yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
bunk diwajibkan memberi tahu kepada nasabah terkait tingkat bunga wajar yang berlaku.
Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan tingkat bunga penjaminan sebesar 5,5 persen untuk simpanan rupiah. Sementara itu, untuk simpanan di bunk Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 8 persen, dan simpanan valuta asing 1 persen.
Keputusan tersebut berlaku dari 15 Mei hingga 14 September 2012. Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, mengatakan keputusan itu dilakukan dengan alasan likuiditas perbankan masih cukup tinggi, yang dilihat dari penempatan perbankan di BI sebesar Rp471 triliun.
"Sementara itu, tren biaya dana melonggar yang terlihat dari cost of fund perbankan yang rendah sepanjang Maret 2012 sebesar 4,4 persen," kata Mirza, dalam siaran pers, Jumat 10 Mei 2012.
Alasan lain yaitu cadangan devisa hingga akhir April meningkat sebesar U$S5,9 miliar, dari US$110,5 miliar menjadi US$116,4 miliar. Kinerja perekonomian domestik juga relatif terkendali dengan tingkat inflasi yang rendah, di bawah target pemerintah.
"Sesuai dengan ketentuan LPS, apabila tingkat simpanan yang diperjanjikan antara nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga yang wajar, maka simpanan nasabah yang dimaksud tidak dijamin," ujarnya.
Terkait hal tersebut, bunk diwajibkan untuk memberi tahu kepada nasabah terkait tingkat bunga wajar yang berlaku.
Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan tingkat bunga penjaminan sebesar 5,5 persen untuk simpanan rupiah. Sementara itu, untuk simpanan di bunk Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 8 persen, dan simpanan valuta asing 1 persen.
Keputusan tersebut berlaku dari 15 Mei hingga 14 September 2012. Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, mengatakan keputusan itu dilakukan dengan alasan likuiditas perbankan masih cukup tinggi, yang dilihat dari penempatan perbankan di BI sebesar Rp471 triliun.
"Sementara itu, tren biaya dana melonggar yang terlihat dari cost of fund perbankan yang rendah sepanjang Maret 2012 sebesar 4,4 persen," kata Mirza, dalam siaran pers, Jumat 10 Mei 2012.
Alasan lain yaitu cadangan devisa hingga akhir April meningkat sebesar U$S5,9 miliar, dari US$110,5 miliar menjadi US$116,4 miliar. Kinerja perekonomian domestik juga relatif terkendali dengan tingkat inflasi yang rendah, di bawah target pemerintah.
"Sesuai dengan ketentuan LPS, apabila tingkat simpanan yang diperjanjikan antara nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga yang wajar, maka simpanan nasabah yang dimaksud tidak dijamin," ujarnya.
Terkait hal tersebut, bunk diwajibkan untuk memberi tahu kepada nasabah terkait tingkat bunga wajar yang berlaku.