Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perkenalkan namaku Rini, usia sekarang 23 tahun, saya bekerja sebagai salah satu karyawati di BUMN akbar di Jakarta. Kata temen-temen saya memiliki paras yg cantik, dengan rambut sebahu, kulitku kuning langsat, tinggi 163 cm, dengan tubuh yg langsing & seksi. Apalagi waktu masih gadis SMP saya terpilih sebagai mayoret drum band sekolah karena kecantikanku.
Aku harap menceritakan pengalaman seks pertamaku justru dari teman baik ayahku sendiri, pengalaman sex yg tak kuduga ini terjadi ketika saya masih gadis SMP, baru saja akan masuk kelas 2 SMP di Yogya. Teman ayah itu bernama, Om Bayu & saya sendiri memanggilnya Om.
Download Vidio: Selengkapnya
Karena hubungan yg sudah sangat dekat dengan Om Bayu, ia sudah dianggap seperti saudara sendiri di rumahku. Om Bayu wajahnya sangat tampan, wajahnya tampak jauh lebih muda dari ayahku, karena memang usianya berbeda agak jauh, usia Om Bayu ketika itu sekitar 28 tahun. Selain tampan, Om Bayu memiliki tubuh yg tinggi tegap, dengan dada yg bidang.
Kejadian ini bermula ketika liburan semester, waktu itu kedua orang tuaku harus pergi ke Madiun karena ada seremoni perkawinan saudara. Karena kami & Om Bayu cukup dekat, maka saya minta kepada orang tuaku untuk menginap saja di rumah Om Bayu yg tidak jauh dari rumahku selama 5 hari itu.
Om Bayu sudah menikah, tetapi belum punya anak. Istrinya adalah seorang karyawan perusahaan swasta, sedangkan Om Bayu tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dia adalah seorang pialang mobil. Hari-hari perdana kulewati dengan ngobrol-ngobrol sambil bercanda-ria, setelah istri Om Bayu pergi ke kantor.
Om Bayu sendiri karena katanya tidak ada order untuk mencari mobil, jadi tetap di rumah sambil menunggu telepon kalau-kalau ada langganannya yg mau mencari mobil. Untuk melewatkan waktu, sering juga kami bermain bermacam permainan seperti halma, atau monopoli, karena memang Om Bayu orangnya sangat pintar berteman dengan siapa saja.
Ketika suatu hari, setelah makan siang, tiba-tiba Om Bayu berkata kepadaku, Rin.. kita main dokter- dokteran yuk.., sekalian Rini, Om periksa beneran, mumpung gratis. Memang mengatakan ayah dahulu Om Bayu pernah kuliah di fakultas kedokteran, namun putus di tengah jalan karena menikah & kesulitan biaya kuliah.
Ayoo.., sambutku dengan polos tampa curiga.
Kemudian Om Bayu mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yg dipakainya ketika kuliah dulu.
Nah Rin, anda buka deh bajumu, terus tiduran di ranjang.
Mula-mula saya agak ragu-ragu. Tapi setelah melihat mukanya yg bersungguh-sungguh akhirnya saya menurutinya.
Baik Om, kataku, lalu saya membuka kaosku, & mulai hendak berbaring.
Namun Om Bayu bilang, Lho.. BH-nya sekalian dibuka dong.., biar Om gampang meriksanya.
Aku yg waktu itu masih polos, dengan lugunya saya membuka BH-ku, sehingga kini terlihatlah buah dadaku yg masih mengkal.
Wah.., anda memang benar-benar cantik Rin.., mengatakan Om Bayu.
Kulihat matanya tak berkedip memandang buah dadaku, & saya cuma tertunduk malu.
Setelah telentang di atas ranjang, dengan cuma memakai rok mini saja, Om Bayu mulai memeriksaku. Mula-mula di tempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dharap, lalu Om Bayu menyuruhku bernafas hingga beberapa kali, setelah itu Om Bayu mencopot stetoskopnya. Kemudian sambil tersenyum kepadaku, tangannya menyentuh lenganku, lalu mengusap-usapnya dengan lembut.
