Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.391
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Liverpool sementara ungguli Manchester City.
Pemain Manchester City Raheem Sterling dikurung pemain Liverpool Curtis Jones & Jordan Henderson dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool & Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris, 3 Oktober 2021. (REUTERS/Peter Powell) (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Berbeda dari musim ini, semusim lalu tak terjadi persaingan sengit antara Manchester City & Liverpool, saat itu Manchester City melenggang mulus menjuarai liga dengan jadi pihak yg lebih perkasa dari Liverpool.
Musim lalu itu juga Manchester City menjuarai Piala Liga. Tetapi mereka gagal dalam lomba paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, setelah kalah 0-1 dari Chelsea dalam partai final. Sedangkan Piala FA disambar oleh Leicester City setelah menaklukkan Chelsea 1-0 dalam final.
Meski pemenang liga, dalam urusan jumlah trofi yg direbut, Man City ternyata kalah dari Chelsea.
Baca juga: Liverpool pemenang Carabao Cup 2021/22
Ini karena The Blues juga menjuarai Piala Super Eropa setelah mengalahkan pemenang Liga Europa Villarreal dengan adu penalti 6-5 menyusul seri 1-1 selama 120 menit dalam final.
Beberapa hari lalu, koleksi trofi Chelsea bertambah setelah menjuarai Piala Dunia Klub usai memenangi final melawan Palmeiras dengan 2-1.
Kini konstelasi kekuatan liga kembali berubah. Man City memang masih tetap di puncak klasemen, tetapi perlahan mereka kembali diteror Liverpool.
Dan seperti tiga musim lalu ketika kedua regu cuma berselisih satu poin saat musim 2018-2019 dijuarai Manchester City, kedua regu terlihat kembali sengit bersaing.
Memang belum pasti kesengitan itu akan cuma melibatkan kedua regu karena Chelsea masih memiliki kekuatan yg menyeruak di atas mereka, mengingat masih ada sekitar 12 pertandingan lagi untuk masing-masing klub yg dapat menentukan siapa yg akhirnya jadi kampiun Liga Inggris.
Arsenal, Tottenham & Manchester United juga masih berpeluang mengganggu mereka, walaupun hampir mustahil terjadi karena di samping sulit sekali mengharapkan City & Liverpool tergelincir lebih dari satu kali, juga karena tingkat konsistensi ketiga regu itu masih jauh di bawah Man City & The Reds.
Namun untuk sementara, musim ini Liverpool sudah mengungguli Manchester City setelah menang adu penalti dalam final Piala Liga melawan Chelsea.
Itu adalah trofi perdana musim ini yg dapat dibilang jadi penunjuk The Reds mengungguli Man City. Maka, untuk sementara kedudukan dalam pertarungan merebut trofi lebih banyak di antara dua raksasa Liga Inggris itu adalah 1-0 untuk Liverpool.
Baca juga: Belajar dari Lille, Chelsea siap jadi nonunggulan lawan Liverpool
Masih terlalu terjal
Man City masih berpeluang mengulangi prestasi dua gelar seperti dicapai musim lalu, bahkan dapat saja mewujudkan impian selama ini menciptakan trebel, seandainya mereka berhasil dalam ajang liga, Piala FA & Liga Champions.
Namun setelah tampil begitu perkasa dalam leg perdana babak 16 akbar Liga Champions musim ini dengan mengalahkan Sporting 5-0, penampilan City agak mengkhawatirkan sekalipun mereka tetap tak tertandingi dalam hal mendikte lapangan & menguasai bola.
Empat hari setelah mencukur Sporting, City tumbang 2-3 di kandang sendiri dari Tottenham. Sepekan kemudian mereka nyaris diimbangi tuan rumah Everton setelah baru pada menit ke-82 menjebol gawang Everton dari gol yg dibuat Phil Foden.
Pada 6 Maret mendatang atau empat hari setelah dijajal klub Liga Championship Peterborough United dalam babak kelima Piala FA, City menjamu regu sekota Man United yg dapat mengejutkan seperti Spurs tempo hari. Jika ini terjadi, maka The Reds bakal semakin meneror mereka.
Setelah menghadapi Man United, dalam pertandingan liga berikutnya pada 15 Maret, City dijamu oleh Crystal Palace.
Palace adalah satu dari dua regu yg sejauh musim ini dapat mengalahkan City dalam pertandingan liga. Tim lainnya adalah Spurs yg sudah dua kali mengalahkan City. Palace menumbangkan Manchester Biru dengan 2-0 pada 30 Oktober tahun lalu di Stadion Etihad.
