yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kapolres Boyolali, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Haryono mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran polisi, tidak ada satupun nomor kontak di telefon gengam pelaku yang berasal dari Indonesia. Seluruh nama kontak di ponsel tersangka seluruhnya nomor asing.
"Seluruh kontak telefon yang dilakukan JN, tak satupun berasal dari Indonesia. Jaringannya memang dari luar negeri. Jaringannya belum terungkap, maka kita terus kembangkan. Apakah nomor-nomor di HP JN tersebut termasuk jaringannya atau tidak," jelas Budi kepada wartawan, di Mapolres Boyolali, Jawa Tengah, Senin (6/1/2014).
Diakui oleh Budi, dalam pemeriksaan, pihaknya sedikit mengalami kesulitan. Pasalnya, JN lebih banyak diam saat dimintai keterangan menyangkut jaringannya.
Meskipun jaringan JN belum terungkap, diduga JN merupakan jaringan narkotika internasional. Sehingga pihaknya bersama Polda Jawa Tengah terus berupaya mengungkap jaringan JN.
"Berulang kali kepada penyidik dia mengaku hanya dititipi bungkusan saat berkunjung ke rumah temannya di Kamboja. Di sana dia bertemu dengan beberapa temannya dari berbagai negara, di antaranya Negeria dan Kamboja,"paparnya.
Meski berulang kali JN selalu memberikan pengakuan hanya dititipi temannya saat berlibur ke Kamboja, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resort Boyolali ini tidak begitu saja percaya.
"Tersangka sendiri dalam pemeriksaan belum mau mengakui ikut jaringan mana tersangka, alasannya klise. Berulang kali hanya mengaku dititipi barang temannya," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, JN dibekuk petugas Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya bandara internasional Adi Soemarmo saat membawa sabu seberat 946 gram, atau senilai Rp1,89 miliar. Tersangka dibekuk sesaat setelah turun dari pesawat Slik Air yang membawanya dari Singapura.