Waah.. kulit anda halus ya, Rin.. Kamu pasti rajin merawatnya, katanya. Aku diam saja, saya cuma merasakan sentuhan & usapan lembut Om Bayu.
Kemudian usapan itu bergerak naik ke pundakku. Setelah itu tangan Om Bayu merayap mengusap perutku. Aku cuma diam saja merasakan perutku diusap-usapnya, sentuhan Om Bayu benar-benar terasa lembut, & lama- kelamaan terus terang saya mulai jadi agak terangsang oleh sentuhannya, hingga- hingga bulu tanganku merinding dibuatnya.
Lalu Om Bayu menaikkan usapannya ke pangkal bawah buah dadaku yg masih mengkal itu, mengusap mengitarinya, lalu mengusap buah dadaku. Ih.., baru kali ini saya merasakan yg seperti itu, rasanya halus, lembut, & geli, bercampur jadi satu. Namun tidak lama kemudian, Om Bayu menghentikan usapannya. Dan saya kira.. yah, cuma sebatas ini perbuatannya. Tapi kemudian om Bayu bergerak ke arah kakiku.
Nah.., sekarang Om periksa bagian bawah yah.., katanya. Setelah diusap-usap seperti tadi yg terus terang menciptakanku agak terangsang, saya cuma dapat mengangguk pelan saja. Saat itu saya masih mengenakan rok miniku, namun tiba-tiba Om Bayu menarik & meloloskan celana dalamku. Tentu saja saya keget setengah mati.
Ih.., Om kok celana dalam Rini dibuka..?, kataku dengan gugup.
Lho.., khan mau diperiksa.., pokoknya Rini tenang aja.., katanya dengan suara lembut sambil tersenyum, namun tampaknya mata & senyum Om Bayu penuh dengan maksud tersembunyi. Tetapi saat itu saya sudah tidak dapat berbuat apa-apa.
Setelah celana dalamku diloloskan oleh Om Bayu, dia duduk bersimpuh di hadapan kakiku. Matanya tak berkedip menatap vaginaku yg masih mungil, dengan bulu-bulunya yg masih sangat halus & tipis.
Lalu kedua kakiku dinaikkan ke pahanya, sehingga pahaku menumpang di atas pahanya. Lalu Om Bayu mulai mengelus-elus betisku, halus & lembut sekali rasanya, lalu diteruskan dengan perlahan-lahan meraba- raba pahaku bagian atas, lalu ke paha bagian dalam. Hii.., saya jadi merinding rasanya.
Ooomm.., suaraku lirih.
Tenang sayang.., pokoknya nanti anda merasa nikmat.., katanya sambil tersenyum.
Om Bayu lalu mengelus- elus selangkanganku, perasaanku jadi makin tidak karuan rasanya.
Kemudian, dengan jari telunjuknya yg besar, Om Bayu menggesekkannya ke bibir vaginaku dari bawah ke atas.
Mana sanggup saya menjawab, malahan Om Bayu mulai meneruskan lagi menggesekkan jarinya berulang-ulang. Tentu saja ini menciptakanku makin tidak karuan, saya menggelinjang- gelinjang, menggeliat- geliat ke sana-ke mari.
Ssstthh.., aahh.., Ooomm.., aahh.., eranganku terdengar lirih, dunia serasa berputar-putar, kesadaranku bagaikan terbang ke langit. Vaginaku rasanya sudah basah sekali karena saya memang benar-benar sangat terangsang sekali.
Setelah Om Bayu merasa puas dengan permainan jarinya, dia menghentikan sejenak permainannya itu, tetapi kemudian wajahnya mendekati wajahku, saya yg belum berpengalaman sama sekali, dengan pikiran yg antara sadar & tidak sadar, cuma dapat melihatnya pasrah tanpa mengerti apa yg sebenarnya sedang terjadi.
