yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Didominasi warna merah, bus listrik ITS, langsung mencuri pandang publik yang memenuhi kawasan car free day Taman Bungkul, kemarin pagi.
Tak ada yang istimewa dengan desain body dari bus ini. Punya panjang 5 meter, lebar 2,3 meter, dan tinggi 2,8 meter, bus ini mampu mengangkut 25-30 orang. Namun, hanya ada sembilan seat saja di dalamnya, sementara sisanya berdiri dan disediakan tali gantungan.
Rektor ITS, Triyogi Yuwono, mengatakan, produksi bus listrik ini menjadi cara ITS untuk menjawab krisis energi dan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
“Lewat inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih cepat. Bukan dengan demonstrasi anarkistis,” ujar Triyogi, sambil tersenyum.
Bus listrik ini menelan biaya Rp 1,5 miliar untuk pembuatan dan penelitian. Dengan daya 60 kilowatt, bus yang bisa mengangkut 26 penumpang ini mampu melahap jarak tempuh sejauh 160-200 kilometer untuk sekali charge baterai.
Adapun waktu pengisian baterai hingga delapan jam. Triyogi mengklaim, keunggulan bus listrik ini adalah mampu menghemat biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan bus konvensional.
Meski tanpa BBM, bus listrik ini cukup nyaman karena dilengkapi dengan air conditioner. Sayang, dalam ujicoba kemarin, AC sempat mati, dengan dalih lupa di-charge dan jumlah penumpang yang membeludak melebihi standar.
“Bus listrik ini dilengkapi smart grid sehingga sumber listrik bisa didapatkan dari mana pun, termasuk tenaga surya. Saat kapasitas baterai tinggal 20 persen, akan ada peringatan sehingga baterai tidak benar-benar habis,” jelas Triyogi, menjawab masih belum adanya fasilitas pengisian tenaga baterai untuk mobil listrik di Indonesia.