Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Let the music heal your soul, biarkan musik memulihkan hatimu..
Demikian mengatakan beberapa orang. Mempromosikan musik sebagai instrumen yg dapat menenangkan & memulihkan hati yg gelisah.
Tapi apakah musik benar-benar memberikan ketenangan kepada hati kita? Kalau memang benar begitu, para pemusik akan jadi orang yg paling tenang hatinya, paling bahagia & bebas dari depresi bukan?
Jawabannya ternyata tidak.
Banyak sekali pemusik yg mati bunuh diri.
Laman Wikipedia mengumpulkan ratusan nama pemusik yg mati bunuh diri. Mereka terdiri dari penyanyi, komposer, hingga konduktor. Genre musik mereka pun bermacam-macam, mulai dari klasik, rock, hingga jazz.
Jalan yg mereka tempuh untuk mati juga bermacam-macam. Kurt Cobain misalnya, bunuh diri dengan menembakkan shotgun ke kepalanya.
Sebelum mati, dia meninggalkan catatan yg menggambarkan betapa sukses karir musiknya. Melalui bandnya Nirvana, Cobain mendapat banyak sekali penghargaan. Fansnya pun sering mengelu-elukan Cobain dalam setiap tur yg mereka hadiri. Namun musik & ketenaran tidak dapat menghilangkan depresi yg dia alami.
Tidak cuma terjadi pada musisi barat, kasus bunuh diri juga menimpa musisi dari Asia.
Yukiko Okada, penyanyi Jepang yg sedang berada di puncak karirnya justru berusaha bunuh diri di dengan cara menyayat pergelangan tangan & membiarkan gas memenuhi ruang apartemennya.
Berhasil diselamatkan ketika itu, Okada langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Setelah itu, manajernya membawa Okada mampir ke studio rekaman. Di studio rekaman tersebut, Okada malah mencoba bunuh diri lagi dengan meloncat dari lantai tujuh. Kali ini dia berhasil.
Kasus bunuh diri Jeff Buckly, gitaris Amerika yg mempopulerkan lagu Hallelujah lebih unik lagi. Seorang saksi mata menyaksikan proses kematiannya. Dengan berpakaian lengkap & sambil menyanyikan lagu Whole Lotta Lovenya Led Zeppelin, dia menenggelamkan diri ke dalam sungai. You really care for the music, do ya?
Jasad Buckly ditemukan terapung beberapa hari kemudian.
Dan masih banyak kisah-kisah tragis dari para pemusik ini.
Kalau memang musik menenangkan hati, tentu kita tidak akan mendapatkan kisah-kisah menyedihkan semacam ini. Nyatanya, orang yg bergelut dengan musik, malah mendapati depresi yg begitu kuat hingga menyebabkan mereka bunuh diri.
Mungkin ada yg bilang bahwa bukan musik yg menciptakan mereka bunuh diri, mereka itu depresi. Ya, mungkin dapat jadi bukan musik yg buat mereka mati. Tapi yg jelas musik tidak menciptakan diri jadi tenang.
Musik tidak akan memulihkan hati yg sakit.
Don't let music heal your soul. It won't work.
Jogja - Ahad, 26 Juli 2020.
Wira mandilu Bachrun Hari ini 16:24
Demikian mengatakan beberapa orang. Mempromosikan musik sebagai instrumen yg dapat menenangkan & memulihkan hati yg gelisah.
Tapi apakah musik benar-benar memberikan ketenangan kepada hati kita? Kalau memang benar begitu, para pemusik akan jadi orang yg paling tenang hatinya, paling bahagia & bebas dari depresi bukan?
Jawabannya ternyata tidak.
Banyak sekali pemusik yg mati bunuh diri.
Laman Wikipedia mengumpulkan ratusan nama pemusik yg mati bunuh diri. Mereka terdiri dari penyanyi, komposer, hingga konduktor. Genre musik mereka pun bermacam-macam, mulai dari klasik, rock, hingga jazz.
Jalan yg mereka tempuh untuk mati juga bermacam-macam. Kurt Cobain misalnya, bunuh diri dengan menembakkan shotgun ke kepalanya.
Sebelum mati, dia meninggalkan catatan yg menggambarkan betapa sukses karir musiknya. Melalui bandnya Nirvana, Cobain mendapat banyak sekali penghargaan. Fansnya pun sering mengelu-elukan Cobain dalam setiap tur yg mereka hadiri. Namun musik & ketenaran tidak dapat menghilangkan depresi yg dia alami.
Tidak cuma terjadi pada musisi barat, kasus bunuh diri juga menimpa musisi dari Asia.
Yukiko Okada, penyanyi Jepang yg sedang berada di puncak karirnya justru berusaha bunuh diri di dengan cara menyayat pergelangan tangan & membiarkan gas memenuhi ruang apartemennya.
Berhasil diselamatkan ketika itu, Okada langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Setelah itu, manajernya membawa Okada mampir ke studio rekaman. Di studio rekaman tersebut, Okada malah mencoba bunuh diri lagi dengan meloncat dari lantai tujuh. Kali ini dia berhasil.
Kasus bunuh diri Jeff Buckly, gitaris Amerika yg mempopulerkan lagu Hallelujah lebih unik lagi. Seorang saksi mata menyaksikan proses kematiannya. Dengan berpakaian lengkap & sambil menyanyikan lagu Whole Lotta Lovenya Led Zeppelin, dia menenggelamkan diri ke dalam sungai. You really care for the music, do ya?
Jasad Buckly ditemukan terapung beberapa hari kemudian.
Dan masih banyak kisah-kisah tragis dari para pemusik ini.
Kalau memang musik menenangkan hati, tentu kita tidak akan mendapatkan kisah-kisah menyedihkan semacam ini. Nyatanya, orang yg bergelut dengan musik, malah mendapati depresi yg begitu kuat hingga menyebabkan mereka bunuh diri.
Mungkin ada yg bilang bahwa bukan musik yg menciptakan mereka bunuh diri, mereka itu depresi. Ya, mungkin dapat jadi bukan musik yg buat mereka mati. Tapi yg jelas musik tidak menciptakan diri jadi tenang.
Musik tidak akan memulihkan hati yg sakit.
Don't let music heal your soul. It won't work.
Jogja - Ahad, 26 Juli 2020.
Wira mandilu Bachrun Hari ini 16:24