nurma
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 170780
- Sejak
- 25 Apr 2012
- Pesan
- 1.296
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
SITUBONDO - Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menderita patah tulang setelah dibanting teman sekelasnya. Ironisnya, aksi banting itu terjadi saat keduanya bermain agedan perkelahian ala "Smack Down".
Wildan Hakiki (10), siswa SDN 1 Kilensari, sejak sepekan terakhir hanya terbaring di tempat tidurnya. Kaki kirinya patah setelah dibanting temen sekelanya, AS.
"Saya dibanting ke arah belakang, waktu saya dan AS bermain 'Smack Down'," ujar Wildan ditemui di kediamannya di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Sitobondo, Kamis (26/4/2012).
Inahiyah, ibu Wildan, menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, pihak sekolah menyebutkan Wildan hanya mengalami keseleo saat bermain dengan temannya. Patah tulang yang dialami Wildan baru diketahui setelah diperiksa ke laboratorium.
"Saya heran, sudah diurut tapi kok masih bengkak. Anak saya juga terus mengerang kesakitan, padahal sudah diurut," paparnya.
Inahiyah berencana mendatangi pihak sekolah untuk meminta pertanggunjawaban dan dipertemukan dengan keluarga AS guna membicarakan biaya pengobatan.
Ditemui terpisah, AS membantah membanting Wildan. Menurutnya, Wildan jatuh sendiri saat bermain "Smack Down". "Tidak ada saya banting, Wildan jatuh sendiri," ucapnya.
Keterangan AS terbalik dengan keterangan rekan sekelas mereka, Torik. Menurut dia, AS memang membanting Wildan.
Sementar itu, Kepala SDN 1 Kilensari, Kusno Widodo, mengaku sudah menasehati anak didinya agar tidak bermain "Smack Down". Selain berbahaya, permainan tersebut juga mengundang keributan. Tapi menurutnya, para siswa selalu acuh sehingga kejadian tersebut terjadi.
"Kami sering ingatkan kalau permainan itu berbahaya. Tapi namanya anak-anak, mereka suka tidak perduli," urai Kusno.
Kendati demikian, pihak sekolah akan menjembatani pertemuan Wildan dengan keluarga AS. Pihak sekolah juga akan membantu biaya pengobatan korban.
sumber
Wildan Hakiki (10), siswa SDN 1 Kilensari, sejak sepekan terakhir hanya terbaring di tempat tidurnya. Kaki kirinya patah setelah dibanting temen sekelanya, AS.
"Saya dibanting ke arah belakang, waktu saya dan AS bermain 'Smack Down'," ujar Wildan ditemui di kediamannya di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Sitobondo, Kamis (26/4/2012).
Inahiyah, ibu Wildan, menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, pihak sekolah menyebutkan Wildan hanya mengalami keseleo saat bermain dengan temannya. Patah tulang yang dialami Wildan baru diketahui setelah diperiksa ke laboratorium.
"Saya heran, sudah diurut tapi kok masih bengkak. Anak saya juga terus mengerang kesakitan, padahal sudah diurut," paparnya.
Inahiyah berencana mendatangi pihak sekolah untuk meminta pertanggunjawaban dan dipertemukan dengan keluarga AS guna membicarakan biaya pengobatan.
Ditemui terpisah, AS membantah membanting Wildan. Menurutnya, Wildan jatuh sendiri saat bermain "Smack Down". "Tidak ada saya banting, Wildan jatuh sendiri," ucapnya.
Keterangan AS terbalik dengan keterangan rekan sekelas mereka, Torik. Menurut dia, AS memang membanting Wildan.
Sementar itu, Kepala SDN 1 Kilensari, Kusno Widodo, mengaku sudah menasehati anak didinya agar tidak bermain "Smack Down". Selain berbahaya, permainan tersebut juga mengundang keributan. Tapi menurutnya, para siswa selalu acuh sehingga kejadian tersebut terjadi.
"Kami sering ingatkan kalau permainan itu berbahaya. Tapi namanya anak-anak, mereka suka tidak perduli," urai Kusno.
Kendati demikian, pihak sekolah akan menjembatani pertemuan Wildan dengan keluarga AS. Pihak sekolah juga akan membantu biaya pengobatan korban.
sumber