Wajahnya semakin dekat, kemudian bibirnya mendekati bibirku, lalu ia mengecupku dengan lembut, rasanya geli, lembut, & basah. Namun Om Bayu bukan cuma mengecup, ia lalu melumat habis bibirku sambil memainkan lidahnya, Hii.., rasanya jadi makin geli.., apalagi ketika lidah Om Bayu memancing lidahku, sehingga saya tidak tahu kenapa, secara naluri jadi terpancing, sehingga lidahku dengan lidah Om Bayu saling bermain, membelit-belit, tentu saja saya jadi semakin sedap kegelian.
Kemudian Om Bayu mengangkat wajahnya & memundurkan badannya. Entah permainan apa lagi yg akan diperbuatnya pikirku, saya toh sudah pasrah. Dan eh.., gila.., tiba-tiba badannya dimundurkan ke bawah & Om Bayu tengkurap di antara kedua kakiku yg otomatis terkangkang, kepalanya berada tepat di atas kemaluanku & Om Bayu dengan cepat menyeruakkan kepalanya ke selangkanganku, kedua pahaku dipegangnya & diletakkan di atas pundaknya, sehingga kedua paha bagian dalamku seperti menjepit kepala Om Bayu.
Aku sangat terkejut & mencoba memberontak, akan tetapi kedua tangannya memegang pahaku dengan kuat, lalu tanpa sungkan- sungkan lagi Om Bayu mulai menjilati bibir vaginaku.
aa.., Ooomm..!, saya menjerit, walaupun lidah Om Bayu terasa lembut, namun jilatannua itu terasa menyengat vaginaku & menjalar ke seluruh tubuhku, namun Om Bayu yg sudah berpengalaman itu, justru menjilati habis- hadapatn bibir vaginaku, lalu lidahnya masuk ke dalam vaginaku, & menari-nari di dalam vaginaku.
Lidah Om Bayu mengait-ngait ke sana-ke mari menjilat- jilat seluruh dinding vaginaku. Tentu saja saya makin menjadi-jadi, badanku menggeliat- geliat & terhentak- hentak, sedangkan kedua tanganku mencoba mendorong kepalanya dari kemaluanku. Akan tetapi usahaku itu sia-sia saja, Om Bayu terus mengerjakan aksinya dengan ganas. Aku cuma dapat menjerit-jerit tidak karuan.
aahh.., Ooomm.., jaangan.., jaanggann.., teerruskaan.., ituu.., aa.., aaku.., nndaak.., maauu.., geellii.., stoopp.., tahaann.., aahh!.
Aku menggelinjang- gelinjang seperti kesurupan, menggeliat ke sana-ke mari antara mau & tidak biarpun ada perasaan menolak akan tetapi rasa geli, bercampur dengan kenikmatan yg teramat sangat mendominasi seluruh badanku. Om Bayu dengan kuat memeluk kedua pahaku di antara pipinya, sehingga walaupun saya menggeliat ke sana-ke mari, namun Om Bayu tetap mendapatkan yg diharapkannya.
Jilatan- jilatan Om Bayu benar- benar menciptakanku bagaikan orang lupa daratan, vaginaku sudah benar-benar banjir dibuatnya, hal ini menciptakan Om Bayu jadi semakin liar, ia bukan cuma menjilat- jilat, bahkan menghisap, menyedot-nyedot vaginaku. Cairan lendir vaginaku bahkan disedot Om Bayu habis-hadapatn. Sedotan Om Bayu di vaginaku sangat kuat, menciptakanku jadi samakin kelonjotan.
Kemudian Om Bayu sejenak menghentikan jilatannya. Dengan jarinya ia membuka bibir vaginaku, lalu di sorongkan sedikit ke atas. Aku saat itu tidak tahu apa maksud Om Bayu, rupanya Om Bayu mengincar clitorisku. Dia menjulurkan lidahnya, lalu dijilatnya clitorisku.
aahh.., tentu saja saya menjerit keras sekali, saya merasa seperti kesetrum, karena ternyata itu bagian yg paling sensitif buatku. Begitu kagetnya saya merasakannya, saya hingga menggangkat pantatku. Om Bayu malah menekan pahaku ke bawah, sehingga pantatku nempel lagi ke kasur, & terus menjilati clitorisku sambil dihisap- hisapnya.
aa.., Ooomm.., aauuhh.., aahh!, jeritku semakin menggila. Tiba-tiba saya merasakan sesuatu yg teramat sangat, yg harap keluar dari dalam vaginaku, seperti mau pipis, & saya tak kuat menahannya, namun Om Bayu yg sepertinya sudah tahu, malahan menyedot clitorisku dengan kuatnya.
