yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Karya ilmiah ini merupakan masker tidur yang merangsang sinyal otak sebagai solusi insomnia (gangguan tidur) dan gejala depresi.
Mereka ialah, Novia Dwi Asmaningtias, Azisya Amalia Karimasari, Amalia Sofiah, Priyanka Kusuma Wardhani, dan Andi Achmad Dzulfiqar.
Dr Prihartini Widiyanti selaku dosen pembimbing mengatakan inovasi ini didasari dengan keprihatina para pekerja yang selalu pulang larut malam sehingga menimbulkan ganguan tidur dan menyababkan insomnia.
“Kalaupun bisa tidur, kualitasnya kurang. Padahal dalam mengikuti kuliah atau mengerjakan tugas, mahasiswa dituntut fresh. Para pekerja juga sama seperti itu,” tutur Prihartini, di Unair Kampus C, Selasa (12/5/2015).
Novita Dwi Asmaningtias salah satu anggota penelitian inovasi ini menjabarkan hasil survei. Yakni, keberadaan sekitar 20-50% orang dewasa mengalami gangguan tidur setiap tahunnya, dan 17% diantaranya mengalami gangguan tidur serius.
Bahkan gangguan tidur pada lansia mancapai 67%. Pada dasarnya gangguan tidur merupakan salah satu gejala depresi, yang penderitanya telah mencapai angka 17-27% di Indonesia. Sedangkan di dunia diperkirakan mencapai 5-10%.
Dilain hal, masker ini bisa diprogram selayaknya menggunakan alarm pada handphone.
"Waktu bangun pemakaianya bisa diatur. Kelebihan lainmasker tidur ini adalah keberadaan Light Emitting Diode (LED) atau cahaya yang mampu mempengaruhi gelombang otak manusia," tambahnya.
Kelebihan lain, adanya suara-suara binaural semacam dentingan yang berbeda antara earphone di telingan kiri dan kanan yang membuat rileks menjelang tidur ketika dipakai.
LED yang digunakan ada dua warna lampu. Yakni LED lampu biru untuk membuat tidur dalam, dan LED kuning untuk membangunkan dari tidur sesuai jam yang telah ditentukan.
“Alat ini mampu memberikan kualitas tidur yang lebih baik dan pengaturan waktu bangun yang lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan alarm pada umumnya,” tandas Novia.
Ia menambahkan kalau alat ini akan disempurnakan menjadi alat yang menarik bentuknya. “Sementara ini kan masih seperti alat yang terkesan menyeramkan. Nanti kan kami poles menjadi menarik,” terang mahasiswa semester enam ini.
Manfaat lain alat ini ialah tidur menjadi berkualitas agar lebih fresh. Sehingga setelah terbangun, akan mencegah terjadinya depresi.