• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mahasiswa yang membuat SBY marah...!!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Nemesis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Nemesis

IndoForum Activist E
No. Urut
55724
Sejak
26 Okt 2008
Pesan
9.732
Nilai reaksi
503
Poin
113
Mungkin artikel dari majalah Gatra ini sudah lama (Agustus 2008), akan tetapi menurut aq masih menarik untuk didiskusikan. Karena bila melihat fakta dan realitas yg ada di negara kita...

berikut artikelnya :

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tylla Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum Universitas New Delhi, India, tiba-tiba mencuri perhatian. Pertanyaan Tylla kepada Presiden Yudhoyono konon membuat SBY marah. "Saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di India, ada warga yang sejak mulai bicara sampai selesai menjelek-jelekkan negeri kita dan memuji luar negeri. Saya menyesalkan," kata SBY di Tanah Air.

Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan 23 November lalu itu? Berikut petikan perbincangan Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra:

Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri?
Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! Yang saya jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya membandingkan kebijakan Pemerintah India dengan SBY. Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede banget untuk pendidikan. Adalah salah pemerintah kalau pendidikan di Indonesia makin nggak terjangkau!

Berapa uang kuliah Anda di India?
Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ 600, sekitar Rp 6 juta. Itu sudah all-in, sudah admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir biaya hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di Jakarta. Uang US$ 600 itu pun karena saya foreigner yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit saya itu dipakai buat subsidi warga India asli. Kalau orang India yang kuliah, setahun bayarnya cuma 700 rupee, sekitar Rp 40.000.

Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia?
Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk semester pertama saja habis Rp 50 juta.

Anda kaget ketika SBY marah?
Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. Melainkan karena waktu SBY ngasih penjelasan, eh, saya malah bisik-bisik ke teman. Saya bilang, ''Ah, SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya disekolahin ke luar negeri juga. Berarti dia setuju pendidikan di luar negeri bagus.''

Reaksi SBY bagaimana?
SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru sekali sekolah di luar negeri, kok, sudah sombong banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia sudah sembilan kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di Indonesia nggak jelek. Tapi kenyataannya, di ranking dunia, pendidikan Indonesia kan nggak masuk?

Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana?
Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, manggut-manggut minta maaf. Terus saya perhatikan lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa detik aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga memperhatikan penjelasan SBY.

Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan Anda?
Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa pendidikan di Indonesia tidak jelek. Pendidikan di luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga yang lebih jelek dibanding di Indonesia. Begitu. Terus waktu menjawab soal buku-buku murah, SBY bilang kalau pemerintah juga sudah menyiapkan content (materi) untuk buku-buku SD, bagaimana agar bisa kepake untuk sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan nggak nyambung dengan apa yang saya sampaikan.

Seperti apa subsidi pendidikan di India?
Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku impor karena pemerintah memberi subsidi kertas! Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama dengan penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar buku-buku mereka bisa dicetak di India, jadi bisa dijual lebih murah. Buku-buku kuliah saya, kalau dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. Kalau di Indonesia, saya bisa keluar sampai Rp 2,5 juta untuk beli buku saja. Dan karena subsidi kertas itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu langganan satu koran, satu majalah berita semacam Gatra, dan satu majalah wanita. Nah, untuk langganan tiga media itu, sebulannya saya cuma bayar 110 rupee, atau sekitar Rp 22.000. Selain itu di India, pelajar dapat fasilitas kartu abonemen yang harganya cuma 50 rupee, atau sekitar Rp 10.000, yang berlaku selama empat bulan. Dengan kartu pas itu, selama empat bulan kita bisa gratis naik bis pemerintah jurusan apa aja. Mau keliling-keliling Delhi juga boleh. Meski bisnya bobrok, tapi nyaman. Berhentinya juga cuma di halte. Kartu abonemen itu selain untuk pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, orang jompo dan physically disabled (orang cacat). Itu untuk transportasi.

Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India?
Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia, saya ingin pemerintah belajar kepada India. Orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya, pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan murah. Para insinyur di India mampu bersaing untuk masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia hanya beberapa orang saja yang beruntung. Maka tolonglah pemerintah bikin agar pendidikan itu affordable.

Tapi, pendidikan di Indonesia kan ada juga bagusnya?
Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di kampus sudah ada lift, whiteboard, pakai OHP. Kalau di sini enggak. Naik dari lantai I ke lantai IV masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak ada AC. Tapi, kalau kualitas content-nya, kita kurang.

