Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Album Hits Kitsch dirilis enam tahun lalu setelah grup musik Jenny beralih rupa jadi FSTVLST. Lirik-lirik dalam album tersebut merupakan sebuah rekaman dari kemarahan anak muda yg menyoal dinamika & masalah-masalah sosial di sekitar mereka.
Tema-tema yg disuarakan dalam Hits Kitsch bukanlah satu hal yg dibuat-buat oleh grup yg kini digawangi Farid Stevy (vokal), Roby Setiawan (gitar), Human Mufid Arifin (bass), Danish Wisnu Nugraha (drum) & Faradino (keyboard). Mengingat proses berkesenian mereka tumbuh & berkembang di Yogyakarta, kota yg sarat kebebasan berpikir & berekspresi. Dan tentu saja tidak terlepas dari kegelisahan. Maka tak heran kalau sejak diluncurkan, lagu-lagu dalam Hits Kitsch sudah jadi anthem bagi penggemar mereka di panggung-panggung penampilan FSTVLST. Hingga kemudian FSTVLST II rilis.
Situasi ekonomi yg sulit pada masa pandemi ini tentu akan menciptakan risau hati para penggemar mereka untuk mengeluarkan uang dari kantong yg sedang seret ketika album FSTVLST II diluncurkan. Memaksakan para penggemar untuk membeli rilisan fisik atas dalih loyalitas adalah hal yg tak elok tentunya. FSTVLST sadar itu.
Maka, FSTVLST menciptakan satu trik untuk peluncuran album kedua mereka ini. Trik itu diawali dari dua pertanyaan yg dilemparkan ke pengikut mereka di Instagram.
Misal, saat ini anda cuma tinggal punya uang lima puluh ribu saja, akan dipakai untuk apa? Pernah punya kenangan/cerita dengan uang lima puluh ribu? Cerita apa pun, boleh sedih,
menyenangkan yha dapat.
Di akhir pertanyaan itu mereka memasang tagar #nabung50ribu. Saya menduga, ajakan tersebut untuk meringankan beban penggemar mereka dengan cara menabung sebelum membeli rilisan fisik dari album yg akan dikeluarkan. Ternyata saya salah. Grup musik ini bukan sekumpulan musisi yg egois.
Pada 15 Juni 2020, FSTVLST mengunggah seluruh trek dalam album FSTVLST II di laman fstvlst.id. Para penikmat musik dapat mengunduh secara gratis album tersebut dengan cuma mendaftar & mendapatkan Nomor Induk FSTVLST (NIF) di situs mereka itu. Kemudian, lewat Instagram FSTVLST menulis begini:
Bersama ini pula kami hinggakan bahwa hasil #nabung50ribu anda mohon untuk dipakai lebih bijak. Kami ganti dengan #50ribubuatyanglebihpenting & #50ribubuatyanglebihbutuh. Belikan kebutuhan lebih penting untuk menghadapi pandemi atau berikan kepada siapapun yg lebih butuh saat kesulitan menghadapi pandemi.
Uang yg sudah ditabung itu bukan untuk mereka. Tapi, jadi amal bagi para penabungnya sendiri. Kerelaan & hal baik yg dilakukan ini adalah upaya mereka untuk menggugah orang-orang untuk tidak berlaku konsumtif pada masa sulit ini. Setidaknya untuk penggemar mereka sendiri. Sebab itu saya jadi haru.
Terima kasih sudah menghindarkan kami untuk mengunduh lagu secara ilegal.
Dari lirik yg saya baca & trek yg saya dengar, saya membagi sembilan repertoar yg ada dalam FSTVLST II jadi tiga bagian.
Pertama, lagu yg bercerita tentang keresahan para pekerja kerah biru pada masa ini. Rutinitas monoton yg mereka lakukan kadang menciptakan mereka lupa pada cita-cita sebenarnya. Lagu berjudul GAS! merangkum semua itu. Trek perdana album ini dibuka dengan hentakan drum yg tegas. Lirik-liriknya memberikan semangat kepada para pekerja untuk jangan melupakan impian mereka. Bagaimanapun juga merawat cita-cita/tak akan semudah berkata-kata/Rencana berikutnya rajut lagi cerita/merapal doa gas sekencangnya, begitu mengatakan Farid di penghujung lagu.
