• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Liga Inggris, varian baru & setia bermasker

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.311
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Liga Inggris, varian baru & setia bermasker.

Liga Inggris, varian baru & loyal bermasker


Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho & pemain Tottenham Hotspur Ben Davies mengenakan maseker sebelum pertandingan babak ketiga Piala FA melawan Marine AFC di Rossett Park, Crosby, Inggris, 10 Januari 2021. (Pool via REUTERS/MARTIN RICKETT)

Jakarta (ANTARA) - Tiga hari sekali tim-tim Liga Inggris bertanding satu sama lain dalam satu pekan. Beberapa tim, tentunya dalam keadaan luar biasa, kadang harus bertanding empat kali dengan tambahan entah pertandingan Piala FA, Piala Liga, Liga Europa, atau Liga Champions.

Situasi hampir sama terjadi di La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Serie A Italia, & liga-liga sepak bola lainnya di mana saja saat ini.

Kompetisi liga olahraga profesional lainnya juga begitu, termasuk tim-tim NBA yg harus bertanding dua hari sekali.

Tidak terbayangkan melelahkan, apalagi kalau tempat tim-tim yg akan saling berhadapan letaknya berjauhan.

Tetapi yg mungkin lebih menjemukan adalah berapa kali atlet, pelatih, ofisial & staf regu harus menjalani tes COVID-19 karena aturan lomba selama pandemi mengharuskan adanya tes sebelum kickoff.

Baca juga: Liga Premier sebar peringatan soal pelanggaran protokol kesehatan
Baca juga: Nuno Espirito khawatir dengan lonjakan COVID-19 di Liga Inggris

Tim-tim Liga Inggris misalnya, harus menjalani tes COVID-19 dua kali dalam satu pekan. Bahkan dengan tes sekerap itu pun masih saja atlet & ofisial terpapar virus corona baru yg bernama resmi SARS-CoV-2 itu.

Sudah banyak pertandingan Liga Inggris yg harus dimundurkan akibat beberapa akbar regu terpapar virus. Banyak regu yg harus bermain dengan skuad seadanya, salah satunya Manchester City, karena beberapa pemain mereka absen karena harus menjalani karantina berdikari akibat terjangkit COVID-19.

Pemain & staf sudah diingatkan setiap waktu oleh klubnya supaya loyal kepada protokol kesehatan, di antaranya sering mengenakan masker & menjaga jarak saat bepergian selagi tidak bermain atau berlatih serta menjauhi kerumunan ketika harus berada di luar.

Tetapi atlet-atlet ini tidak hidup menyendiri karena banyak dari mereka yg berkeluarga, punya anak istri, punya sahabat, punya tetangga, selain jadi bagian dari masyarakatnya.

Mereka dapat memastikan dirinya mematuhi protokol kesehatan, tetapi mereka tak dapat memastikan masyarakat sekitarnya mematuhi protokol kesehatan.

Dari titik itulah, COVID-19 dapat menyerang mereka. Apalagi di Inggris tengah berkembang varian baru SARS-CoV-2 yg lebih cepat menular.

Baca juga: Manchester City laporkan tiga kasus baru COVID-19
Baca juga: Catatkan 20 kasus baru COVID-19, Chelsea tutup akademi klub
Baca juga: Politisi usulkan kartu kuning untuk selebrasi gol tanpa jaga jarak


Varian baru

Kemunculan varian baru virus corona baru ini sudah tersiar lama sejak ilmuwan mengingatkan adanya varian yg mereka namai B.1.1.7.

Varian SARS-CoV-2 ini perdana kali jadi perhatian ilmuwan di Inggris, Desember tahun lalu.

Mengutip laman majalah Science, varian ini jauh lebih menular karena dapat mengelabui sistem kekebalan tubuh manusia. Sifat baru dari varian ini menciptakan semakin banyak orang yg pernah terpapar COVID-19 dapat kembali terjangkit penyakit ini. Bahkan pada titik tertentu vaksin yg sudah ada pun harus diperbarui supaya dapat melawan mutasi baru ini. Yang bilang begini adalah para ilmuwan kesehatan.

Varian baru ini sendiri menciptakan pemerintah Inggris belingsatan karena jadi aktor di balik melonjaknya lagi kasus infeksi sehingga luka karena trauma gelombang perdana pun terbuka lagi.

Akhirnya pada 4 Januari 2021, Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan lockdown nasional baru di seluruh Inggris Raya, padahal negeri ini baru saja jadi negara perdana di dunia yg meluncurkan program vaksinasi nasional dengan menggantikan vaksin buatan Universitas Oxford & AstraZaneca.

Baca juga: Inggris kembali berlakukan 'lockdown', varian baru COVID-19 menggila
Baca juga: Manakala "lockdown" tak lagi hentikan Liga Inggris

"Rumah sakit-rumah sakit kita berada dalam tekanan yg lebih akbar dibandingkan masa apa pun sejak awal pandemi ini," mengatakan Johnson saat mengumumkan lockdown.

Namun berbeda dari lockdown perdana akhir Maret 2020, sejumlah liga olahraga termasuk Liga Premier pada lockdown Januari 2021 ini digolongkan ke dalam aktivitas esensial sehingga boleh dilanjutkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan & aturan-aturan lomba selama pandemi.