Kalau pengajarnya bagaimana?
Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private session, masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan presidennya sendiri, Abdul Kalam, dia juga mengajar, dan masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng mahasiswanya makan malam bareng Abdul Kalam. Saya lihat Abdul Kalam itu dikritik mahasiswanya yang orang India, ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak marah kok. Masih santai aja.

Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda ditegur, misalnya oleh orang KBRI?
Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut itu justru pegawai negeri (dari Indonesia) yang tugas belajar ke India. Mereka pada marah. Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari induknya, kaget. Padahal saya kan juga bukan baru pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya saya kan juga sempat ikut summer course atau homestay gitu. Tapi kan nggak kompatibel kalau membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju. Makanya dibandingin dengan India.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


aq sendiri saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di MM UNPAD. Dan bila melihat artikel diatas sungguh jauh sekali perbedaan biaya yg harus dikeluarkan oleh seseorang bila ingin melanjutkan studinya...

Biaya kuliah saat angkatan aq (2006) untuk kelas paginya aja udah mencapai 42 juta rupiah, dan yg aq dengar biayanya semakin naik untuk tiap angkatan barunya...

Mungkin hal yg masih membingungkan aq, kenapa diluar negeri biaya untuk pendidikannya bisa terjangkau (murah), dan di Indonesia biayanya sangat mahal. Sedangkan sebagaimana yg kita ketahui bersama, bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara...


bagaimana menurut pendapat teman-teman...?? :)
 
klo gw bilang emang biaya pendidikan kita kelewat mahal ya
pa lagi dibilag s2 , karena s2 masi dianggap kemewahan buat negara kita ...
 
apa boleh buat.. kita masih dalam perkembangan.. lihat sisi positifnya.. kita jadi dituntut untuk bekerja keras.. /no1
 
Udah lah pak BY, emang kenyataan menyedihkan, wajar kalo anda marah...
 
iya juga sich.. Dah mahal2 juga tetep aja pendidikan ga maju...

orang Indonesia itu pinter cari duit koq, apapun kan bisa dikomersilkan..
termasuk pendidikan... ^^
 
Marah karena kita tidak mampu,menurut aku begitu /heh
 
tapi kayanya india mutu pendidikannya juga gak baik-baik amat....mungkin karena itu mungkin lebih murah
 
bukan marah seh, tapi kritikan buat pemerintah aja...ooh indonesia ku...
 
Indonesia sih bisanya marah ajah..
Ga bisa mkir dan mau belajar dari kesalahan.. /gg
 
gini yah

indonesia aja lg payah ngurusin idup yg miskin

bagaimanapun ,, "makan" lebih penting dari "pendidikan" (mnurut gw)

ya indonesia ma india beda jauh lah ,, india lebih berkembang dr kita
 
wew.. emg beneran y tuh??

makan = pendidikan sama penting..

tapi, duluan mana? makan kalii..

kalo nurut gw, indo msh lebih baik dr india kok!!
 
sudah ga aneh kalo di sini ada orang yg kritis dikit langsung deh marah2 daripada dipake buat introspeksi diri. Pejabat2 juga kalo ditanya pertanyaan kritis ditanya apa jawab ke mana eh ternyata presiden kita yg skarang juga sama /heh
 
tapi memang pendidikan di india lebih murah
makan memang perlu,
tapi dengan pendidikan yang baik,
rakyat dapat mencari makan dengan lebih mudah
pendidikan sangat dibutuhkan
contoh=malaysia yang maju
itu karena pendidikan disana berkembang, dan yang menyakitkan, sebelum kita pasok mereka dengan guru, mereka gak lebih dari negara kecil bahkan di asia tenggara
 
wiw... serem kalau presiden marah /heh
 
Bukalah mata kalian....kenyataan bahwa pendidikan di Indonesia itu sangat mahal...oleh karena itu yang sudah memiliki rejeki untuk berkuliah dan bersekolah dengan biaya mahal itu, jangan lah kalian pake waktu kalian untuk....



"Tawuran!!!!"

jangan berantem mulu oi para mahasiswa!!! ^_-
 
wew...

mahasiswa mhasiswa....
 
mudah2an pas gua kuliah
biayanya murah aminnn
soalnya gua lom kuliah wkwkwkwkw
 
Yah..mungkin terlalu banyak yang dikorupsi....jadi mahal...
Bodo nya lagi MAHASIAWA INDONESIA,uda tau biaya pendidikan mahal...
Kerjaan nya malah TAWURAN...Ga elit banget...Masa MAHASISWA TAWURAN.../bawi
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.