• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Makam Cucu HB VI Dirusak Kelompok Orang Berpedang

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
TOQKC.jpg
Makam Kyai Ageng Prawiropurbo tak jauh dari kompleks Taman Makam Pahlawan Yogyakarta dirusak kelompok orang tak dikenal. Makam cucu Sultan Hamengku Bowono VI itu berada di Jalan Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY.

Selain merusak batu nisan Kyai Ageng Prawiropurbo yang semasa hidup bernama Raden Bekel Prawiropurbo, beberapa makam lain juga dirusak. Di antaranya makam Raden Ayu Purbodiningrat, Raden Bekel Hatmodirjo dan Raden Ajeng Isdiyah.

Makam yang biasa dikunjungi peziarah itu dirusak pada bagian cungkup, batu nisan dan payung pusaka. Pelaku juga mencorat-coret batu nisan dengan cat pada lantai ruangan depan dengan menulis “syirik dan haram”.

Pelaku perusakan diduga merupakan kelompok orang yang tidak suka makam tersebut dipergunakan untuk berdoa. Perusakan dilakukan pada Senin 16 September 2013 malam sekira pukul 23.00 WIB.
6S05L.jpg
Menurut sejumlah saksi, kelompok perusak makam yang berjumlah puluhan orang itu juga merekam kegiatan yang dilakukan dengan kamera handycam. Kelompok pelaku mengenakan celana panjang sampai di atas mata kaki. Pelaku juga membawa pedang dan pentungan.

"Rombongan pelaku sekira 30 orang berboncengan sepeda motor. Mereka datang sekira pukul 22.30 WIB, beberapa di antaranya masuk ke makam dan merusak. Ada yang ziarah, kemudian diminta pergi keluar," kata Yusuf Sutrisno (53) warga setempat yang kesehariannya ikut menjaga makam, Selasa (17/9/2013).

Warga setempat lainya, Abu Giran (73), mengatakan saat kejadian sedang tertidur di depan bangunan utama yang dirusak komplotan pelaku. Para perusak itu mengatakan kepadanya agar tidak menyembah batu nisan.

"Ampun nyembah kijing niku (jangan menyembah batu nisan itu)," kata Abu menirukan ucapan para pelaku.

Abu menyampaikan, makam tersebut biasanya dipadati peziarah bertepatan dengan hari pasaran meninggalnya Kyai Ageng Prawiropurbo, yakni Senin Legi. Selain itu, peziarah juga terkadang datang pada malam Rabu Legi.

Dia menceritakan kedatangan peziarah ke makam itu dengan melantunkan ayat-ayat suci. Di antaranya membaca Surat Yasin dan tahlil. Sedangkan pada malam Rabu Legi dilakukan Mujahadah Dzikrul Ghofilin dan bacaan salawat.

"Sampun diaturaken keraton (sudah disampaikan ke pihak Keraton Yogyakarta)," pungkasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.