• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Lika-Liku Kependidikan Dasar untuk Anak

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
https://dl.kaskus.id/images.pexels.com/photos/2781814/pexels-photo-2781814.jpeg?auto=compress&Counter Strike=tinysrgb&dpr=2&h=650&w=940
pexels.com/photo

Barang-barang berserakan lalu mencoret-coret dinding, terkadang tingkahnya menciptakan para orang tua kesal, bukan? Tetapi kehadirannya menciptakan suasana rumah jadi hangat, ramai, & tentunya menghibur. Mempunyai anak adalah dambaan setiap pasangan. Anak adalah sebuah anugerah dari tuhan yg dtitipkan kepada setiap pasangan untuk dijaga & dididik dengan baik.

Penulis percaya bahwa ketika seorang insan turun ke dunia, mereka masih suci & bersih seperti sebuah kertas berwarna putih. Orang tua menggoreskan tinta pada kertas putih itu & membentuknya secara perlahan. Menjadi anak baik, rajin, & berbakti, atau jadi seorang pembangkang yg tidak diharapkan kehadirannya. Semua itu tergantung dari bagaimana cara orang tua mendidiknya.

Pentingnya mendidik anak dengan cara yg tepat.

Mendidik anak adalah hal penting yg harus kita sadari. Para orang tua pastinya tidak harap anak mereka jadi sampah masyarakat, benar? Sebaliknya, alangkah bahagia kalau orang-orang baik hidup disekeliling kita. Teman-teman, tetangga, bahkan mertua yg baik menciptakan hidup kita jadi lebih tenang & senang. Itulah sebabnya, kita harus mendidik anak dengan benar.

Pendidikan untuk anak lebih baik kita berikan sejak kecil. Hal-hal sederhana yg dapat kita tanamkan itu antara lain edukasi mengenai pergaulan & batasan-batasannya, serta bersosial dengan santun. Sering kali, kita meremehkan hal tersebut & membiarkan si anak mengalir terbawa arus, berharap terbentuk dengan sendirinya. Alhasil karakternya terobok-obokoleh pergaulan bebas. maka tidak heran walaupun masih SD, berbagai merek rokok sudah mereka kenali dengan baik. Namun uniknya, para orang tua membentak ketika si anak mengerjakan kesalahan, padahal mereka mengambil andil dalam pembentukan karakternya.

Pembentukan tabiat anak juga terpengaruh oleh perilaku orang terdekatnya. Berdasarkan pengalaman & pengamatan pribadi, penulis juga merasa terpengaruh oleh kebiasaan orang tua. Saya memiliki sifat & kebiasaan yg sama dengan mereka, yaitu pemalu & pendiam. Bukan cuma saya, kalian juga merasakannya, bukan? Orang tua berperan penting dalam pembentukan tabiat anak. Seharusnya para orang tua menyadari hal ini & segera memperbaiki diri supaya jadi contoh yg baik untuk anak-anaknya.

Perlihatkanlah kepada mereka budi pekerti luhur. Bagaimana dapat orangtua pemarah harap mempunyai anak yg penyabar? Tentu hal itu tidak mungkin, benar? Yang terjadi adalah sebaliknya, mereka jadi depresi & mungkin akan mengerjakan hal yg sama kepada teman, tetangga, atau anaknya kelak. Akar dari semua itu adalah contoh buruk yg diberikan oleh para orang tua.

Opini penulis, keberhasilan orang tua dalam mendidik anak tidak dapat diukur dari rupa fisik atau hartanya, tetapi dari kematangan perilaku & pola pikirnya. Apakah dia menghargai atau mengganggu tetangga dengan knalpot bising? Apakah jadi seorang penebar senyum atau seorang pembentak? Penurut atau pembangkang? Sebagai orang tua, kita harus menyadari bahwa kesalahan yg mereka perbuat itu bukan sepenuhnya salah mereka, karena kita juga berperan dalam pembentukan karakternya.

Mendidik anak tidak dapat dikatakan mudah pun susah. Semua orang dapat mengerjakannya, tetapi tidak semua orang mau & konsisten dalam prosesnya. Jika para orang tua dapat lebih bersabar & menurunkan egoisme, anak akan jadi tenang & merasa nyaman dengan kita. Setiap orang pasti setuju bahwa berbincang bersama teman yg asyik itu lebih menyenangkan daripada dengan bapak atau ibu kita yg cerewet. Maka dari itu, buatlah suasana yg nyaman di rumah. Apa salahnya? Daripada sering harap dihargai oleh anak, lebih baik menciptakannya merasa nyaman, benar? Keharapan untuk dihargai oleh mereka cenderung menimbulkan konflik ketika mereka tidak menghargai kita.

Semua itu demi kebaikan anak kita sendiri. Jika kita mengharapkan anak yg baik & berbakti, maka didiklah mereka dengan benar & mencontohkannya perilaku-perilaku yg kita harapkan padanya. Mendidik secara tidak langsung lebih gampang daripada mendidik secara langsung. Mencontohkannya rajin bekerja lebih berpengaruh daripada membentaknya untuk rajin belajar, benar?

Harapan penulis, semoga kedepannya para orang tua dapat mendidik anak-anaknya dengan baik sehingga melahirkan generasi penerus yg berkualitas & berbudi pekerti luhur.

***

Sebenarnya penulis belum mempunyai anak & masih lajang, namun berusaha masuk ke sudut pandang orang tua yg sudah memiliki anak. Mohon maaf apabila terdapat kekeliruan.

Sumber : Opini pribadi
emoticon-Toast
emoticon-Rate 5 Star
Hari ini 19:04
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.