KBR68H- Di tengah kekawatiran gelombang kemarahan akibat filmanti Islam menyebar ke Eropa, sebuah majalah mingguan Prancis berencana menerbitkan kartun karikatur Nabi Muhammad.Majalah Charlie Hebdo menegaskan bahwa edisi terbaru yang menampilkan kartun Nabi Muhammad akan "mengejutkan orang-orang yang ingin terkejut."
Langkah majalah ini langsung mendapat kecaman dari para pemimpin politik dan agama, yang dianggap sebagai tindakan memprovokasi. Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan ketidaksetujuannya.
Namun, editor majalah, menyatakan penerbitan kartun Nabi Muhammad ini bukanlah tindakan provokasi.
"Kebebasan berekspresi, apakah ini tindakan provokasi?,"tanyanya. "Aku tidak meminta umat Islam untuk membaca Charlie Hebdo, sama seperti aku tidak akan pergi ke masjid untuk mendengarkan pidato yang bertentangan dengan hal yang aku percaya."
Langkah majalah ini langsung mendapat kecaman dari para pemimpin politik dan agama, yang dianggap sebagai tindakan memprovokasi. Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan ketidaksetujuannya.
Namun, editor majalah, menyatakan penerbitan kartun Nabi Muhammad ini bukanlah tindakan provokasi.
"Kebebasan berekspresi, apakah ini tindakan provokasi?,"tanyanya. "Aku tidak meminta umat Islam untuk membaca Charlie Hebdo, sama seperti aku tidak akan pergi ke masjid untuk mendengarkan pidato yang bertentangan dengan hal yang aku percaya."