yophi
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 45381
- Sejak
- 5 Jun 2008
- Pesan
- 512
- Nilai reaksi
- 15
- Poin
- 18
"TOLONG saya, Dok," kata Budi, seorang perwira militer kepada dokter.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya dokter.
"Beberapa hari lalu waktu saya pulang dari kantor, saya menangkap basah istri saya sedang berselingkuh dengan lelaki lain. Lalu saya ambil pistol saya, dan saya acungkan pada istri saya. Lelaki selingkuhannya berkata bahwa percuma saya membunuh istri saya, karena saya akan masuk penjara dan tidak pernah lagi bisa bersama istri saya. Saya luluh, lalu ia mengajak minum kopi."
"Lalu apa masalahnya?" tanya dokter.
"Dua hari kemudian istri saya melakukan hal sama dengan lelaki yang sama. Saya todongkan pistol ke arah lelaki selingkuhan istri saya, tapi sekali lagi ia membujuk bahwa kalaupun ia mati, istrinya akan berselingkuh lagi dengan lelaki lainnya. Saya luluh dan ia mengajak saya minum kopi."
"Jadi apa hubungannya dengan kedatanganmu ke sini?" tanya dokter.
"Tadi saya memergoki istri saya melakukan hal yang sama lagi. Di depan mereka, saya todongkan pistol ke mulut saya, lalu lelaki itu berkata bahwa kalau saya mati akan rugi karena justru memberi peluang seluas-luasnya kepada mereka untuk selalu bersama-sama. Saya luluh dan iapun mengajak saya minum kopi."
"Langsung ke pokok persoalan aja, deh," kata dokter itu tak sabar.
"Kopi itu bisa merusak kesehatan saya nggak, Dok?" tanya perwira militer itu.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya dokter.
"Beberapa hari lalu waktu saya pulang dari kantor, saya menangkap basah istri saya sedang berselingkuh dengan lelaki lain. Lalu saya ambil pistol saya, dan saya acungkan pada istri saya. Lelaki selingkuhannya berkata bahwa percuma saya membunuh istri saya, karena saya akan masuk penjara dan tidak pernah lagi bisa bersama istri saya. Saya luluh, lalu ia mengajak minum kopi."
"Lalu apa masalahnya?" tanya dokter.
"Dua hari kemudian istri saya melakukan hal sama dengan lelaki yang sama. Saya todongkan pistol ke arah lelaki selingkuhan istri saya, tapi sekali lagi ia membujuk bahwa kalaupun ia mati, istrinya akan berselingkuh lagi dengan lelaki lainnya. Saya luluh dan ia mengajak saya minum kopi."
"Jadi apa hubungannya dengan kedatanganmu ke sini?" tanya dokter.
"Tadi saya memergoki istri saya melakukan hal yang sama lagi. Di depan mereka, saya todongkan pistol ke mulut saya, lalu lelaki itu berkata bahwa kalau saya mati akan rugi karena justru memberi peluang seluas-luasnya kepada mereka untuk selalu bersama-sama. Saya luluh dan iapun mengajak saya minum kopi."
"Langsung ke pokok persoalan aja, deh," kata dokter itu tak sabar.
"Kopi itu bisa merusak kesehatan saya nggak, Dok?" tanya perwira militer itu.