Ooomm.., aa!, tubuhku terasa tersengat tegangan tinggi, seluruh tubuhku menegang, tak sadar kujepit dengan kuat pipi Om Bayu dengan kedua pahaku di selangkanganku. Lalu tubuhku bergetar bersamaan dengan keluarnya cairan vaginaku banyak sekali, & tampaknya Om Bayu tidak menyia-nyiakannya disedotnya vaginaku, dihisapnya seluruh cairan vaginaku. Tulang- tulangku terasa luluh lantak, lalu tubuhku terasa lemas sekali. Aku tergolek lemas.
Om Bayu kemudian bangun & mulai melepaskan pakaiannya. Aku, yg baru perdana kali mengalami orgasme, merasakan badanku lemas tak bertenaga, sehingga cuma dapat memandang saja apa yg sedang dilakukan oleh Om Bayu. Mula-mula Om Bayu membuka kemejanya yg dilemparkan ke sudut kamar, kemudian secara cepat dia melepaskan celana panjangnya, sehingga sekarang dia cuma memakai CD saja.
Aku agak ngeri juga melihat badannya yg tinggi akbar itu tidak berpakaian. Akan tetapi ketika tatapan mataku secara tak sengaja melihat ke bawah, saya sangat terkejut melihat tonjolan akbar yg masih tertutup oleh CD- nya, mecuat ke depan. Kedua tangan Om Bayu mulai menarik CD-nya ke bawah secara perlahan- lahan, sambil matanya terus menatapku.
Pada waktu badannya membungkuk untuk mengeluarkan CD-nya dari kedua kakinya, saya belum melihat apa-apa, akan tetapi begitu Om Bayu berdiri tegak, darahku mendadak serasa berhenti mengalir & mukaku jadi pucat karena terkejut melihat benda yg berada di antara kedua paha atas Om Bayu. Benda tersebut bulat panjang & akbar dengan bagian ujungnya yg membesar bulat berbentuk topi baja tentara.
Benda bulat panjang tersebut berdiri tegak menantang ke arahku, panjangnya kurang lebih 16 cm dengan lingkaran sebesar 4 cm bagian batangnya dilingkarin urat yg menonjol berwarna biru, bagian ujung kepalanya membulat akbar dengan warna merah kehitam- hitaman mengkilat & pada bagian tengahnya berlubang di mana terlihat ada cairan pada ujungnya.
Rupanya begitu yg disebut kemaluan laki-laki, tampaknya menyeramkan. Aku jadi ngeri, sambil menduga-duga, apa yg akan dilakukan Om Bayu terhadapku dengan kemaluannya itu.
Melihat ekspresi mukaku itu, Om Bayu cuma tersenyum-senyum saja & tangan kirinya memegang batang kemaluannya, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus bagian kepala kemaluannya yg kelihatan makin mengkilap saja.
Om Bayu kemudian berjalan mendekat ke arahku yg masih telentang lemas di atas tempat tidur. Kemudian Om Bayu menarik kedua kakiku, sehingga menjulur ke lantai sedangkan pantatku berada tepat di tepi tempat tidur.
Kedua kakiku dipentangkannya, sehingga kedua pahaku sekarang terbuka lebar. Aku tidak dapat berbuat apa-apa, karena badanku masih terasa lemas. Mataku cuma dapat mengikuti apa yg sedang dilakukan oleh Om Bayu.
Kemudian dia mendekat & berdiri tepat diantara kedua pahaku yg sudah terbuka lebar itu. Dengan berlutut di lantai di antara kedua pahaku, kemaluannya tepat berhadapan dengan kemaluanku yg sudah terpentang itu.
