yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
"Lebih cocok di Asia Tenggara, karena alasan geografis dan kultur. Tapi kami masih studi di masing-masing negara itu," kata Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Kunardi Gularso, ketika ditemui di Hotel Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis malam.
Beberapa proyek Adhi Karya di Timur Tengah antara lain pembangunan rumah susun hak milik (rusunami) di Libya, pembangunan perumahan di Saudi Arabia, dan pengembangan kawasan tambang di Irak.
Menurut dia perseroan sedang membidik proyek konstruksi di Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, dan negara ASEAN lainnya. Saat ini perseroan masih melakukan studi di negara-negara itu terutama mempelajari prosedur-prosedur hukumnya.
Perseroan mematok proyek di luar negeri minimal bernilai Rp500 miliar. Kurnadi menuturkan untuk proyek di bawah Rp500 miliar tidak menguntungkan bagi perseroan. Sebab, proyek di dalam negeri juga masih banyak yang di bawah Rp500 miliar.
"Apalagi kami perusahaan konstruksi terbuka yang terbesar," kata dia.
Dia menargetkan proyek-proyek di negara-negara ASEAN itu akan terlaksana di tahun depan. Sebab, untuk tahun ini masih proses penjajakan. "Ada aturan di negara masing-masing," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodharmawan mengatakan bahwa perseroan berhasil mencapai kontrak baru sebesar Rp4,2 triliun hingga Mei 2012. Untuk tahun ini perusahaan menargetkan total proyek Rp13,5 triliun, lebih tinggi dari 2011 sebesar Rp11,9 triliun.
Kontrak yang sudah didapat tersebut berasal dari pembangunan dermaga milik PT Aneka Tambang Tbk senilai Rp241,45 miliar, pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan paket I senilai Rp253,14 miliar, dan procurement dan instalasi jetty milik PT Aneka Tambang Tbk senilai US$ 36,16 juta. Selain itu, Perseroan telah memperoleh proyek PLTU Tarakan 2x7 MW senilai Rp277,75 miliar.
Adhi Karya juga telah mendapatkan proyek pembangunan railway double track di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.