Sosmed MMI
IndoForum Newbie D
- No. Urut
- 282168
- Sejak
- 16 Okt 2013
- Pesan
- 72
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
Jakarta, GEO ENERGI - Harga minyak bumi yang menurun pada Kamis lalu disebabkan oleh berlanjutnya ekspor minyak Libya dan menurunnya nilai perdagangan minyak di RRT, yang merupakan konsumen minyak bumi terbesar kedua di dunia.
Harga minyak West Texas Intermesiate menurun US$ 20 sen ke level US$ 103.4 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, Brent North Sea di London menurun US$ 52 sen ke level US$ 107.46 per barel.
"Indikasi lainnya adalah, Libya melanjutkan ekspor minyak dari Terminal Minyak Bumi Hariga setelah adanya kesepakatan pada awal minggu ini," ujar Tim Evans dari Citi Futures, seperti yang dilansir oleh AFP, Kamis (10/4).
Selain Hariga, Pelabuhan Minyak Zuetina juga diharapkan bisa kembali melanjutkan pengirimannya, dan pelabuhan lainnya diharapkan bisa melanjutkan aktivitasnya dalam empat minggu.
Data perdagangan minyak RRT yang dirilis pada Maret ternyata lebih parah daripada perkiraan para analis. Impor minyak RRT merosot 11.3% dibandingkan tahun lalu dan ekspor minyaknya menurun sebesar 6.6%. Data tersebut diperkirakan merupakan penyebab lain dari pelemahan ekonomi RRT. Pelemahan ekonomi RRT ditunjukkan dengan hasil yang mengecewakan pada perdagangan, industri, dan pengeluaran konsumen.
"Lemahnya ekspor (RRT) menandai kemungkinan lesunya sektor manufaktur, dengan demikian, menurunkan permintaan minyak mentah," ujar Tan Chee Tat, analis investasi dari Phillip Futures.
Menurut data Commerzbank, RRT mengimpor 5.54 juta barel minyak mentah pada Maret lalu. Nilai tersebut menurun 8% dari Februari. Itu merupakan impor paling sedikit yang dilakukan RRT dalam lima bulan terakhir. (AFP)
- See more at: http://www.geoenergi.co/read/oil/1824/libya-dan-rrt-sebabkan-menurunnya-harga-minyak/#.U0dh3aLov5N
Harga minyak West Texas Intermesiate menurun US$ 20 sen ke level US$ 103.4 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, Brent North Sea di London menurun US$ 52 sen ke level US$ 107.46 per barel.
"Indikasi lainnya adalah, Libya melanjutkan ekspor minyak dari Terminal Minyak Bumi Hariga setelah adanya kesepakatan pada awal minggu ini," ujar Tim Evans dari Citi Futures, seperti yang dilansir oleh AFP, Kamis (10/4).
Selain Hariga, Pelabuhan Minyak Zuetina juga diharapkan bisa kembali melanjutkan pengirimannya, dan pelabuhan lainnya diharapkan bisa melanjutkan aktivitasnya dalam empat minggu.
Data perdagangan minyak RRT yang dirilis pada Maret ternyata lebih parah daripada perkiraan para analis. Impor minyak RRT merosot 11.3% dibandingkan tahun lalu dan ekspor minyaknya menurun sebesar 6.6%. Data tersebut diperkirakan merupakan penyebab lain dari pelemahan ekonomi RRT. Pelemahan ekonomi RRT ditunjukkan dengan hasil yang mengecewakan pada perdagangan, industri, dan pengeluaran konsumen.
"Lemahnya ekspor (RRT) menandai kemungkinan lesunya sektor manufaktur, dengan demikian, menurunkan permintaan minyak mentah," ujar Tan Chee Tat, analis investasi dari Phillip Futures.
Menurut data Commerzbank, RRT mengimpor 5.54 juta barel minyak mentah pada Maret lalu. Nilai tersebut menurun 8% dari Februari. Itu merupakan impor paling sedikit yang dilakukan RRT dalam lima bulan terakhir. (AFP)
- See more at: http://www.geoenergi.co/read/oil/1824/libya-dan-rrt-sebabkan-menurunnya-harga-minyak/#.U0dh3aLov5N