yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Selain merusak batu nisan Kyai Ageng Prawiropurbo yang semasa hidup bernama Raden Bekel Prawiropurbo, beberapa makam lain juga dirusak. Di antaranya makam Raden Ayu Purbodiningrat, Raden Bekel Hatmodirjo dan Raden Ajeng Isdiyah.
Makam yang biasa dikunjungi peziarah itu dirusak pada bagian cungkup, batu nisan dan payung pusaka. Pelaku juga mencorat-coret batu nisan dengan cat pada lantai ruangan depan dengan menulis “syirik dan haram”.
Pelaku perusakan diduga merupakan kelompok orang yang tidak suka makam tersebut dipergunakan untuk berdoa. Perusakan dilakukan pada Senin 16 September 2013 malam sekira pukul 23.00 WIB.
"Rombongan pelaku sekira 30 orang berboncengan sepeda motor. Mereka datang sekira pukul 22.30 WIB, beberapa di antaranya masuk ke makam dan merusak. Ada yang ziarah, kemudian diminta pergi keluar," kata Yusuf Sutrisno (53) warga setempat yang kesehariannya ikut menjaga makam, Selasa (17/9/2013).
Warga setempat lainya, Abu Giran (73), mengatakan saat kejadian sedang tertidur di depan bangunan utama yang dirusak komplotan pelaku. Para perusak itu mengatakan kepadanya agar tidak menyembah batu nisan.
"Ampun nyembah kijing niku (jangan menyembah batu nisan itu)," kata Abu menirukan ucapan para pelaku.
Abu menyampaikan, makam tersebut biasanya dipadati peziarah bertepatan dengan hari pasaran meninggalnya Kyai Ageng Prawiropurbo, yakni Senin Legi. Selain itu, peziarah juga terkadang datang pada malam Rabu Legi.
Dia menceritakan kedatangan peziarah ke makam itu dengan melantunkan ayat-ayat suci. Di antaranya membaca Surat Yasin dan tahlil. Sedangkan pada malam Rabu Legi dilakukan Mujahadah Dzikrul Ghofilin dan bacaan salawat.
"Sampun diaturaken keraton (sudah disampaikan ke pihak Keraton Yogyakarta)," pungkasnya.