Baca juga: Foden bawa Man City menang tipis atas Everton
Setelah itu mungkin cuma Liverpool yg jadi batu sandungan terbesar. The Reds adalah satu dari dua regu selain Southampton yg dapat menahan seri City dalam liga musim ini.
Sekalipun demikian, City dapat dipaksa mengerahkan energi sangat akbar ketika menghadapi West Ham United atau Wolverhampton Wanderers walaupun kedua regu pernah mereka kalahkan dalam pertandingan liga sebelumnya.
Jangan lupakan pula Burnley & Newcastle yg juga masuk daftar calon lawan City berikutnya. Meskipun di papan bawah, kedua regu belakangan menanjak grafiknya.
Sementara itu dalam ajang Piala FA, kecuali Peterborough United, Man City dapat tersandung oleh sejumlah regu besar. Liverpool, Chelsea, & Spurs adalah tiga regu yg paling mungkin menjegal mereka.
Sementara dalam Liga Champions, sekalipun masih terlalu perkasa untuk Sporting, perjalanan City masih terlalu terjal untuk mencapai sukses tertinggi.
Bayern Muenchen & Real Madrid, ditambah Juventus, Ajax Amsterdam, Paris Sain Germain, Atletico Madrid, atau bahkan tiga klub Liga Inggris khususnya Chelsea & Liverpool, adalah tim-tim yg dapat mengubur impian Pep Guardiola mempersembahkan trofi Liga Champions perdana kepada The Citizens.
Baca juga: Foden bawa Man City menang tipis atas Everton
Sampai laga terakhir
Situasi pelik dalam Piala FA & Liga Champions yg dihadapi Man City itu kemungkinan bakal dihadapi pula oleh Liverpool dalam dua lomba tersebut.
Dalam lomba liga pun demikian. Mungkin Arsenal, Man City, & West Ham yg paling dapat menyulitkan Liverpool dalam 12 pertandingan liga terakhirnya.
West Ham adalah salah satu regu yg menciptakan Liverpool menelan dua kekalahan dalam lomba liga musim ini, selain Leicester City. Tapi tidak sebagaimana Arsenal & Man City, West Ham kali ini harus tampil di kandang lawan di Anfield pada 6 Maret.
Namun bukan berarti The Reds bakal mengabaikan sembilan regu lain yg harus mereka hadapi dalam fase terakhir musim ini. Brighton & Tottenham yg pernah menahan seri mereka & kerap menyulitkan tim-tim raksasa, dapat pula menyulitkan langkah Liverpool.
Man United yg juga masuk daftar lawan The Reds berikutnya juga dapat menciptakan mereka tergelincir meskipun dalam pertemuan pertamanya musim ini dalam lomba liga, Setan Merah dibantai 0-5.
Masih ada Aston Villa & Southampton yg juga bukan regu yg mudah untuk ditaklukkan. Bahkan Newcastle yg juga masuk daftar lawan Liverpool berikutnya sudah berubah jadi regu yg sulit dibuat bertekuk lutut, apalagi mereka tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir yg empat di antaranya mereka menangkan.
Baca juga: Klopp bilang Liverpool tidak mengejar City, tetapi memburu kemenangan
Oleh sebab itu, sama dengan tiga musim lalu, musim ini agak lebih sulit menentukan arah kompetisi. Mungkin pula akan sulit bagi tim-tim merebut lebih dari satu trofi.
Kendati Juergen Klopp & Pep Guardiola enggan mengakui ada persaingan dalam memuncaki klasemen, regu mereka jelas memburu posisi puncak & trofi lebih dari satu. Dan peluang mereka untuk mewujudkannya, masih besar.
Masalahnya, tantangannya pun besar. Menariknya, ini pula yg menciptakan persaingan dalam Liga Inggris, khususnya rivalitas antara Man City & Liverpool, jadi amat mengasyikkan untuk diikuti.
Siapa yg lebih sering tergelincir bakal menentukan siapa yg jadi kampiun liga. Tapi kalaupun tergelincir, mereka tak akan mengerjakannya dengan meninggalkan permainan menyerang yg enak untuk ditonton. Sebaliknya, mungkin mereka tergelincir akibat Dewi Fortuna tak berpihak kepada mereka.
Dan kedudukan 1-0 untuk Liverpool dalam koleksi trofi akan menciptakan persaingan antara The Citizens & The Reds kian sengit, mungkin hingga laga terakhir.
Baca juga: Klopp: Liverpool harus menangkan setiap pertandingan bila harap juara
Berita diatas dikutip dari internet, jika Liverpool sementara ungguli Manchester City adalah spam, mohon beritahu kami.
