• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Lokalisasi Dolly Akan Ditutup 18 Juni

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
BRTlS.jpg
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mantap untuk menutup pusat prostitusi Dolly. Penutupan itu akan dia lakukan pada 18 Juni 2014. Tanggal itu maju satu hari dari semula yang dijadwalkan pada 19 Juni 2014.

Pertimbangan perubahan jadwal itu, kata Risma karena Menteri Sosial Salim Segaff Al Jufri ingin hadir dalam penutupan pusat prostitusi itu.

"Pak Mensos ingin hadir dia bisanya tanggal 18," kata Risma di Sentul International Convention Center, Bogor, Selasa 3 Juni 2014.

Tak ada upacara apapun dalam penutupan Dolly itu. Hanya pendeklarasian warga bahwa tempat itu ditutup. Serta pihaknya juga akan membuat Peraturan Daerah bahwa bangunan itu tak boleh digunakan untuk kegiatan asusila.

Risma, tak serta merta menutup lokaisasi itu tanpa pertimbangan matang. Dia juga memberikan bekal kepada para pekerja seks komersial agar kelak dia bisa mencari pekerjaan lain. "Secara paralel mereka melakukan alih profesi," kata dia.

Masalahnya, kata dia, yang tinggal di daerah itu tak hanya PSK tetapi juga penduduk setempat yang bertahan hidup hanya dengan menjual obat kuat dan kondom saja. Sehingga Risma juga mencari cara agar penduduk di sekitar Dolly itu bisa menjual barang lain.

"Sekarang lagi proses itu dan beberapa sudah berhasil ikut ada 28 orang sudah ikut pelatihan dan beberapa sudah produksi banyak yang diminati. Kita memang cari yang cepat pemasarannya," kata dia.

Kemudian rumah dan bangunan bekas wisma yang dijadikan tempat berbuat asusila, akan dibeli oleh pemerintah daerah. Kemudian tempat itu akan dijadikan taman, central PKL sehingga warga bisa berjualan di tempat itu. Kemudian akan dibangun perpustakaan dan fasilitas internet gratis, gereja kecil, lapangan futsal dan tempat bermain.

Sementara, untuk penderita AIDS akan dilakukan rehabilitasi. Risma sendiri akan berusaha mencari tempat dari sumbangan lembaga sosial agar penderita AIDS tersebut bisa ditangani secara khusus.

Sebab saat ini ada 168 dan 1.448 PSK yang menderita penyakit AIDS. "Itu data kemarin dan nanti saya akan cek lagi mana yang terindiks HIV sebelum tanggal 18 Juni 2014," kata dia.

Risma mengatakan, mereka harus segera di cek indikasi HIV itu sebelum dilepas ke luar. Agar mereka bisa terus dikontrol sehingga tak menulari yang lain.

"Jadi sebelum dilepas kita akan melakukan kontrol, supaya bisa diawasi. Karena kalau mereka pulang kita akan jelaskan ke keluarganya, pemerintah daerahnya bahwa mereka terkena infeksi itu supaya bisa dikontrol juga," lanjutnya.

Tak hanya diberi bekal ketrampilan, mereka juga diberi pesangon. Namun Risma tak menjelaskan berapa besaran pesangon untuk mereka. "Kalau PSK dari mensos kalau mucikarinya dari gubernur," ujar dia.

Risma mengakui masih ada penolakan dari warga Dolly namun penutupan itu harus tetap dilakukan. "Kasihan nanti anak-anaknya," ujar dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.