsung.Tetapi dalam kasus kami, kami menemukan botol yang terbuat dari batu berukir, yang menunjukkan kepemilikan dari Lady K'abel," ujar arkeolog David Freidel, seperti dilansir Discovery, Rabu (24/10/2012)
Makam ini terungkap selama penggalian suku Maya kuno di El Perú-Waka' di wilayah Guatemala bagian utara. Di samping makam tersebut, ditemukan juga botol putih berbentuk seperti kulit kerang dengan kepala dan lengan seorang wanita yang diukir dengan khas. Artefak tersebut memiliki empat hieroglyphs yang menunjukkan benda ini milik Lady K'abel.
"Tidak ada yang pernah dibuktikan dalam arkeologi, karena kami bekerja dengan bukti yang tidak langsung.Tetapi dalam kasus kami, kami menemukan botol yang terbuat dari batu berukir, yang menunjukkan kepemilikan dari Lady K'abel," ujar arkeolog David Freidel, seperti dilansir Discovery, Rabu (24/10/2012)