Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Demo di Depan Gedung DPRD Magelang Berakhir Ricuh
suasana demo di depan gedung DPRD Magelang(foto nn)
Pada tanggal 9 Oktober 2020, lebih tepatnya Jumat sore sekitar pukul 4, suasana Dusun Kranggan & tetangga cuma dusun juga merasakan suasana yg tidak seperti biasanya, sungguh terasa mencekam. Jalan raya di depan Dusun Kranggan sangat ramai & bahkan hingga macet total tidak dapat lewat. Sebelah rumah ada orang-orang tak diketahui berkumpul & meninggalkan motornya di pekarangan begitu saja.
massa pendemo yg mulai kocar-kacir dikejar pihak kepolisian menciptakan jalanan macet total(foto putra)
Suami menelpon kalau aksi demonstrasi sudah mulai ricuh, ada yg melempari kantor desa Banyurojo. Suami berpesan supaya anak-anak tidak boleh bermain di jalan raya atau sebaiknya di rumah saja. Anak-anak main langsung saya cari & ajak pulang. Saya kasih tahu juga untuk tidak main ke jalan raya ikut-ikutan nonton demo, bahaya (pengalaman demo dulu berakhir anarkis & ada yg dikejar tertangkap awalnya cuma lihat dipinggir jalan) tetapi ya namanya anak-anak tidak mau main di rumah malah main ke rumah temannya sebentar pamitnya.
Sudah dicari hingga muter kampung (kecemasan melanda khawatir kalau ikut lihat demo dijalan raya).
dokpri (ambil gbr dizoom jadi pecah) segerombolan orang yg tidak diketahui masuk ke dusun Kranggan diduga kelompok pendemo
Tambah cemas lagi suara tembakan sangat terdengar & beruntun. Langsunglah call suami untuk pulang & mencari anak. Suami mencari hingga pojok dusun dekat dengan letak demo hingga terkena gas air mata tetapi belum ketemu juga. Kecemasan pun semakin melanda kami karena suara tembakan semakin jelas & keras terdengar. Orang-orang yg berdemonstrasi juga banyak yg berlarian ke dalam kampung.
Akhirnya suami pulang bersama anakku yg saya cari tidak ketemu & alhamdulillah tidak lihat demo tetapi beneran baru main di rumah teman bermain merpati.
Saat itu suara tembakan sangat jelas terdengar dekat sekali. Tak lama terasa udara yg kami hirup pun terasa lain, dimata pun terasa pedih sekali. Langsung kami semua masuk rumah jendela & pintu ditutup rapat.
Bener-bener akibat demo kali ini terasa hingga ke beberapa dusun sekitar.
Benar-benar terasa mencekam jumat sore ini. Sampai efek gas air mata yg pedih di mata & sesak napas pun terasa hingga di Dusun Kranggan & Saragan (merupakan kampung terdekat dari tempat berlangsungnya demo). Jumat siang selepas Shalat Jumat di DPRD Kota Magelang terjadi demo. Saat demo berlangsung hingga sore hari terjadi bentrok antara pendemo & pihak kepolisian. Dan akhirnya pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah pendemo. Pendemo akhirnya kocar-kacir ada yg masuk ke area pemukiman warga. Pihak kepolisian mengejar mereka. Dan terjadi aksi pengejaran. Adanya demo tersebut warga sekitar ikut merasakannya. Selain kebagian efek gas air mata yg menciptakan mata perih serta sesak napas juga suasana yg mencekam menciptakan resah.
bolkade pihak kepolisian yg masih berada dekat dengan dusun Kranggan setelah terjadi pengejaran (foto iyo)
Sebagai warga masyarakat awam, sangat menyayangkan terjadi bentrok demo Jumat sore, tgl 9 Oktober 2020. Apalagi dampaknya hingga dirasakan oleh masyarakat sekitar karena namanya perkampungan kan pasti banyak anak-anak & orang tua yg sangat rentan sekali sakit.
Demo boleh saja asal santun & baik dari kedua belah pihak baik dari pendemo maupun pihak kepolisian sebagai sesama warga negara Indonesia, mari kita bergandengan tangan bersama membangun negeri tersayang ini dengan damai, aman. Dan untuk semua warga Indonesia tersayang kalau bukan kita sendiri yg memulai kedamaian siapa lagi ?