Pemain Manchester City Raheem Sterling dikurung pemain Liverpool Curtis Jones & Jordan Henderson dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool & Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris, 3 Oktober 2021. (REUTERS/Peter Powell) (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Berbeda dari musim ini, semusim lalu tak terjadi persaingan sengit antara Manchester City & Liverpool, saat itu Manchester City melenggang mulus menjuarai liga dengan jadi pihak yg lebih perkasa dari Liverpool.
Musim lalu itu juga Manchester City menjuarai Piala Liga. Tetapi mereka gagal dalam lomba paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, setelah kalah 0-1 dari Chelsea dalam partai final. Sedangkan Piala FA disambar oleh Leicester City setelah menaklukkan Chelsea 1-0 dalam final.
Meski pemenang liga, dalam urusan jumlah trofi yg direbut, Man City ternyata kalah dari Chelsea.
Baca juga: Liverpool pemenang Carabao Cup 2021/22
Ini karena The Blues juga menjuarai Piala Super Eropa setelah mengalahkan pemenang Liga Europa Villarreal dengan adu penalti 6-5 menyusul seri 1-1 selama 120 menit dalam final.
Beberapa hari lalu, koleksi trofi Chelsea bertambah setelah menjuarai Piala Dunia Klub usai memenangi final melawan Palmeiras dengan 2-1.
Kini konstelasi kekuatan liga kembali berubah. Man City memang masih tetap di puncak klasemen, tetapi perlahan mereka kembali diteror Liverpool.
Dan seperti tiga musim lalu ketika kedua regu cuma berselisih satu poin saat musim 2018-2019 dijuarai Manchester City, kedua regu terlihat kembali sengit bersaing.
Memang belum pasti kesengitan itu akan cuma melibatkan kedua regu karena Chelsea masih memiliki kekuatan yg menyeruak di atas mereka, mengingat masih ada sekitar 12 pertandingan lagi untuk masing-masing klub yg dapat menentukan siapa yg akhirnya jadi kampiun Liga Inggris.
Arsenal, Tottenham & Manchester United juga masih berpeluang mengganggu mereka, walaupun hampir mustahil terjadi karena di samping sulit sekali mengharapkan City & Liverpool tergelincir lebih dari satu kali, juga karena tingkat konsistensi ketiga regu itu masih jauh di bawah Man City & The Reds.
Namun untuk sementara, musim ini Liverpool sudah mengungguli Manchester City setelah menang adu penalti dalam final Piala Liga melawan Chelsea.
Itu adalah trofi perdana musim ini yg dapat dibilang jadi penunjuk The Reds mengungguli Man City. Maka, untuk sementara kedudukan dalam pertarungan merebut trofi lebih banyak di antara dua raksasa Liga Inggris itu adalah 1-0 untuk Liverpool.
Baca juga: Belajar dari Lille, Chelsea siap jadi nonunggulan lawan Liverpool
Masih terlalu terjal
Man City masih berpeluang mengulangi prestasi dua gelar seperti dicapai musim lalu, bahkan dapat saja mewujudkan impian selama ini menciptakan trebel, seandainya mereka berhasil dalam ajang liga, Piala FA & Liga Champions.
Namun setelah tampil begitu perkasa dalam leg perdana babak 16 akbar Liga Champions musim ini dengan mengalahkan Sporting 5-0, penampilan City agak mengkhawatirkan sekalipun mereka tetap tak tertandingi dalam hal mendikte lapangan & menguasai bola.
Empat hari setelah mencukur Sporting, City tumbang 2-3 di kandang sendiri dari Tottenham. Sepekan kemudian mereka nyaris diimbangi tuan rumah Everton setelah baru pada menit ke-82 menjebol gawang Everton dari gol yg dibuat Phil Foden.
Pada 6 Maret mendatang atau empat hari setelah dijajal klub Liga Championship Peterborough United dalam babak kelima Piala FA, City menjamu regu sekota Man United yg dapat mengejutkan seperti Spurs tempo hari. Jika ini terjadi, maka The Reds bakal semakin meneror mereka.
Setelah menghadapi Man United, dalam pertandingan liga berikutnya pada 15 Maret, City dijamu oleh Crystal Palace.
Palace adalah satu dari dua regu yg sejauh musim ini dapat mengalahkan City dalam pertandingan liga. Tim lainnya adalah Spurs yg sudah dua kali mengalahkan City. Palace menumbangkan Manchester Biru dengan 2-0 pada 30 Oktober tahun lalu di Stadion Etihad.
