talam
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 48451
- Sejak
- 16 Jul 2008
- Pesan
- 3.672
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
Pesawat penumpang Qantas mendarat darurat di Manila, Filipina, setelah lubang di lambungnya menyebabkan pesawat kehilangan tekanan kabin.
Maskapai penerbangan Australia, Qantas Airways mengatakan, pesawat penumpang jenis Boeing 747-400 dengan 346 penumpang dan 19 awak, dialihkan ke Manila tidak lama setelah meninggalkan Hong Kong dan selamat mendarat.
Tim teknisi tengah meneliti penyebab lubang berdiameter sekitar 2,5m hingga 3 m pada lambung yang menimbulkan gangguan tekanan kabin.
Drama udara pesawat Boeing 747 Qantas
Seorang pejabat bandara mengatakan, para penumpang tampak ketakutan dan sebagian jatuh sakit.
Jurubicara otorita bandara Octavio Lina mengatakan, sebagian lantai pesawat di dekat bagian yang berlubang itu terlepas, sehingga sebagian kargo terlihat di bawahnya, dan sebagian langit-langit juga jebol.
"Saat disembarkasi, ada beberapa penumpang yang muntah-muntah. Anda bisa lihat di wajah mereka bahwa mereka benar-benar ketakutan," katanya.
'Sapuan angin'
Beberapa penumpang menuturkan bagaimana mereka mendengar suara ledakan keras dan merasakan sapuan angin menerobos kabin sekitar satu jam setelah penerbangan QF30 meninggalkan Hong Kong pukul 0100 GMT (0800 WIB) dan pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian
Biro Keselamatan Angkutan Australia mengatakan, pesawat itu langsung mengurangi ketinggian sebagai tindakan darurat dari 29,000kaki ke 10,000 kaki.
Lembaga itu menyatakan, informasi awal mengindikasikan bahwa sebagian badan pesawat terlepas di sekitar kompartemen kargo depan.
Penumpang Olivia Lucas mengatakan kepada BBC, semua orang "sangat ketakutan selama beberapa saat".
"Kemudian semua orang berkonsentrasi untuk mengenakan masker oksidgen," tambah dia. "Semua orang tenang dan membisu, dan perasaan lega jelas terlihat ketika kami mendarat. Semua orang memberikan pujian kepada pilot."
"Kami beruntung kami mendarat selamat dan tidak seorang pun terluka," katanya.
Penumpang lain, Glenyce Johnson, mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Pesawat turun dari ketinggian 40,000 kaki ke 25,000kaki."
Phill Restall, dari Inggris, terbangun "akibat guncangan tiba-tiba" yang disebabkan suara ledakan keras sebelum pesawat turun cepat.
"Tidak seorang pun panik, tidak ada jerian. Ini bukan seperti film televisi yang biasa anda lihat," kata Restall kepada situs BBC NEWS.
"Semua orang mendengar staff kabin," tambahnya.
Menurut Restall, para penumpang lain anak-anak kecil di kabin utama menangis.
Restall, yang merasa tenang lagi demi melihat mesin "masih berputar", mengatakan, mereka mengenakan masker oksigen selama sekitar 15 menit, sampai pesawat terbang mendatar.
Pilot pesawat dengan nomor penerbangan QF30 itu kemudian menginformasikan kepada para penumpang mereka akan mendarat di Manila untuk mencermati kerusakan pada pesawat.
Dr David Newman, dari Flight Medicine Systems, mengatakan, memaksa pesawat untuk cepat mengurangi ketinggian setelah penurunan tekanan tiba-tiba adalah prosedur darurat standard.
Penerbangan, yang sedianya mendarat di Melbourne pada 1145 GMT, mendarat di Manila pukul 0300 GMT (1000 WIB).
Chief executive Qantas Geoff Dixon mengatakan, tim teknisi tengah meneliti kemungkinan penyebab lubang di badan pesawat.
Dia mengatakan, Qantas telah menyediakan akomodasi kepada semua penumpang, dan pesawat pengganti telah dipersiapkan.
Maskapai penerbangan Qantas membanggakan belum pernah kehilangan pesawat jetnya, tapi beberapa pesawtanya mengalami kecelakaan ringan dalam beberapa tahun terakhir.
PILIHAN KETINGGIAN 20,000kaki
Pesawat diberi tekanan sebab saat terbang tinggi suhu menjadi dingin membeku dan oksigen tidak cukup untuk pernafasan
Lubang menyebabkan dekompresi, dan dengan cepat mengurangi tekanan udara
Masker oksigen dilepaskan dari langit-langit pesawat, dan pilot mengurangi ketinggian pesawat ke ketinggian yang memungkinkan manusia bernafas