yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Berdasar pengamatan Solopos.com, petugas gabungan tanpa ampun membongkar lapak-lapak yang menempel di tembok batas kota peninggalan Paku Buwana (PB) X Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah penertiban yang berlangsung sekitar 45 menit relatif lancar, tanpa protes atau perlawanan pemilik lapak.
Kabid PKL DPP Solo, Dwi Wuryanto ditemui di sela penertiban mengklaim pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan peringatan langsung kepada pemilik lapak. Pada intinya pemilik lapak diminta membongkar sendiri bangunan lapak yang menempel di tembok batas kota. “Untuk nguri-uri cagar budaya, lapak PKL di dekatnya harus dibongkar. Hari ini penertiban karena mereka tidak juga membongkar lapak,” katanya.
Dwi menjelaskan penertiban segera berlanjut terhadap empat lapak di sekitar tembok batas kota. Untuk teknisnya masih menunggu koordinasi dengan pemilik tanah yang sebelumnya telah memberikan biaya bongkar kepada PKL. Menurut dia penertiban lapak PKL utamanya di sekitar tembok batas kota untuk melindungi cagar budaya serta normalisasi fungsi jalan. “Dengan dibongkar seperti ini jadinya kan jalan lebar, masyarakat sekitar mendukung,” imbuh dia.
Namun patut disayangkan dua dari tiga PKL pemilik lapak mengaku belum pernah mendapat sosialisasi dari petugas mengenai larangan mendirikan lapak. Kedua PKL pemilik lapak yakni Ny Kino, 70, pedagang makanan dan Parni, 50, pedagang pisang kompak menyampaikan sebelumnya tidak ada pemberitahuan perihal pembongkaran lapak.
Mereka membantah pernyataan Dwi Wuryanto yang menyatakan sebelumnya sudah ada pemberitahuan dan peringatan. “Sama sekali tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya. Apes banget saya, padahal makanan baru saja matengan, sudah siap jual,” keluh dia.
solopos