Makassar - Puluhan mahasiswa kembali melakukan unjuk rasa memprotes pemadaman listrik bergilir di kantor PLN Sultanbatara, Kamis.
Dalam aksinya mereka memberikan "hadiah" keranda mayat sebagai simbol kekecewaannya terhadap kinerja PLN.
Pemberian keranda mayat yang terbuat dari bambu ini oleh puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) UNM diletakkan langsung dihadapan Humas Perusahaan Listrik Negeri (PLN) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara), Muh Yamin Loleh.
Koordinator aksi AMM, Maulana Al Qhomeni, mengungkapkan jika pemberian tersebut sebagai simbol kekecewaan terhadap janji-janji pihak PLN Sultanbatara yang dianggap tidak pernah dibuktikan dan kinerjanya yang dianggap telah mati.
"Itulah sebabnya kami memberikan keranda mayat ini. Kami datang lagi untuk menagih janji PLN yang diutarakan sepuluh hari yang lalu, bahwa pemadaman listrik tidak akan terjadi lagi, " ujarnya
Pemberian keranda ini sebagai simbol "hadiah" PLN Sultanbatara yang hingga Kamis (22/10), janji yang pernah diucapkan dihadapan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Provinsi Sulsel tidak pernah digubris
Aliansi yang terdiri dari FMP, Pena Center, BEM FIK UNM, HIMA Pendidikan Kepelatihan UNM, HMI Komisariat FIK UNM, Jaringan Mahasiswa Makassar ini mengancam akan menduduki kantor PLN Sultanbatara yang terletak di jalan Hertasning Makassar ini jika dua hari ini pemadaman tetap berlanjut.
"Hari senin, kami akan membawa massa lebih banyak lagi untuk menduduki kantor ini. Kami akan mendudukinya hingga tiga hari, " ancamnya.
Usai melakukan orasi dan pemberian "hadiah" keranda mayat, mereka kemudian melanjutkan aksinya di kantor DPRD Provinsi Sulsel.
Di kantor legislatif tersebut, mahasiswa yang kebanyakan dari UNM ini kemudian membakar keranda mayat itu usai melakukan dialog dengan tim aspirasi anggota dewan.
http://www.lebihcepat.com/nasional/34-berita-nasional/6989-mahasiswa-hadiahi-keranda-mayat-pln-sultanbatara.html
Toolbar News and Games
http://lebihcepatcom.ourtoolbar.com
Dalam aksinya mereka memberikan "hadiah" keranda mayat sebagai simbol kekecewaannya terhadap kinerja PLN.
Pemberian keranda mayat yang terbuat dari bambu ini oleh puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Makassar (AMM) UNM diletakkan langsung dihadapan Humas Perusahaan Listrik Negeri (PLN) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara), Muh Yamin Loleh.
Koordinator aksi AMM, Maulana Al Qhomeni, mengungkapkan jika pemberian tersebut sebagai simbol kekecewaan terhadap janji-janji pihak PLN Sultanbatara yang dianggap tidak pernah dibuktikan dan kinerjanya yang dianggap telah mati.
"Itulah sebabnya kami memberikan keranda mayat ini. Kami datang lagi untuk menagih janji PLN yang diutarakan sepuluh hari yang lalu, bahwa pemadaman listrik tidak akan terjadi lagi, " ujarnya
Pemberian keranda ini sebagai simbol "hadiah" PLN Sultanbatara yang hingga Kamis (22/10), janji yang pernah diucapkan dihadapan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Provinsi Sulsel tidak pernah digubris
Aliansi yang terdiri dari FMP, Pena Center, BEM FIK UNM, HIMA Pendidikan Kepelatihan UNM, HMI Komisariat FIK UNM, Jaringan Mahasiswa Makassar ini mengancam akan menduduki kantor PLN Sultanbatara yang terletak di jalan Hertasning Makassar ini jika dua hari ini pemadaman tetap berlanjut.
"Hari senin, kami akan membawa massa lebih banyak lagi untuk menduduki kantor ini. Kami akan mendudukinya hingga tiga hari, " ancamnya.
Usai melakukan orasi dan pemberian "hadiah" keranda mayat, mereka kemudian melanjutkan aksinya di kantor DPRD Provinsi Sulsel.
Di kantor legislatif tersebut, mahasiswa yang kebanyakan dari UNM ini kemudian membakar keranda mayat itu usai melakukan dialog dengan tim aspirasi anggota dewan.
http://www.lebihcepat.com/nasional/34-berita-nasional/6989-mahasiswa-hadiahi-keranda-mayat-pln-sultanbatara.html
Toolbar News and Games
http://lebihcepatcom.ourtoolbar.com