facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
Diberitakan Washington Post, Kamis 25 Juli 2013, lima orang itu terdiri dari empat pria kewarganegaraan Rusia dan seorang Ukraina. Mereka berhasil membobol puluhan jaringan komputer perusahaan internasional dan Amerika ternama antara tahun 2007 hingga 2012.
Mereka mengincar perusahaan dagang atau perusahaan yang terlibat transaksi finansial. Mereka mengambil nama dan password, nomor kartu kredit dan debit, dan identitas personal lainnya dari pemilik kartu.
Perusahaan yang berhasil mereka bobol adalah JC Penney (JCP, Fortune 500), Wet Seal (WTSL), 7-Eleven, Nasdaq (bunk), JetBlue (JBLU) dan Dow Jones.
Perusahaan Heartland di Princeton, salah satu penyedia jasa pembayaran kartu kredit mengaku merugi US$200 juta akibat ulah mereka. Perusahaan ternama sejenis lainnya, Global Payment Systems di Atlanta mengaku rugi hingga US$92,7 juta.
Kelima orang ini berbagi tugas. Dua dari pelaku, Vladimir Drinkman, 32, dan Alexandr Kalinin, 26, bekerja membobol sistem perusahaan. Sementara pelaku lainnya, Roman Kotov, 32, menjelajah jaringan yang telah jebol untuk mencari data-data berharga.
Pelaku lainnya Mikhail Rytikov, 29, bekerja membentuk layanin web-hosting palsu untuk menyembunyikan identitas mereka. Sementara Dmitriy Smilianets, 29, bertugas menjual data-data yang berhasil dicuri dan membagi rata hasilnya.
Untuk data kartu kredit dari Amerika, dijual US$10 per kartu, Eropa US$50 dan Kanada US$15. Pembeli partai besar akan dapat potongan harga. Identitas kartu kredit ini bisa disalahgunakan untuk berbagai jenis transaksi.
Jaksa penuntut di pengadilan Newark, New Jersey, Paul Fishman, mengatakan aksi mereka ini telah mengancam perekonomian negara. "Mereka yang punya kemampuan untuk mendobrak jaringan komputer kami mengancam perekonomian, privasi, dan keamanan nasional," ujarnya.
Dari kelima tersangka, hanya dua orang yang berhasil ditahan. Drinkman ditahan di Belanda, menunggu untuk diekstradisi ke AS, sementara Smilianet telah ditahan di New Jersey. Tiga lainnya masih diburu.
Mereka didakwa atas penipuan siber, mengakses komputer tanpa izin, dan konspirasi melakukan keduanya. Hukuman untuk dakwaan ini maksimal 35 tahun penjara.