• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita LINDUNGI WARISAN PB X, Satpol PP Bongkar Lapak PKL

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
FtNu.jpg
SOLO–Tim gabungan Satpol Pamong Praja (PP) dan Dinas Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Solo kembali melakukan penertiban lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) Selasa (29/5/2012). Kali ini giliran dua lapak milik tiga PKL di Jl Brigjend Katamso tepatnya depan RS dr Oen Kandangsapi, Jebres yang disasar.

Berdasar pengamatan Solopos.com, petugas gabungan tanpa ampun membongkar lapak-lapak yang menempel di tembok batas kota peninggalan Paku Buwana (PB) X Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah penertiban yang berlangsung sekitar 45 menit relatif lancar, tanpa protes atau perlawanan pemilik lapak.

Kabid PKL DPP Solo, Dwi Wuryanto ditemui di sela penertiban mengklaim pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan peringatan langsung kepada pemilik lapak. Pada intinya pemilik lapak diminta membongkar sendiri bangunan lapak yang menempel di tembok batas kota. “Untuk nguri-uri cagar budaya, lapak PKL di dekatnya harus dibongkar. Hari ini penertiban karena mereka tidak juga membongkar lapak,” katanya.

Dwi menjelaskan penertiban segera berlanjut terhadap empat lapak di sekitar tembok batas kota. Untuk teknisnya masih menunggu koordinasi dengan pemilik tanah yang sebelumnya telah memberikan biaya bongkar kepada PKL. Menurut dia penertiban lapak PKL utamanya di sekitar tembok batas kota untuk melindungi cagar budaya serta normalisasi fungsi jalan. “Dengan dibongkar seperti ini jadinya kan jalan lebar, masyarakat sekitar mendukung,” imbuh dia.

Namun patut disayangkan dua dari tiga PKL pemilik lapak mengaku belum pernah mendapat sosialisasi dari petugas mengenai larangan mendirikan lapak. Kedua PKL pemilik lapak yakni Ny Kino, 70, pedagang makanan dan Parni, 50, pedagang pisang kompak menyampaikan sebelumnya tidak ada pemberitahuan perihal pembongkaran lapak.

Mereka membantah pernyataan Dwi Wuryanto yang menyatakan sebelumnya sudah ada pemberitahuan dan peringatan. “Sama sekali tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya. Apes banget saya, padahal makanan baru saja matengan, sudah siap jual,” keluh dia.

solopos
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.