Cintailah kedamaian, karena kedamaian itu sangat indah
Semoga Indonesia tersayang ini, kondusif & terkendali. Jayalah Indonesia
Sekedar mengungkapkan kecemasan yg ku rasakan saat ini menangis pastinya para pahlawan yg sudah berjuang untuk negara tersayang ini melihat penerus bangsanya saling menghakimi & melampiaskan kemarahannya dengan kebrutalan
Sumber gambar : kiriman teman-teman yg melihat langsung ke tempat kejadian peristiwa & dokpri
Sumber tulisan murni opini pribadi
#ummuza
#10102020 Hari ini 18:21
suasana demo di depan gedung DPRD Magelang(foto nn)
Pada tanggal 9 Oktober 2020, lebih tepatnya Jumat sore sekitar pukul 4, suasana Dusun Kranggan & tetangga cuma dusun juga merasakan suasana yg tidak seperti biasanya, sungguh terasa mencekam. Jalan raya di depan Dusun Kranggan sangat ramai & bahkan hingga macet total tidak dapat lewat. Sebelah rumah ada orang-orang tak diketahui berkumpul & meninggalkan motornya di pekarangan begitu saja.
massa pendemo yg mulai kocar-kacir dikejar pihak kepolisian menciptakan jalanan macet total(foto putra)
Suami menelpon kalau aksi demonstrasi sudah mulai ricuh, ada yg melempari kantor desa Banyurojo. Suami berpesan supaya anak-anak tidak boleh bermain di jalan raya atau sebaiknya di rumah saja. Anak-anak main langsung saya cari & ajak pulang. Saya kasih tahu juga untuk tidak main ke jalan raya ikut-ikutan nonton demo, bahaya (pengalaman demo dulu berakhir anarkis & ada yg dikejar tertangkap awalnya cuma lihat dipinggir jalan) tetapi ya namanya anak-anak tidak mau main di rumah malah main ke rumah temannya sebentar pamitnya.
Sudah dicari hingga muter kampung (kecemasan melanda khawatir kalau ikut lihat demo dijalan raya).
dokpri (ambil gbr dizoom jadi pecah) segerombolan orang yg tidak diketahui masuk ke dusun Kranggan diduga kelompok pendemo
Tambah cemas lagi suara tembakan sangat terdengar & beruntun. Langsunglah call suami untuk pulang & mencari anak. Suami mencari hingga pojok dusun dekat dengan letak demo hingga terkena gas air mata tetapi belum ketemu juga. Kecemasan pun semakin melanda kami karena suara tembakan semakin jelas & keras terdengar. Orang-orang yg berdemonstrasi juga banyak yg berlarian ke dalam kampung.
Akhirnya suami pulang bersama anakku yg saya cari tidak ketemu & alhamdulillah tidak lihat demo tetapi beneran baru main di rumah teman bermain merpati.
Saat itu suara tembakan sangat jelas terdengar dekat sekali. Tak lama terasa udara yg kami hirup pun terasa lain, dimata pun terasa pedih sekali. Langsung kami semua masuk rumah jendela & pintu ditutup rapat.
Bener-bener akibat demo kali ini terasa hingga ke beberapa dusun sekitar.
Benar-benar terasa mencekam jumat sore ini. Sampai efek gas air mata yg pedih di mata & sesak napas pun terasa hingga di Dusun Kranggan & Saragan (merupakan kampung terdekat dari tempat berlangsungnya demo). Jumat siang selepas Shalat Jumat di DPRD Kota Magelang terjadi demo. Saat demo berlangsung hingga sore hari terjadi bentrok antara pendemo & pihak kepolisian. Dan akhirnya pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah pendemo. Pendemo akhirnya kocar-kacir ada yg masuk ke area pemukiman warga. Pihak kepolisian mengejar mereka. Dan terjadi aksi pengejaran. Adanya demo tersebut warga sekitar ikut merasakannya. Selain kebagian efek gas air mata yg menciptakan mata perih serta sesak napas juga suasana yg mencekam menciptakan resah.
bolkade pihak kepolisian yg masih berada dekat dengan dusun Kranggan setelah terjadi pengejaran (foto iyo)
Sebagai warga masyarakat awam, sangat menyayangkan terjadi bentrok demo Jumat sore, tgl 9 Oktober 2020. Apalagi dampaknya hingga dirasakan oleh masyarakat sekitar karena namanya perkampungan kan pasti banyak anak-anak & orang tua yg sangat rentan sekali sakit.
Demo boleh saja asal santun & baik dari kedua belah pihak baik dari pendemo maupun pihak kepolisian sebagai sesama warga negara Indonesia, mari kita bergandengan tangan bersama membangun negeri tersayang ini dengan damai, aman. Dan untuk semua warga Indonesia tersayang kalau bukan kita sendiri yg memulai kedamaian siapa lagi ?
Cintailah kedamaian, karena kedamaian itu sangat indah
Semoga Indonesia tersayang ini, kondusif & terkendali. Jayalah Indonesia
Sekedar mengungkapkan kecemasan yg ku rasakan saat ini menangis pastinya para pahlawan yg sudah berjuang untuk negara tersayang ini melihat penerus bangsanya saling menghakimi & melampiaskan kemarahannya dengan kebrutalan
Sumber gambar : kiriman teman-teman yg melihat langsung ke tempat kejadian peristiwa & dokpri
Sumber tulisan murni opini pribadi
#ummuza
#10102020 Hari ini 18:21