Tangan kirinya memegang pinggulku & tangan kanannya memegang batang kemaluannya. Kemudian Om Bayu menempatkan kepala kemaluannya pada bibir kemaluanku yg belahannya kecil & masih tertutup rapat. Kepala kemaluannya yg akbar itu mulai digosok-gosokannya sepanjang bibir kemaluanku, sambil ditekannya perlahan- lahan.
Suatu perasaan aneh mulai menjalar ke kesuluruhan tubuhku, badanku terasa panas & kemaluanku terasa mulai mengembung, saya agak menggeliat-geliat kegelian atas perbuatan Om Bayu itu & rupanya reaksiku itu makin menciptakan Om Bayu makin terangsang. Dengan mesra Om Bayu memelukku, lalu mengecup bibirku.
Gimana Rin.., sedap khan..?, bisik Om Bayu mesra di telingaku, namun saya sudah tak sanggup menjawabnya, nafasku tinggal satu- satu, saya cuma dapat mengangguk sambil tersipu malu. Aku sudah tidak berdaya diperlakukan begini oleh Om Bayu & tidak pernah kusangka, karena sehari-hari Om Bayu sangat sopan & ramah.
Selanjutnya tangan Om Bayu yg satu merangkul pundakku & yg satu di bawah memegang penisnya sambil digosok-gosokkan ke bibir kemaluanku, hal ini makin menciptakanku jadi lemas ketika merasakan kemaluan yg akbar menyentuh bibir kemaluanku, saya merasa takut tetapi kalah dengan nikmatnya permainan Om Bayu, di samping pula ada perasaan bingung yg melanda pikiranku. Kemaluan Om Bayu yg akbar itu sudah amat keras & kakiku makin direnggangkan oleh Om Bayu sambil salah satu dari pahaku diangkat sedikit ke atas.
Aku benar-benar setengah sadar & pasrah tanpa dapat berbuat apa-apa. Kepala kemaluannya mulai ditekan masuk ke dalam lubang kemaluanku & dengan sisa tenaga yg ada saya mencoba mendorong badan Om Bayu untuk menahan masuknya kemaluannya itu, tetapi Om Bayu bilang tidak akan dimasukkan semua cuma ditempelkan saja. Saya membiarkan kemaluannya itu ditempelkan di bibir kemaluanku.
Tapi selang tak lama kemudian perlahan- lahan kemaluannya itu ditekan-tekan ke dalam lubang vaginaku, hingga kepala penisnya sedikit masuk ke bibir & lubang vaginaku. Kemaluanku jadi sangat basah, dengan sekali dorong kepala penis Om Bayu ini masuk ke dalam lubang vaginaku, gerakan ini menciptakanku terkejut karena tidak menyangka Om Bayu akan memasukan penisnya ke dalam kemaluanku seperti apa yg dikatakan olehnya.
Sodokkan penis Om Bayu ini menciptakan kemaluanku terasa mengembang & sedikit sakit, seluruh kepala penis Om Bayu sudah berada di dalam lubang kemaluanku & selanjutnya Om Bayu mulai menggerakkan kepala penisnya masuk & keluar & selang sesaat saya mulai jadi biasa lagi, perasaan sedap mulai menjalar ke seluruh tubuhku, terasa ada yg mengganjal & menciptakan kemaluanku serasa penuh & besar, tampa sadar dari mulutku keluar suara,
Ssshh.., sshh.., aahh. oohh.., Ooomm.., Ooomm.., eennaak.., eennaak! Aku mulai terlena saking nikmatnya & pada saat itu, tiba-tiba Om Bayu mendorong penisnya dengan cepat & kuat, sehingga penisnya menerobos masuk lebih dalam lagi & merobek selaput daraku & akupun menjerit karena terasa sakit pada bagian dalam vaginaku oleh penis Om Bayu yg terasa membelah kemaluanku.
aadduuhh.., saakkiitt.., Ooomm.., sttoopp.., sttoopp.., jaangaan.., diterusin, saya meratap & kedua tanganku mencoba mendorong badan Om Bayu, tetapi sia- sia saja. Om Bayu mencium bibirku & tangannya yg lain mengelus-elus buah dadaku untuk menutupi teriakan & menenangkanku. Tangannya yg lain menahan bahuku sehingga saya tidak dapat berkutik.