Kemudian, lirik-lirik provokatif muncul di lagu Mesin. Kata-kata dalam lagu ini dipadukan dengan musik rock yg keci. Pilihan-pilihan kalimat, seperti: tekanan kiri kanan mendistraksi harapan, untuk kau yg masih terinjak-injak hakmu, hingga untuk kau yg tak terbayar layak upahmu, tentu terdengar familiar untuk orang-orang yg terlibat dalam gerakan buruh & masyarakat sipil. Lirik-lirik itu mengingatkan kita bahwa ada hal yg harus dituntut & diperjuangkan. Untuk kau bersama kepal di tangan kirimu.
Bagian kedua, sindiran bagi kelompok reaktif-konservatif. Di album pertama, hal ini pernah mereka suarakan lewat lagu Orang-orang di Kerumunan. Dalam rilisan teranyar ini, sindiran itu muncul kembali pada lagu Rupa, Vegas, Syarat, & Hayat. Saya menyarankan untuk mendengarkan empat trek itu secara berurutan.
Menyapa surga/sebaiknya kapan, ya?/Konon kabarnya/akhirat semakin dekat/Panitia kiamat/sudah rapat bersiap/Tuhan kalau kau berkenan/kami sebats dulu, lah ya. Penggalan lirik yg nyentrik dari lagu Hayat ini kembali mengingatkan saya pada alasan perdana mengapa saya menyukai grup musik asal Kota Gudeg ini. Lirik-lirik dalam lagu yg dibuat oleh FSTVLST kadang menciptakan saya senyum-senyum sendiri.
Lalu, mana yg lebih baik antara Hits Kitsch & FSTVLST II? Tidak ada!
Terakhir, bagian ketiga yg berisi kritikan kepada negara. Seperti lagu Kamis yg bersuara tentang pelanggaran HAM yg terjadi pada masa reformasi, masalah yg belum selesai & masih diperjuangkan setiap hari Kamis di depan Istana Negara hingga kini. Walaupun dibuat melankolis, lirik-lirik dalam Kamis kuat & lantang. Di balik payung hitam ini/di balik awan hitam nanti/selama masih bermatahari/hitam kan menagih janji.
Lagu berjudul Telan pun saya taruh dalam kelompok ini. Telan, menceritakan keadaan sosial Indonesia secara keseluruhan. Mulai dari rasa kondusif yg sulit didapat, pembabatan hutan, hingga lingkungan masyarakat yg terbengkalai.
Opus, trek terakhir dalam FSTVLST II, tidak saya masukan ke tiga kelompok di atas. Karena bagi saya, lagu ini terdengar seperti petuah ayah kepada anaknya. Lirik-liriknya pun tidak terdengar seperti sedang menggurui. Dalam Opus, muncul pula easter egg lirik lagu Tanah Indah untuk Para Terabaikan Rusak & Ditinggalkan dari album perdana mereka.
Lalu, mana yg lebih baik antara Hits Kitsch & FSTVLST II? Tidak ada! Sebab, seperti anak yg lahir ke dunia, setiap karya tentu akan menemukan jalannya sendiri. Bagi saya, keduanya sama baiknya. Tak perlu diperbandingkan, cukup dengarkan & nikmati tiap liriknya. Apa susahnya?
Nanti, ketika masa pelik ini berakhir, kita akan bersama-sama menyanyikan lagu-lagu itu di pentas konser FSTVLST & menyaksikan Farid Stevy memimpin upacara renungan hidup dengan gayanya.
Akan menyenangkan, bukan?
https://konel.id/tutur/musik/lirik-t...da-fstvlst-ii/ Kemarin 21:36