galau adv
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 281582
- Sejak
- 25 Jun 2013
- Pesan
- 1.172
- Nilai reaksi
- 24
- Poin
- 38
Setangkup roti untuk sarapan, seakan mampu menjawab kebutuhan perut pagi hari. Namun apakah roti ini sudah benar-benar sehat, atau paling tidak memenuhi kebutuhan tubuh saat disajikan setiap hari? Tidak juga.
Mengonsumsi roti setiap hari justru memungkinkan tubuh mengembangkan penyakit. Dikutip laman Boldsky, kebanyakan orang menjatuhkan pilihan pada roti hanya karena rasa, bukan nilai gizi yang dimiliki. Berikut beberapa alasan, mengapa roti tidak dianjurkan untuk konsumsi setiap hari:
1. Kurang nutrisi
Bahan pembuat roti tidak hanya tepung, roti juga dicampur dengan telur, susu, atau buah-buah kering. Meski demikian protein dan vitaminnya tetap pada kadar rendah. Lebih baik Anda menggantinya dengan sayur dan buah untuk sarapan atau camilan.
2. Tinggi garam atau gula
Roti dengan rasa gurih, disebut memiliki kandungan garam tinggi. Kandungan ini yang berkontribusi pada penyakit jantung. Sedangkan pada roti berasa manis, kerap digunakan tambahan gula atau sirup jagung tinggi fruktosa. Bagaimana jika Anda mengonsumsinya setiap hari?
3. Tinggi kalori dan karbohidrat
Bila Anda berfikir akan mengurangi asupan kalori dan karbohidrat dengan menghindari nasi dan beralih pada roti, ini bukan keputusan ideal. Roti juga mengandung banyak kalori dan karbohidrat dari tepung. Karbohidrat tinggi juga berdampak pada penurunan fungsi kognisi.
4. Mengandung glutten
Roti dari bahan gandum mengandung protein tinggi yang disebut glutten. Protein ini yang kerap memicu masalah celiac. Yakni ketidakmampuan usus mencerna makanan sehingga memunculkan sakit perut.
5. Tingkatkan gula darah
Pati dalam roti akan dipecah secara cepat saat masuk dalam pencernaan, kemudian membentuk glukosa yang akan dialirkan dalam darah. Hal ini menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah.
1. Kurang nutrisi
Bahan pembuat roti tidak hanya tepung, roti juga dicampur dengan telur, susu, atau buah-buah kering. Meski demikian protein dan vitaminnya tetap pada kadar rendah. Lebih baik Anda menggantinya dengan sayur dan buah untuk sarapan atau camilan.
2. Tinggi garam atau gula
Roti dengan rasa gurih, disebut memiliki kandungan garam tinggi. Kandungan ini yang berkontribusi pada penyakit jantung. Sedangkan pada roti berasa manis, kerap digunakan tambahan gula atau sirup jagung tinggi fruktosa. Bagaimana jika Anda mengonsumsinya setiap hari?
3. Tinggi kalori dan karbohidrat
Bila Anda berfikir akan mengurangi asupan kalori dan karbohidrat dengan menghindari nasi dan beralih pada roti, ini bukan keputusan ideal. Roti juga mengandung banyak kalori dan karbohidrat dari tepung. Karbohidrat tinggi juga berdampak pada penurunan fungsi kognisi.
4. Mengandung glutten
Roti dari bahan gandum mengandung protein tinggi yang disebut glutten. Protein ini yang kerap memicu masalah celiac. Yakni ketidakmampuan usus mencerna makanan sehingga memunculkan sakit perut.
5. Tingkatkan gula darah
Pati dalam roti akan dipecah secara cepat saat masuk dalam pencernaan, kemudian membentuk glukosa yang akan dialirkan dalam darah. Hal ini menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah.
