yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Mochammad Doddy Arifianto, Kepala Subdivisi Risiko Perekonomian dan Sistem Perbankan LPS mengatakan, sepanjang awal tahun lalu hingga akhir kuartal III 2014, industri perbankan relatif terlambat melakukan penyesuaian pertumbuhan kredit dengan pertumbuhan DPK.
“Saat itu memang bunk-bunk besar BUMN mematuhi arahan regulator untuk memperlambat penyaluran kredit. Tapi sebagian besar bunk masih optimis untuk mendorong pertumbuhan kredit tinggi. Itulah sebabnya mengapa loan to deposit ratio (LDR) kita sempat menembus 91 persen,” kata Doddy saat dihubungiKONTAN, Kamis (8/1/2015).
Kondisi tahun ini, menurut Doddy berbeda. Sebagian besar bunk telah menyadari pentingnya untuk memperlambat pertumbuhan kredit agar linier dengan pertumbuhan DPK. “Ini yang membuat saya yakin likuiditas perbankan kita tahun ini tidak akan mengalami keketatan seperti pada tahun lalu,” ujar Doddy.
Menurut perkiraan LPS, di akhir tahun 2014, jumlah kredit yang disalurkan perbankan akan tumbuh 13,8 persen secara year on year (yoy). Sementara DPK yang dihimpun perbankan akan tumbuh sekitar 13 persen secara yoy.
Adapun tahun ini, LPS memperkirakan jumlah kredit yang disalurkan perbankan akan tumbuh 14,2 persen secara yoy. “Sementara DPK yang dihimpun perbankan akan tumbuh sekitar 11,5 persen secara yoy,” pungkas Doddy.