Namun karena varian ini amat menular, aturan super ketat pun tidak dapat mencegah para pesepakbola tak terpapar yg sering terjadi karena setelah berinteraksi dengan orang lain di luar lapangan, dapat dari keluarga, tetangga, atau anggota masyarakat apa pun.

Varian baru ini juga sudah menyebar ke Eropa, bahkan menyeberang ke Amerika Serikat. Bahkan di Afrika Selatan sudah muncul varian yg juga lebih cepat menyebar. Menurut para ahli, termasuk pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat dokter Anthony Fauci, varian baru ini tak lama lagi menyebar luas ke seluruh dunia.

Ada konsensus di antara pakar kesehatan bahwa varian baru ini belum tentu lebih maut dari virus corona sebelumnya. Tetapi karena lebih cepat menular, maka jumlah yg tertular pun semakin banyak yg pada akhirnya menaikkan angka kematian, beberapa karena rumah sakit sudah tak sanggup lagi menangani beban kasus infeksi yg terus menggunung.

"Inilah salah satu alasan utama yg kami khawatirkan," mengatakan dokter Supriya Narasimhan, kepala penyakit menular Santa Clara Valley Medical Center di San Jose, California, mengenai varian sangat menular yg menciptakan jumlah yg tertular jauh lebih banyak & luas.

Baca juga: Garuda Select terkena efek kebijakan lockdown Pemerintah Inggris
Baca juga: PM Inggris sambut otorisasi vaksin sebagai kabar "luar biasa"


Pakai masker

Dokter Charles Bailey, direktur medis untuk pencegahan penyakit pada Providence St. Joseph Hospital & Providence Mission Hospital di Orange County, California, menyebutkan bahwa dengan semakin banyaknya orang yg terjangkit COVID-19 maka memisahkan mereka yg belum terpapar dari yg sudah terpapar jadi lebih sulit. Demikian pula saat mengerjakan penelusuran kontak.

Salah satu cara membendung penularan itu adalah tetap memakai formula yg selama ini dipraktikkan, yakni loyal kepada protokol kesehatan, hingga kekebalan kelompok sudah tercipta maksimal. Bahkan sekalipun vaksin sudah ada, mengutip para pakar kesehatan dalam laman Health, gaya hidup sehat dengan rutin mencuci tangan, menjaga jarak & mengenakan masker, tetap harus dipertahankan.

Untuk itu, salah satunya, masker harus terus dipakai karena menurut hasil penelitian Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masker dapat mengurangi risiko terinfeksi virus corona baru hingga lebih dari 70 persen.

Baca juga: Hadiri pesta tanpa kenakan masker, NBA denda Kyrie Irving
Baca juga: KOI & Satgas COVID-19 libatkan atlet kampanyekan masker

Selain merekomendasikan masker lebih dari dua atau tiga lapis dari bahan yg dapat dicuci kembali & tidak menghambat pernafasan, CDC, sebagaimana juga otoritas kesehatan di Indonesia menyatakan masker harus menutup rapat-rapat hidung & mulut serta terikat kencang menutup wajah. CDC tak merekomendasikan masker berlubang ventilasi untuk bernafas karena sama artinya memberi jalan bagi masuknya partikel virus.

Kewajiban memakai masker saat berada di luar rumah jadi bagian penting dalam keberhasilan beberapa negara seperti Korea Selatan dalam membendung penyebaran COVID-19. Bahkan di beberapa negara, termasuk beberapa masyarakat Indonesia, mengenakan masker sudah jadi bagian dari gaya hidup.

Ada baiknya Indonesia juga menciptakan massal atau menasionalkan kebiasaan itu karena bukti ilmiah & empirik menunjukkan masker memang akbar sekali manfaatnya.

Untuk itu tak berlebihan rasanya kalau para gubernur, wali kota & bupati dapat lebih aktif lagi dalam mengeluarkan keharusan mengenakan masker hingga tingkat RW & RT sehingga semua warga mengenakan masker ketika berada di luar rumah, apalagi di tempat-tempat di mana kerumunan dapat terjadi seperti mal, pasar, toko & tempat kerja.

Dengan aturan seperti itu, aparat, termasuk satpam, dapat mengingatkan atau bahkan mencegah orang yg tidak mengenakan masker supaya tidak masuk pasar, toko, mal, gedung perkantoran, & tempat mana saja yg bukan tempa pribadi, atau saat bertandang ke rumah tetangga. Mereka yg membandel harus dikenai sanksi. Kecuali ada kendala-kendala tertentu yg dikuatkan keterangan medis.

Jika masjid saja dapat memaksa jamaah untuk salat dengan menerapkan pedoman jaga jarak fisik & mengenakan masker, mengapa tempat-tempat lain tidak dapat?

Baca juga: Cegah kena COVID-19 pakai dua masker, ide bagus atau buruk?
Baca juga: Epidimiolog: Penggunaan masker lebih efektif daripada vaksin
Baca juga: Penumpang Cathay & Japan Airlines dapat "healthy kit"

Berita diatas dikutip dari internet, jika Liga Inggris, varian baru & setia bermasker adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.