• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Majalah ini Masalah Bagi Orang Kaya !

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Majalah ini Masalah Bagi Orang Kaya !


Sebagai media ternama yg ngabarin harta kekayaan seorang penguasaha ataupun entertainment majalah bisnis ini dapat disebut sebagai masalah bagi beberapa orang kaya. Disamping era bisnis yg semakin gancor.


Majalah itu adalah majalah forbes. Itu disebabkan isi pemberitaan dalam majalah ini terbilang sensitif. Karna ini dapat menolong pejabat pemerintah untuk mengurai berapa pendapatan mereka untuk membayar pajak.



Ya pajak adalah suatu kewajiban seorang warga negara untuk memenuhi kewajiban itu maka diambil dari persentase perhitungan hasil yg didapat dari harta kekayaan seseorang.



Pemerintah gencar mengejar setoran pajak dari para kongomerat yg namanya disebut dari majalah forbes.


Duh jadi kalau udah masuk forbes sudah pasti gengsi kian naik. Namanya orang kaya apalagi tercantum pada 10 urutan dari 100 orang kaya yg terdaftar.


Namun beberapa kongomerat yg terdaftar di majalah orang kaya ini belum tentu 100 persen benar, bahwa semua kekayaannya tercatat atau disebutkan sedemikian dengan harta yg mereka miliki. Mereka tentu tidak melaporkan semuanya & itu dapat diatur. Alasannya untuk menghindari bayar pajak yg selangit.


Apakah mereka mengerjakan manipulasi data?


Contoh di indonesia daftar orang kaya pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya dapat dibilang itu-itu saja beberapa akbar merupakan pengusaha.


Berikut 3 urutan perdana versi majalah forbes orang kaya di Indonesia

yaitu Bos Djarum R Budi & Michael Hartono. Kekayaannya Rp 612 Triliun.


Selanjutnya, keluarga Widjaja pengusaha perusahaan Sinar Mas harta kekayaannya hingga Rp 139,5 triliun.


Dan ketiga Anthoni Salim Pengusaha Makanan & perbankan ini memiliki harta kekayaan sebesar Rp 122,9 triliun.


Itu sih indonesia, nah di Luar negeri beda lagi daftar nama orang kaya beberapa akbar dari pengembang teknologi.


Ts akan ambil 3 akbar juga nih urutannya. Pertama adalah Elon Musk ($219 Miliar) bos tesla & Space X.


Kedua Jeff Bezos ($171 Miliar) bos Amazon perusahaan e-commerce raksasa.


Dan urutan ketiga Bernard Arnault & Keluarga ($158 Miliar) Bos perusahaan barang mewah terbesar di dunia.


Namun ada juga beberapa dari orang kaya yg dulu terdaftar mengambil keputusan untuk melepas jabatan CEO atau pemimpin perusahaan supaya terhindar dari Pajak yg tinggi.


Ts mencoba membeberkan hal itu dimulai dari Jack Ma bos Alibaba & Ant Group sempat menghilang sepanjang akhir tahun lalu & memberikan komentar publik pertamanya pada Januari lalu. Dulu namanya sering masuk dalam daftar orang terkaya versi forbes.


Kasus terlahir, Jack Ma diketahui kerap memberikan sindiran kepada regulator.

Ternyata itu menciptakan panas pemerintah China yg kemudian memperketat regulasi bisnis fintech sehingga perusahaan Ant Group dari Alibaba gagal melantai di bursa.

Bahkan ia juga diisukan ditahan karna mengelapkan pajak.



Begitu juga dengan Bezos diberitakan dari ProPublica mengabarkan terkait pajak penghasilan dari sejumlah orang terkaya di dunia, termasuk Jeff Bezos, Elon Musk & Warren Buffett.


Ketiga orang tersebut dinilai sangat kecil dalam mengeluarkan uang untuk membayar pajak.


ProPublica juga membocorkan data bahwa pembayaran pajak orang kaya yg disebut diata lebih kecil dari penguasaha biasa yg dinilai harus membayar pajak dari penghasilan mereka.


ProPublica, sebuah situs investigasi, sudah menulis sejumlah artikel mengenai bagaimana pemotongan anggaran di Internal Revenue Service AS sudah menghambat kemampuan lembaga ini untuk menegakkan aturan pajak pada orang-orang kaya & perusahan besar.


Bagaimana dengan para pengusaha di indonesia?


Referensi :
1 /
2 Kemarin 18:47
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.