Baca juga: Foden bawa Man City menang tipis atas Everton
Setelah itu mungkin cuma Liverpool yg jadi batu sandungan terbesar. The Reds adalah satu dari dua regu selain Southampton yg dapat menahan seri City dalam liga musim ini.
Sekalipun demikian, City dapat dipaksa mengerahkan energi sangat akbar ketika menghadapi West Ham United atau Wolverhampton Wanderers walaupun kedua regu pernah mereka kalahkan dalam pertandingan liga sebelumnya.
Jangan lupakan pula Burnley & Newcastle yg juga masuk daftar calon lawan City berikutnya. Meskipun di papan bawah, kedua regu belakangan menanjak grafiknya.
Sementara itu dalam ajang Piala FA, kecuali Peterborough United, Man City dapat tersandung oleh sejumlah regu besar. Liverpool, Chelsea, & Spurs adalah tiga regu yg paling mungkin menjegal mereka.
Sementara dalam Liga Champions, sekalipun masih terlalu perkasa untuk Sporting, perjalanan City masih terlalu terjal untuk mencapai sukses tertinggi.
Bayern Muenchen & Real Madrid, ditambah Juventus, Ajax Amsterdam, Paris Sain Germain, Atletico Madrid, atau bahkan tiga klub Liga Inggris khususnya Chelsea & Liverpool, adalah tim-tim yg dapat mengubur impian Pep Guardiola mempersembahkan trofi Liga Champions perdana kepada The Citizens.
Baca juga: Foden bawa Man City menang tipis atas Everton
Sampai laga terakhir
Situasi pelik dalam Piala FA & Liga Champions yg dihadapi Man City itu kemungkinan bakal dihadapi pula oleh Liverpool dalam dua lomba tersebut.
Dalam lomba liga pun demikian. Mungkin Arsenal, Man City, & West Ham yg paling dapat menyulitkan Liverpool dalam 12 pertandingan liga terakhirnya.
West Ham adalah salah satu regu yg menciptakan Liverpool menelan dua kekalahan dalam lomba liga musim ini, selain Leicester City. Tapi tidak sebagaimana Arsenal & Man City, West Ham kali ini harus tampil di kandang lawan di Anfield pada 6 Maret.
Namun bukan berarti The Reds bakal mengabaikan sembilan regu lain yg harus mereka hadapi dalam fase terakhir musim ini. Brighton & Tottenham yg pernah menahan seri mereka & kerap menyulitkan tim-tim raksasa, dapat pula menyulitkan langkah Liverpool.
Man United yg juga masuk daftar lawan The Reds berikutnya juga dapat menciptakan mereka tergelincir meskipun dalam pertemuan pertamanya musim ini dalam lomba liga, Setan Merah dibantai 0-5.
Masih ada Aston Villa & Southampton yg juga bukan regu yg mudah untuk ditaklukkan. Bahkan Newcastle yg juga masuk daftar lawan Liverpool berikutnya sudah berubah jadi regu yg sulit dibuat bertekuk lutut, apalagi mereka tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir yg empat di antaranya mereka menangkan.
Baca juga: Klopp bilang Liverpool tidak mengejar City, tetapi memburu kemenangan
Oleh sebab itu, sama dengan tiga musim lalu, musim ini agak lebih sulit menentukan arah kompetisi. Mungkin pula akan sulit bagi tim-tim merebut lebih dari satu trofi.
Kendati Juergen Klopp & Pep Guardiola enggan mengakui ada persaingan dalam memuncaki klasemen, regu mereka jelas memburu posisi puncak & trofi lebih dari satu. Dan peluang mereka untuk mewujudkannya, masih besar.
Masalahnya, tantangannya pun besar. Menariknya, ini pula yg menciptakan persaingan dalam Liga Inggris, khususnya rivalitas antara Man City & Liverpool, jadi amat mengasyikkan untuk diikuti.
Siapa yg lebih sering tergelincir bakal menentukan siapa yg jadi kampiun liga. Tapi kalaupun tergelincir, mereka tak akan mengerjakannya dengan meninggalkan permainan menyerang yg enak untuk ditonton. Sebaliknya, mungkin mereka tergelincir akibat Dewi Fortuna tak berpihak kepada mereka.
Dan kedudukan 1-0 untuk Liverpool dalam koleksi trofi akan menciptakan persaingan antara The Citizens & The Reds kian sengit, mungkin hingga laga terakhir.
Baca juga: Klopp: Liverpool harus menangkan setiap pertandingan bila harap juara
Berita diatas dikutip dari internet, jika Liverpool sementara ungguli Manchester City adalah spam, mohon beritahu kami.