• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Macet : Penyelidikan Marriott, POLRI akan tindak penyebar CCTV

asoybanget

IndoForum Beginner A
No. Urut
52516
Sejak
12 Sep 2008
Pesan
1.375
Nilai reaksi
47
Poin
48
http://www.detiknews.com/read/2009/...polri-akan-pidanakan-pemberi-dan-pembeli-cctv

Jakarta - Pascapeledakan bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, sejumlah televisi menayangkan gambar eksklusif yang didapat dari kamera Closed-Circuit Television (CCTV) hotel. Mabes Polri mengatakan akan mempidana pihak-pihak yang terkait dalam penyebaran gambar tersebut.

"Kalau saya temui anggota kepolisian yang membocorkan informasi yang sifatnya confidensial, itu saya pidana. Kalau saya tahu siapa orangnya dan yang kasih uangnya, yang kasih uangnya bisa saya pidana," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Nanan Soekarna.

Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantor KPI, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2009).

Nanan mengaku hingga kini, polisi masih belum menyelidiki siapa yang menjual dan siapa yang membeli gambar rekaman CCTV tersebut. Meski demikian, Nanan menegaskan akan mengusut pihak terkait dan menindaknya.

"Kami akan cari itu. Itu bukan delik pers, itu pidana karena ada tindakan menyuap dan disuap," terang jenderal bintang dua tersebut.

Lebih lanjut Nanan menjelaskan, polisi ingin bekerja sama dengan media dalam memberikan informasi kepada masyararkat. Namun Nanan menyayangkan langkah sejumlah media yang sudah menayangkan pemberitaan yang seharusnya belum dapat disampaikan kepada publik.

"Jangan sampai kita terpancing, akhirnya begitu kita mengejar disana sudah hilang. Karena ada berita, jadi tahu polisi sudah bergerak. Ada hal yang kita pending dulu, baru kita ekspose keluar," pungkas mantan Kapolda Sumut ini.
(ddt/iy)
 
wew
mempersulit penyelidikan sih ya
 
bukan tapi menutupi kebenaran siapa pelaku sesungguhnya..
 
semuanya benar koq...

apalagi kl CCTV itu ternyata dijual oleh orang - orang marriot-nya sendiri...

bisa jadi kemungkinan terbesar ada beberapa pegawai dari hotel Marriot yang ikut terlibat dalam pemboman di hotel tersebut...
 
Hmm...kasusuna tambah rumit...diperumit dengan penyelidikan yang satu lom selesai, udah buat kasusu baru lagi tentang suap-menyuap... /swt
 
Memang sebaiknya sih pihak yang terkaiT tidak menjuaL atau memberikan hasiL dari CCTV kepada pubLik sebeLum ada pemberitahuan dari pihak kepoLisian ..
 
Mantan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Badan Intelejen Strategis (BAIS) Mayjen (purn) Abdul Salam mengaku siap menjadi relawan bagi aparat untuk mengungkap kasus pemboman JW Marriot dan Ritz Charlton yang terjadi pada Jumat pekan lalu.

"Saya jadi relawan membantu aparat," ujar Abdul Salam di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2009).

Salam memperkirakan, pada bulan Juli, Agustus dan September tidak akan terjadi kegiatan aksi terorisme seperti yang terjadi pada kedua hotel kelas atas itu.

"Aparatnya sudah siaga. Jadi kalau lengah pasti mereka bermain. Sekarang kita cari motivasinya apa?" kata dia.



Salam belum bisa memastikan terjadinya kecolongan informasi pada intelijen sehingga menyebabkan terjadinya pengeboman yang menyebabkan tewasnya 9 orang itu.

"Tergantung evaluasi. Kalau ada bom itu berarti belum maksimal," tegasnya.



Lebih lanjut, Salam menjelaskan bahwa tidak mungkin Noordin M Top bertindak atas kemauan sendiri untuk melakukan aksinya.

"Mungkin itu sebagai pelaku, tapi di atasnya siapa? Masa dilakukan tanpa kepentingan? Tujuannya apa? Masa mau mengorbankan dirinya?" tanya dia.

Salam menegaskan kembali adanya keterlibatan asing dalam berbagai ancaman yang terjadi di Indonesia.



"Saya katakan 75 persen ada benarnya, dan intelijen asing sudah bergentayangan di Indonesia, tapi kita belum bisa buktikan secara riil, makanya saya menawarkan diri jadi relawan," pungkasnya
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.