Badanku cuma dapat menggeliat-geliat & pantatku kucoba menarik ke atas tempat tidur untuk menghindari tekanan penis Om Bayu ke dalam liang vaginaku, tetapi karena tangan Om Bayu menahan pundakku, maka saya tidak dapat menghindari masuknya penis Om Bayu lebih dalam ke liang vaginaku. Rasa sakit masih terasa olehku & Om Bayu membiarkan penisnya diam saja tanpa bergerak sama sekali untuk menciptakan kemaluanku terbiasa dengan penisnya yg akbar itu.
Om.., kenapa dimasukkan semua, kan.., janjinya cuma digosok-gosok saja?, kataku dengan memelas, tetapi Om Bayu tidak bilang apa-apa cuma senyum- senyum saja.
Aku merasakan kemaluan Om Bayu itu, terasa akbar & mengganjal rasanya memadati seluruh relung-relung di dalam vaginaku. Serasa hingga ke perutku karena panjangnya penis Om Bayu tersebut. Waktu saya mulai tenang, Om Bayu kemudian mulai memainkan pinggulnya maju mundur sehingga penisnya memompa kemaluanku.
Badanku tersentak-sentak & menggelepar-gelepar, sedang dari mulutku cuma dapat keluar suara, Ssshh.., sshh.., oohh.., oohh, & tiba-tiba perasaan dahsyat melanda keseluruhan tubuhku, bayangan hitam menutupi seluruh pandanganku, sesaat kemudian kilatan cahaya serasa berpendar di mataku. Sensasi itu sudah tidak dapat dikendalikan lagi oleh pikiran normalku, seluruh tubuhku diliputi sensasi yg siap meledak.
Buah dadaku terasa mengeras & puting susuku menegang ketika sensasi itu kian menguat, menciptakan tubuhku terlonjak-lonjak di atas tempat tidur. Seluruh tubuhku meledak dalam sensasi, jari-jariku menggengam alas tempat tidur erat-erat, tubuhku bergetar, mengejang, meronta di bawah tekanan tubuh Om Bayu ketika saya mengalami orgasme yg dahsyat.
Aku merasakan kenikmatan berdesir dari vaginaku, menghantarkan rasa sedap ke seluruh tubuhku selama beberapa detik terasa tubuhku melayang- layang & tak lama kemudian terasa terhempas lemas tak bedaya, tergeletak lemah di atas tempat tidur dengan kedua tangan yg terentang & kedua kaki terkangkang menjulur di lantai.
Melihat keadaanku Om Bayu makin terangsang, sehingga dengan ganasnya dia mendorong pantatnya menekan pinggulku rapat-rapat, sehingga seluruh batang penisnya terbenam dalam kemaluanku. Aku cuma dapat menggeliat lemah karena setiap tekanan yg dilakukannya, terasa clitorisku tertekan & tergesek-gesek oleh batang penisnya yg akbar & berurat itu. Hal ini menimbulkan kegelian yg tidak terperikan.
Hampir sejam lamanya Om Bayu mempermainkanku sesuka hatinya, & saat itu pula saya beberapa kali mengalami orgasme & setiap itu terjadi, selama 1 menit saya merasakan vaginaku berdenyut-denyut & menghisap kuat penis Om Bayu, hingga akhirnya pada suatu saat Om Bayu berbisik dengan sedikit tertahan, Ooohh.., Riinn.., Riinn.., aakkuu.., maau.., keluar!, Ooohh.., aahh.., hhmm.., oouuhh!.
Tiba-tiba Om Bayu bangkit & mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian, Ccret.., crett.., crett, spermanya berloncatan & tumpah tepat di atas perutku. Tangannya dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya seolah harap mengeluarkan semua spermanya tanpa sisa.
Download Vidio: selengkapnya Hari ini 02:05